@afrkml Eps 6 lebih nyebelin lagi pas gua tau kalau umur pemeran aslinya tuh anak smp ternyata udah 33 tahun 😩😩. Njirrrrr tampangnya bocil tapi udah bokap bokap
Shame on you ‼️
@batikair
Pilih seat window & aisle dari depan sampai belakang sekarang bayar semua. Yang free yang tengah ‼️
Apa itu maskapai FSC 😡
@LambeSahamjja Pernah urus surat kematian bapak Ya Allah di persulitnya bukan main, nyokap bolak balik kelurahan gk selesai2 ada aja yg kurang bukannya sekalian gtu,nah pas gw ada program talkshow sama orang pemprov gw cerita, langsung dia call org dukcapil saat itu juga suratnya jadi dianter.
@masadiip Cari tahu dokternya siapa dong wahai netizen … atau apa mungkin dokternya sengaja ngasih resep segitu agar makhluk astral ini selesai peredarannya dimuka bumi ini. Sehingga mengurangi segala kebodohan yang dibuatnya 😂😂
@kamarlintang Ternyata bener ya pertimbangan influencer kudu punya sertifikat khusus kalau ngomongin medis ya kudu orang medis, ya kali orang orangan sawah kaya gini ngomongin medis ya bahaya
@Hidupsebagai62 Hampir sama cerita sama ex art saudara, lama kerja trus minta resign dengan alasan mau lanjutin sekolah paket C, tapi selama ambil paket C tinggal dirumah tante gpp gak digaji tapi pakai fasilitas yang ada tanpa harus kerja karena “mau sekolah lagi” LAHHHH
seorang pemuda berjualan cireng di lokasi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Lampung. Di balik cireng yang ia racik, Gilang Ramadhan menyimpan mimpi untuk bisa berkuliah. Impian yang tertunda dua tahun, dan kini berusaha diwujudkannya. "Alhamdulillah (aku) juga tidak terlalu memikirkan pandangan orang lain, karena fokus aku adalah berusaha dan belajar mandiri.
Semoga lulus ya dik 👍
malam jumat
Seorang guru membesuk muridnya yang tengah sakit.
Sang guru mengungkap bahwa anak tersebut hidup seorang diri tanpa orang tua. Saat ini, ia masih duduk di kelas 9 MTs, namun harus menjalani kehidupan sehari-hari sendirian sebagai yatim piatu. Harapannya, pihak terkait mulai dari pemerintah daerah hingga lingkungan sekitar dapat lebih memperhatikan kondisi warganya, terutama anak-anak yang hidup dalam keterbatasan.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa masih ada anak-anak di sekitar kita yang membutuhkan uluran tangan dan kepedulian bersama.
📍Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
“Saya gak mau ada anak didik saya yang hanyut lagi. Cukup sekali kejadian tragis itu, gak boleh terulang lagi,” kata Pak Rudi.
Kejadian itu bikin Pak Rudi bersiap lebih pagi di pinggir Sungai Muara Kulam Sumsel, untuk menyeberangkan para muridnya, di samping bersemangat mengajar di ruang kelas, beliau juga dengan ikhlas peduli terhadap pulang pergi para murid dari sekolah ke rumah.
Kendati sang guru sudah mengabdi beberapa tahun namun bulanan yg di dapatkan baru sekitar 300 ribu....