Fenomena keyboard warrior bukan sekadar soal internet tapi ini cerminan krisis sosial.
Di negara-negara dengan ekonomi rendah,
akses internet makin luas, tapi literasi digital dan etika masih langka.
Akhirnya?
Jempol jadi senjata. Otak ditinggal.
Komentar penuh nyinyir, makian, dan hujatan jadi tontonan sehari-hari.
Tapi ini lebih dalam dari sekadar iseng.
Ini frustasi yang tak tersalurkan.
Karena saat hidup terasa buntu,
orang tak lagi saling dorong naik tapi saling tarik turun.
Inilah akar crab mentality.
Yang sukses dicemooh.
Yang berbeda dicurigai.
Yang bersinar, ditarik jatuh.
Akibatnya?
Masyarakat jalan di tempat.
Bukan karena kurang potensi tapi karena terlalu banyak yang sibuk menjatuhkan sesama.
Internet yang seharusnya jadi alat kemajuan,
malah jadi medan sabotase.
Lalu kalian gimana pengguna internet yang seperti apa?
Narik ke bawah atau dorong ke atas? ๐ฆ๐งโ๐
Apa self custody atau simpen crypto sendiri itu buat semua orang?
Jawabannya TIDAK kalau :
1. portomu kecil dan masih belum milyaran.
2. Masih belum ngerti cara kelola seed phrase yang benar.
Tau shamir secret sharing? Grats! kalau belum tahu, berarti kamu belum waktunya punya cold wallet.
Karena kustodian berlisensi seperti Bitgo dan TRIV pake metode ini.
In some cases banyak investor yang kehilangan koin gara2 lupa password atau malah seed phrasenya kebobolan.
โโโ- ๐โโโโ
Dari sudut pandang seorang owner exchange , sebenarnya bitcoin yang dititipin di exchange dan tidak di tradingkan malah membebankan biaya ke exchange. karena harus bayar biaya custodian , PoR . dll
Jadi kalau kalian lebih memilih simpen di exchange pastikan :
1. Exchangenya punya lembaga yang mengawasi utk checking dana nasabah. Lembaga manapun diluar negeri juga boleh. Pokok ada yang mengawasi.
2. Exchangenya harus bisa nerbitin Proof of Solvency buat memastikan dana nasabah 1:1
3. Yang ditaruh di exchange yang memang aktif di-tradingkan
Kalau tidak ada 3 ini baiknya kalian simpen sendiri.
What do you think? comment ๐