Anger may seem to be a source of energy, but it’s blind. It causes us to lose our restraint. It may stir courage, but again it’s blind courage. Negative emotions, which often arise from a spontaneous impulse, cannot be justified by reason, whereas positive emotions can. Scientists suggest that constant anger and hatred undermine our immune system. Compassion, bringing inner strength, is good for our health.
KETERTINDASAN MELAHIRKAN PEMIKIRAN, PEMIKIRAN MELAHIRKAN PENINDASAN.
Adalah Bessie Smith, penyanyi blues yang menahan nyeri setelah kecelakaan yang tragis. Ia tak mampu bertahan, perjalanan akhir tahun ke Clarksdale pada tahun 1937 itu adalah tarikan napasnya yang terakhir. Kematiannya melahirkan sangsi. Satu versi mengklaim Bessie tewas kehabisan darah karena aturan "Jim Crow" di wilayah Selatan yang melarang rumah sakit kulit putih menerima pasien kulit hitam. Bessie konon ditolak dan tak tertolong.
Aturan Jim Crow adalah segregasi sosial karena warna kulit. Aturan ini berlaku hingga 28 tahun berikutnya pasca Bessie meninggal. Rasisme dan kematian Bessie, lalu mengilhami banyak musisi untuk melawan. Billie Holiday, Louis Armstrong dan lainnya, memberontak melawan rasisme dari panggung ke panggung dan piringan hitam. Hingga akhir dekade 60-an, semua aturan diskriminasi warna kulit di Amerika akhirnya dihapuskan.
Karya intelektual seringkali menjadi korban keserakahan dominasi. Ketika musik bisa mengundang kerumunan yang mencemaskan kekuasaan, ia diharamkan. Ketika puisi membuat ketersinggungan, ia dibungkam. Ketika buku mengobarkan perlawanan, ia dibakar. Benda-benda tumpul yang seringkali dianggap tajam.
Hitler di Jerman selalu gelisah. "Mazhab Frankfurt" adalah pemikiran berkelompok dari para filsuf yang menggugat mispersepsi fundamentalisme Marx. "Madzhab" ini didominasi akademisi keturunan Yahudi. Gerakan mereka dikhawatirkan bisa mengubur cita-cita Hitler. Fasisme Nazi kemudian memburunya, membakar semua bibliotika termasuk di Opernplatz, Berlin.
Walter Benjamin bunuh diri setelah perpustakaannya dibakar. Pemikir lain seperti Theodor Adorno, Erich Kastner dan Max Horkheimer dipersekusi. Tapi Nazi ternyata salah perhitungan; membakar setiap buku hanyalah membakar jazadnya. Ruh pemikiran "Madzhab Frankfurt" terus mengalir, hingga 1951 Adorno menyadarkan Jerman dari pelarian dengan buku "Minima Moralia."
Karya intelektual selalu merubah peradaban - ia ekstraksi pemikiran. Intelektual bukan lagi intelektual ketika melawan kekuasaan dengan sumpah serapah. Pemberontakan intelektual jelas bukan pemuas kemarahan. Menuduh kepala negara "seperti monyet kena tulup adalah cara "gelandangan". Hujat dan caci maki mengikis cepat timbunan intelektualnya. Muntahan isi kepalanya seolah mengkilat tajam tapi sejatinya berkarat tak menghantam. Tumpul menggelikan.