yaaa Allah look at me, hambamu yang cantik ini ga pernah panik because i believe Allah maha rich. yaa Allah jadikan aku kaya raya, tajir melintir, karir darderdor gacor slebeww, saldonya unlimited, hidupnya berkah kadang di atas kadang di mekkah yaaaa Allah...
indeed😭😔 that’s why kl lagi terpuruk-terpuruknya ak akan menghamburkan duid buat jajan smua makanan ygg ak suka (ty mom dad sudah mngerti dan maklum kalau uang jajan anaknya lari k perut semua) and avoid contact with others totally works jugaa (krn takut spread negative energy)
Karena kamu gatau struggle nya orang yang ditanyai. "Kapan lulus" while they're barely surviving college, "kapan nikah" when they're desperate to find love. You could've asked "gimana kabarnya? Lagi sibuk apa?" Lebih berbobot and shows that you actually CARE about that person.
"kenapa harus sama yang paham agama?"
bayangin puasa 30 hari yang cuma ada setahun sekali aja masih MOKEL secara sadar. gimana diuji harta, tahta dan godaan dunia yg jauh lebih besar?
Getting older, semakin menyadari kalau doa “Semoga dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan” adalah harapan yang sangat mendalam.
Banyak doa duka cita yang terpanjatkan. Banyak bela sungkawa yang terucapkan. Banyak kesempatan ibadah yang belum dimaksimalkan…
Pernah denger ceramah seorang Muslim scholar dari UK yang membahas rasionalisasi perintah hijab dgn sudut pandang yg menurut gue jauh lebih presisi secara teologis.
He said that it’s clear bahwa tujuan utama hijab bkn untuk membantu laki2 mengontrol hawa nafsunya.