Bismillah… Mendarat di Banda Aceh pagi tadi. Akan keliling ke Pidie Jaya, Takengon, Bireuen, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, bersama teman-teman Aksi Bersama, @humaniesproject, dan TurunTangan. Akan menunaikan beberapa amanah dari donatur dan masyarakat, termasuk Titian Persatuan di Aceh Tengah. Mohon doanya ya….
Di halaman rumah, tiba karangan bunga ulang tahun dari warga Kampung Susun Akuarium. Tertulis di sana doa “Barakallah Fii Umrik”, semoga keberkahan menyertai sepanjang usia. Hangat rasanya. Setiap bunganya membawa ingatan kembali ke hari-hari saat bertugas sebagai Gubernur Jakarta, ketika bersama warga dan banyak pihak kami merajut kembali Kampung Akuarium, mengubahnya dari reruntuhan menjadi rumah yang layak. Ikatan yang tertanam di sana, dan di banyak kampung lain di Jakarta, ternyata masih hidup melintasi waktu.
Karangan bunga itu mengetuk pertanyaan di dalam benak. Dalam batas usia yang dititipkan, seberapa banyak yang sudah dipakai untuk membawa manfaat bagi sesama? Ada yang berkata bahwa rata-rata hidup manusia berkisar 4.000 minggu saja. Setiap ulang tahun datang membawa kabar bahwa 52 minggu telah kembali berlalu, mengajak kita berpikir tentang apa saja yang sudah diperbuat di sepanjang usia yang telah berlalu, dan apa yang akan diperbuat di sisa waktunya.
Beberapa hari lalu kami sempat bertemu anak-anak muda dalam acara Humanies. Di belakang panggung terbentang kain putih bertuliskan “Stop waiting, make the change”. Kalimat sederhana yang menempel di kepala, lama setelah acara selesai.
Tulisan itu jadi pengingat. Dalam waktu hidup yang terbatas, perubahan tak perlu ditunggu. Buatlah perubahan. Jadilah perubahan. Dari karangan bunga warga Akuarium serta kalimat di acara Humanies itulah catatan refleksi ulang tahun kali ini ditulis. Gunakanlah waktu yang masih tersisa untuk meninggalkan jejak yang berarti bagi sebanyak mungkin orang.
Terima kasih untuk setiap doa dan ucapan yang mengalir hari ini. Setiap kalimatnya dirasakan satu per satu, hangatnya terlalu besar untuk dibalas dengan kata-kata. Semoga setiap minggu yang masih dititipkan kepada kita dapat dirawat dengan baik, serta dipakai untuk membawa manfaat bagi sesama.
Guys, ada analisis dari analis intelijen militer Selamat Ginting yang menurut gue adalah salah satu kritik paling substansif bukan soal politik semata, tapi soal sistem militer yang dirusak yang perlu dipahami semua orang.
Dan ini bukan serangan personal terhadap Teddy. Ini tentang preseden berbahaya yang sedang dibangun.
Mulai dari fakta yang paling dasar:
Teddy Indra Wijaya Seskab baru saja naik pangkat menjadi Letkol.
Dia lulusan Akmil 2011.
Dan menurut Peraturan Panglima TNI 2022 lulusan 2011 baru bisa menjadi Letkol setelah 23 tahun masa dinas.
Artinya baru layak sekitar 2034.
Sekarang 2026.
Dia baru jadi Letkol.
Selisihnya: 8 tahun lebih cepat dari yang seharusnya.
Dan ini bukan pertama kalinya:
Naik dari Kapten ke Mayor sudah melebihi teman seangkatannya.
Naik dari Mayor ke Letkol melebihi lagi.
Dan semuanya menggunakan mekanisme yang menurut Selamat Ginting tidak ada dalam aturan TNI: disebut "kenaikan pangkat reguler dipercepat" istilah yang menurutnya diadakan-adakan karena Teddy juga tidak memenuhi syarat untuk KPLB kenaikan pangkat luar biasa yang biasanya diberikan kepada prajurit yang mengorbankan jiwa raga di medan tempur.
KPLB pun sudah pernah diberikan kepada Teddy dua kali sebelumnya tanpa ada prestasi tempur yang setara dengan pengorbanan yang biasanya menjadi syarat.
Soal posisi Seskab dan ini yang paling kritis secara hukum:
UU TNI Nomor 34 Tahun 2004 Pasal 47 menyebut ada 10 posisi sipil yang boleh diduduki perwira aktif TNI tanpa harus pensiun dulu.
Daftarnya: Kemenko Polkam, Kemenhan, Lemhannas, Wantanas, BIN, BSSN, Basarnas, BNN, Mahkamah Agung kamar militer, dan Sekretaris Militer Presiden.
Sekretaris Kabinet tidak ada dalam daftar itu.
Artinya — secara hukum Teddy seharusnya pensiun atau mundur dari dinas militer dulu sebelum menjabat Seskab.
Seperti yang dilakukan AHY ketika mau ikut Pilkada Jakarta 2017.
Seperti yang dilakukan Sugiono, Iftitah Sulaiman, dan perwira lain yang memilih jalur politik.
Tapi Teddy tidak melakukan itu.
Dia tetap aktif di TNI sambil menjabat Seskab.
Dan ada keanehan lain yang Selamat Ginting soroti:
Kalau Seskab setara eselon 2 seperti yang diklaim pemerintah maka pangkat yang sesuai adalah Brigadir Jenderal bukan Letkol.
Artinya Teddy sekarang sebagai Letkol bahkan belum memenuhi syarat pangkat untuk jabatan Seskab yang dia pegang.
Proyeksi yang mengerikan menurut analisis Ginting:
2026 — Letkol.
2027 — Kolonel.
2028 — Brigadir Jenderal
baru memenuhi syarat pangkat untuk Seskab.
Naik pangkat tiap tahun.
Melompati angkatan-angkatan di atasnya.
Termasuk melampaui 6 angkatan senior yang belum Letkol sampai sekarang.
Dampak ke moral dan sistem TNI dan ini yang paling serius:
Selamat Ginting bilang dia menerima banyak pesan WhatsApp dari perwira tinggi bintang 1 sampai 4 yang resah dengan kasus Teddy.
Dan ini bisa dipahami kenapa.
Bayangkan ada perwira lulusan 2006
5 angkatan di atas Teddy yang sudah seskoat,
sudah Diklatpim 2,
sudah semua syarat terpenuhi sampai sekarang belum Letkol.
Sementara Teddy lulusan 2011 tanpa memenuhi syarat pendidikan yang sama sudah Letkol karena dekat dengan Presiden.
Apa yang terjadi pada moralitas dan integritas sistem kenaikan pangkat TNI kalau ini dibiarkan?
Perbandingan sejarah yang paling mengena:
Selamat Ginting menyebut contoh dari Mesir panglima militer yang hanya berpengalaman sampai Mayor di lapangan, tapi karena dekat dengan lingkaran istana tiba-tiba jadi Jenderal dan memimpin pertempuran.
Hasilnya: memalukan Mesir secara militer.
Dan di dalam negeri sendiri ada preseden dari zaman Soekarno.
Ketika Presiden menempatkan tokoh yang tidak layak sebagai Kepala Staf AD TNI tidak terima.
Pelantikannya hanya dihadiri korp musik pemadam kebakaran.
TNI menolak hadir. Panglima tidak bisa masuk Markas Besar karena dikuasai yang menentang. Berujung pada Peristiwa 17 Oktober 1952.
Sejarah punya cara mengingatkan.
Rekomendasi Selamat Ginting — dan ini yang paling jelas:
Pensiunkan Teddy.
Kalau mau jadi Seskab, pensiun dulu dari militer.
Baru tempatkan di sana.
Kalau masih aktif di TNI, kembalikan ke Kopassus kirim ke Papua, pimpin Kompi menghadapi OPM.
Kopassus bukan tugasnya buka tutup pintu. Seharusnya buka tutup pertempuran."
Dan peringatan yang paling keras:
Kalau Prabowo teruskan ini bisa jadi hak angket di DPR mempersoalkan Presiden melanggar UU TNI. Prabowo bisa jatuh hanya gara-gara menyelamatkan orang-orang ini."
Ini bukan soal Teddy Indra Wijaya sebagai pribadi.
Dia mungkin orang yang kompeten dan loyal.
Ini soal sistem yang dirusak ketika loyalitas personal mengalahkan mekanisme yang sudah dibangun bertahun-tahun untuk menjaga integritas institusi militer.
TNI bukan perusahaan keluarga di mana bos bisa mempromosikan siapapun yang dia mau kapanpun dia mau.
TNI adalah institusi dengan hierarki, aturan kenaikan pangkat, dan persyaratan pendidikan yang dibangun bukan untuk menghalangi orang tapi untuk memastikan yang naik benar-benar siap memimpin.
Ketika aturan itu dilanggar karena kedekatan dengan presiden pesan yang diterima oleh ribuan perwira yang mengikuti aturan adalah: kerja keras dan prestasi tidak sepenting berada di lingkaran yang tepat.
Dan ketika TNI mulai berpikir seperti itu kita semua yang rugi.
Pak @aniesbaswedan lagi ngapain
Maaf lagi sibuk membangun & meresmikan jembatan titian persatuan bareng @aksibersama_
Dan masyarakat setempat.
MasyaAllah...berkah buat semua 🙏
Kalo di film adanya @tungguakusuksesnanti, kalo MinGer nungguin kamu gabung Gerakan Rakyat 😬 ayo gabung jadi anggota Gerakan Rakyat dengan klik https://t.co/Xt8bQzevMM
Terinspirasi oleh Poster Film Tunggu Aku Sukses dan dimodifikasi melalui Artificial intelligence (AI)
Achmad Khozimudin selalu CADAS pernyataannya:
PERTAMA
Rismon mengajukan RJ itu sudah bukan dari tim advokasi anti kriminalisasi akademisi dan aktivis
KEDUA
Siapapun yang berupaya berdamai dengan Joko Widodo dalam kasus ijasah berarti sudah BERKHIANAT terhadap perjuangan
KETIGA
Pengkhianatan adalah upaya pembersihan perjuangan
EMPAT
Komitmen perjuangan menolak kezaliman, kebohongan, kepalsuan
Yang terjadi adalah konfirmasi kubu Joko Widodo untuk ADU DOMBA dan PECAH BELAH
Tim juga tetap meminta dilanjutkan kasus dugaan ijazah palsu Rismon Sianipar karena tidak ada pembelaan bagi siapapun yang berijasah palsu
Masjid Nabawi dan Muhammadiyah: Tarawih Kembali ke Praktik Nabi Saw
Kabar tentang pelaksanaan salat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada Ramadan 1447 H/2026 M menarik perhatian banyak kalangan. Otoritas Dua Masjid Suci mengonfirmasi bahwa Tarawih akan dilaksanakan dengan 10 rakaat ditambah dengan 3 rakaat witir.
Karenanya jumlah salat Tarawih di Dua Masjid Suci umat Islam itu pada tahun 2026/1447 berjumlah 13 rakaat. Barangkali 13 rakaat itu terdiri dari 2 rakaat iftitah, 8 rakaat qiyam Ramadan, dan 3 rakaat witir.
Bagi sebagian umat Islam, kebijakan ini terasa baru. Namun jika ditarik ke belakang, justru sebaliknya: inilah praktik yang paling dekat dengan apa yang dilakukan Rasulullah saw. Hadis sahih dari ‘Aisyah ra dengan tegas menyebutkan bahwa Nabi saw tidak pernah menambah salat malamnya lebih dari 11 rakaat.
مَا كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً (رواه الب��اري ومسلم)
“Rasulullah saw tidak pernah menambah salat malamnya, baik di bulan Ramadan maupun di bulan lainnya, lebih dari 11 rakaat.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Inilah dasar utama qiyam Ramadan Nabi, yang kemudian dikenal sebagai salat Tarawih.
Pada masa Rasulullah saw, Tarawih tidak selalu dilakukan berjamaah setiap malam. Beberapa kali beliau keluar dan mengimami para sahabat di masjid, lalu berhenti karena khawatir ibadah itu akan dianggap wajib. Namun jumlah rakaat salat malam beliau tetap konsisten. Inilah praktik yang kemudian menjadi rujukan paling kuat dalam memahami Tarawih.
Tradisi ini tidak serta-merta berubah setelah wafatnya Nabi saw. Ketika Umar bin Khattab ra menertibkan pelaksanaan Tarawih berjamaah di Masjid Nabawi sekitar tahun 14 H/635 M, ia memerintahkan agar Tarawih dilaksanakan secara teratur. Tidak ada riwayat sahih yang menunjukkan bahwa Umar secara resmi mengubah jumlah rakaat Tarawih dari praktik Nabi.
Begitu pula pada masa ‘Utsman dan ‘Ali ra, tidak ditemukan keterangan kuat tentang perubahan jumlah rakaat Tarawih di Masjid Nabawi. Dengan demikian, sangat mungkin bahwa selama masa Khulafa Rasyidin, Tarawih di Masjid Nabawi tetap dilaksanakan dengan 11 rakaat.
Perubahan jumlah rakaat justru terjadi pada periode-periode berikutnya, seiring perubahan kebijakan dan kondisi sosial-politik. Pada masa Mu‘awiyah, jumlah rakaat Tarawih di Masjid Nabawi bertambah. Dalam perjalanan sejarah selanjutnya, Tarawih pernah dilaksanakan dengan jumlah yang sangat banyak. Bahkan mencapai 36 rakaat sebelum witir. Lalu berubah lagi menjadi 20 rakaat, dan kemudian distandarkan dalam format tertentu pada masa kekuasaan Saudi sejak 1926 hingga hari ini.
Dalam konteks inilah praktik Muhammadiyah menemukan relevansinya. Sejak awal, Muhammadiyah memilih melaksanakan Tarawih dengan 11 rakaat berdasarkan hadis sahih ‘Aisyah dan prinsip kembali kepada Sunnah Nabi saw.
Pilihan ini bukan untuk menegasikan praktik lain, melainkan sebagai ikhtiar menjaga kedekatan dengan contoh Rasulullah.
Karena itu, ketika hari ini Masjid Nabawi dan Masjidil Haram melaksanakan Tarawih dengan format 13 rakaat, bagi warga Muhammadiyah, kabar ini terasa akrab. Ada benang merah yang kuat antara apa yang kini dilakukan di Dua Masjid Suci itu dan apa yang selama ini dipraktikkan di banyak masjid Muhammadiyah.
Sumber: https://t.co/aIztingZNr
#Muhammadiyah
Mengapa Puasa 2026 Dimulai 18 Februari?
Ismail Fahmi
Bagi warga Muhammadiyah dan umat Islam yang mengikuti perkembangan kalender Islam, tahun 2026 (1447 Hijriah) menandai sebuah tonggak sejarah baru. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Mungkin Anda bertanya: “Kenapa hari Rabu? Bukankah di Indonesia hilal kemungkinan besar belum terlihat pada Selasa sore?”
Jawabannya terletak pada penggunaan sistem baru yang disebut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Mari kita bedah alasannya dengan bahasa yang sederhana.
1. Prinsip "Satu Hari, Satu Tanggal di Seluruh Dunia"
Dulu, Muhammadiyah menggunakan metode Wujudul Hilal yang cakupannya lokal (Indonesia saja). Namun, mulai tahun ini, Muhammadiyah beralih ke KHGT.
Prinsipnya sederhana: Bumi ini satu. Jika di salah satu bagian bumi—entah itu di Indonesia, Afrika, atau Amerika—syarat posisi bulan sudah terpenuhi, maka seluruh dunia dianggap sudah memasuki bulan baru.
2. "Pahlawan" dari Alaska
Mengapa Muhammadiyah menetapkan 18 Februari sebagai awal puasa? Kuncinya ada pada data astronomi pada hari Selasa, 17 Februari 2026.
Berdasarkan perhitungan perhitungan sains (astronomi):
Ijtimak (Konjungsi): Bulan baru lahir pada pukul 12:01 UTC.
Syarat Masuk Bulan Baru: Ketinggian bulan harus minimal 5 derajat dan jarak lengkung (elongasi) minimal 8 derajat.
Fakta Lapangan: Di wilayah Indonesia, posisi bulan memang masih sangat rendah pada Selasa sore. Namun, di belahan bumi bagian barat, tepatnya di wilayah Alaska, syarat "5 derajat & 8 derajat" tersebut sudah terpenuhi.
Karena syarat sudah terpenuhi di satu titik di daratan bumi (Alaska), maka menurut prinsip KHGT, malam itu seluruh dunia sudah masuk waktu Ramadan, dan besoknya (Rabu) dimulai ibadah puasa.
3. Perbedaan dengan Turki
Inilah bagian yang sempat dipertanyakan oleh publik karena adanya perbedaan dengan kalender Turki (Diyanet).
Turki (Diyanet) tidak menghitung wilayah Alaska karena faktor kepadatan penduduk yang minim dan kesulitan administratif.
Namun, Muhammadiyah tetap mengakuinya karena Alaska adalah daratan resmi yang berpenghuni.
4. Diperkuat oleh Keputusan Ulama Amerika (FCNA)
Langkah Muhammadiyah ini bukan tanpa kawan.
Fiqh Council of North America (FCNA), lembaga fatwa terkemuka di Amerika Utara, juga menetapkan hal yang sama.
Dalam pengumuman resminya, FCNA menegaskan bahwa pada malam 17 Februari 2026, kriteria astronomis sudah terpenuhi di wilayah barat, termasuk California dan Alaska.
FCNA mengakui bahwa ini adalah kondisi yang unik karena bulan mungkin sangat sulit dilihat dengan mata telanjang, namun secara perhitungan matematis, bulan sudah ada.
Dengan kesamaan keputusan antara Muhammadiyah dan FCNA, ini menunjukkan adanya langkah nyata menuju kesatuan kalender Islam global yang berbasis ilmu pengetahuan.
5. Menjawab Keraguan
Mungkin ada perbedaan dengan beberapa negara lain atau organisasi lain yang memulai puasa pada hari Kamis, 19 Februari.
Hal ini biasanya terjadi karena mereka mensyaratkan bulan harus bisa "terlihat secara fisik" di wilayah masing-masing (rukyat lokal).
Namun, Muhammadiyah menekankan bahwa di era modern ini, Hisab (perhitungan) adalah cara yang paling pasti dan objektif untuk memberi kepastian tanggal bagi umat jauh-jauh hari, sekaligus meminimalisir perbedaan hari raya yang sering membingungkan.
6. Bukan Penyeragaman, Tapi Kesatuan Hati
Satu poin penting yang ditekankan baik oleh Muhammadiyah maupun FCNA adalah sikap dalam menyikapi perbedaan.
Tahun 2026 adalah tahun dengan kondisi astronomis yang unik, di mana kemungkinan perbedaan awal puasa sangat besar terjadi.
Dalam konteks ini, kita perlu memahami makna Kebersamaan yang sesungguhnya:
Persatuan bukan berarti memaksa orang lain untuk mengikuti pilihan kita, lalu menganggap mereka yang berbeda sebagai pihak yang "salah".
Setiap metode—baik itu Hisab Global maupun Rukyat Lokal—memiliki landasan ijtihad yang kuat.
Kebersamaan sejati terletak pada niat yang sama untuk menyembah Allah SWT.
Jika tetangga atau saudara kita memulai puasa di hari yang berbeda, hal itu tidak mengurangi nilai ibadah masing-masing.
Fokus utama kita adalah esensi Ramadan: menahan diri, berbagi, dan meningkatkan ketaatan.
Sebagaimana disampaikan FCNA, keputusan akhir ada pada keyakinan hati masing-masing individu dan komunitasnya.
Yang terpenting adalah kita memiliki dasar yang jelas dalam beribadah dan tetap menjaga kasih sayang antar sesama muslim.
7. Kesimpulan
Penetapan 1 Ramadan pada Rabu, 18 Februari 2026 oleh Muhammadiyah adalah hasil perpaduan antara ketaatan pada syariat dan kecanggihan ilmu astronomi.
Dengan merujuk pada data global—termasuk bukti posisi bulan di wilayah Alaska yang juga diakui oleh para ahli di Amerika (FCNA)—Muhammadiyah mengajak umat untuk mulai memandang kalender Islam sebagai satu kesatuan global.
Referensi
https://t.co/Fo0dXWxSOZ
https://t.co/HNjOrUxAxF
Partai Gerakan Rakyat baru saja mendeklarasikan diri sebagai partai politik pada pertengahan Januari 2026 (bertransformasi dari ormas dengan nama yang sama).
Berikut adalah nama-nama dan tokoh kunci di balik partai tersebut :
1. Anies Baswedan (Tokoh Utama/Inspirator)
Meskipun dalam struktur partai saat deklarasi statusnya disebut sebagai Anggota Kehormatan (pemegang KTA nomor 0001) dan Tokoh Inspirasi, Anies Baswedan adalah figur sentral dari partai ini.
Partai ini secara eksplisit didirikan sebagai kendaraan politik untuk mendukung Anies Baswedan maju kembali sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2029.
Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Calon Presiden pada Pilpres 2024. Basis massa partai ini berasal dari relawan pendukung Anies.
2. Sahrin Hamid (Ketua Umum)
Sahrin Hamid adalah figur eksekutor utama yang memimpin struktur partai.
Menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat. Sebelumnya, ia adalah Ketua Umum ormas Gerakan Rakyat.
Ia dikenal sebagai mantan juru bicara Anies Baswedan di Pilpres 2024 dan pernah menjabat sebagai Ketua DPW PAN (Partai Amanat Nasional) Maluku.
3. Muhammad Ridwan (Sekretaris Jenderal)
Muhammad Ridwan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) yang mengurusi administrasi dan organisasi partai. Ia sebelumnya juga memegang posisi yang sama saat Gerakan Rakyat masih berbentuk ormas.
Perubahan status dari ormas menjadi partai politik diputuskan melalui mekanisme internal (Rakernas) dengan tujuan utama mengonsolidasikan kekuatan relawan menjadi kekuatan politik formal untuk pemilu mendatang.
Tak dapat dipungkiri bahwa diresmikannya partai politik Gerakan Rakyat adalah antitesis Prabowo, yakni manifesto Anies Baswedan yg menolak tunduk pada rezim yang sekedar membebek dan melegitimasi manipulasi konstitusi dinasti Jokowi.
Gerakan Rakyat adalah ultimatum moral oposisi yg amanah, fatonah dan sadiq, untuk tetap istiqomah menolak hanyut dalam arus pemerintahan yg menjadi bayang-bayang dinasti cacat etika politik.
Anies Baswedan memilih jalan terjal oposisi daripada kenyamanan istana yg dibangun di atas reruntuhan integritas. Ini bukan sekadar soal kursi kekuasaan, ini adalah soal menjaga harga diri dan kehormatan demokrasi agar tetap waras.
“Sebuah garis tegas, bahwa integritas tak bisa ditukar dengan kursi kekuasaan.”
Mantan Calon Presiden 2024, Anies Baswedan, resmi dilantik sebagai anggota kehormatan ormas Gerakan Rakyat. Anies bahkan diberikan kartu tanda anggota (KTA) nomor 0001.
Baca di: https://t.co/HrMT0NztGC.
| #AniesBaswedan
IB HABIB RIEZIEQ SYIHAB, SERUKAN UMMAT DUKUNG DAN KAWAL 8 ORANG YANG DITERSANGKAKAN POLDA.
Atas penetapan tersangka oleh Polda Metro Jaya kepada para pejuang keadilan : Eggi Sudjana, Roy Suryo, Rismon, Dr Tifa dan lainya, IB HRS menyerukan agar ummat, laskar dan semua masyarakat mengawal dan mendukung perjuangan yg dilakukan oleh mereka untuk membongkar Ijasah palsu Jokowi.
Jangan sampai para pejuang keadilan dan kebenaran itu dikriminalisasi ..