Fyi, argumen para pecinta LGBT itu lucu² dan rapuh banget.
Pernikahan laki-laki & perempuan itu bukan patriarki, justru sistem yang paling adil dan natural sesuai fitrah manusia.
Suami bertanggung jawab penuh sebagai qawwam (pemimpin & penanggung jawab): mencari nafkah, melindungi, membiayai istri & anak. Sedangkan istri punya peran mulia mengurus rumah tangga & mendidik anak, tapi bukan budak.
Istri tetap boleh bekerja, punya harta sendiri, dan suami wajib memperlakukannya dengan baik (mu'asyarah bil ma'ruf). Bahkan nafkah lahir batin tetap jadi kewajiban suami, meski istri kaya.
Sekarang bandingkan dengan pasangan sesama jenis yang mereka puji:
- Tidak ada pembagian peran alami → seringnya malah timbul kompetisi ego, dominasi fisik/emosional, atau "siapa yang jadi laki-laki" (top/bottom) yang justru meniru pola heteroseksual tapi dipelintir.
- Tidak ada fitrah reproduksi & pewarisan keturunan yang sah.
- Statistik dunia (bahkan di negara Barat yang super liberal) menunjukkan hubungan sesama jenis cenderung lebih pendek, tingkat kekerasan & perselingkuhan lebih tinggi, dan anak yang dibesarkan di lingkungan itu punya risiko psikologis lebih besar.
So, nikah yang bener, ya guys. Jangan ikut-ikutan narasi yang rusak fitrah. 🔥