@bule20s@MAZaelani_kaw@GIBOLofficial ngomongin pikun ya, btw masih inget kejadian ferdinand sinaga sama atep? oh mungkin kejauhan ya takut lu pikun. inget ga febry haryadi waktu main sea games di lemparin botol sama anjing” waktu korner sama yang katanya the next level itu. pikun? apa munafikun?
dulu ferdinand sinaga terus atep lalu febry haryadi sekarang beckam putra, emang udah menjadi mendarah daging disono mah gabisa bedain mana bela negara sama rivalitas club.
makan nya jangan pada aneh kalau warga bandung gapada punya gairah dukung timnas Indonesia ya😉
Hal hal kaya gini sangat disayangkan masih terjadi. Rivalitas club di bawa sampai ke Timnas. Mereka mewakili lambang garuda di dada.
Please lah udah 2026 masih begini.
merinding banget, ini aku ngetik nya aja sambil gemeteran😔, plis lah respect each other ga semua warga paris itu suka sepak bola, karena ada pendatang juga yang nyari ilmu dan pekerjaan disini.
tolong banget ya apalagi buat para mahasiswa kalau ada kayak gini gabisa makan.
Misuh! jangan lupa pake bahasa inggris ya mahasiswa Institut Teknologi Paris, biar mereka ga ngerti misuh kita.
PSG really got me starving rn. No driver's taking my ShopeeFood order because the whole city's out celebrating. This is actually ruining my day. Ultras PSG are bastard
wtf, ini serius dia mempertanyakan ini?
kalau emang dia mahasiswa, perlu ditanyakan pemahaman tentang peran fungsi mahasiswa dan tridarma perguruan tinggi.
Dan untuk konflik Bobotoh vs Mahasiswa ITB.
Saya cuma bisa berharap, pasang wajah asli kalian untuk memberikan kritik, jgn terlalu pengecut.
Bagi bobotoh Persib, mulai buat belajar terima segala kritikan.
Persib sudah melangakah jauh, ges kuduna arurang ge milu baju. Nuhun
Sekalinya ikut aksi, sikap classist nya muncul ke massa yang gak pake almet
Padahal di dalem massa non-almet itu mayoritas nya juga Bobotoh yg sekarang konvoy loh. Bahkan lebih sering beririsan sama grass roots dari pada lu lu pade di ruang kelas ber-AC~
Dalam agenda perjuangan rakyat di Bandung, bagi barudaks massa aksi yg turun ke jalan: Unisba-Unpas dan kawasan Tamsar bawah lebih berguna daripada ITB.
Makanya ngobrol/baca soal kota dan bagaimana masyarakat menghidupi tradisinya. Belajar di almamater bagus percuma kalo cuma jadi syarat validasi di pertemuan keluarga doang mah, pinternya cuma sebatas angka, kecerdasannya remed dari TK.