a government agency and law enforcement, yet they cant even handle a rape case properly. one year of doing absolutely nothing, the victim deserves justice, not bureaucratic neglect from KPAI and polri.
- Korban mengalami depresi berat, trauma, & histeria berulang. Korban keluar dari sekolah karena dibully, merasa hidupnya hancur separuh.
- Sikap pelaku saat mengetahui korban histeris & kambuh trauma justru menertawakan, meremehkan, & mengejek korban. Keluarga pelaku bahkan sempat mengancam akan menyebarkan kasus ini ke teman2 korban.
- Pelaku juga punya pacar lain saat manipulasi korban, sering pake data orang lain untuk pinjol sampai Rp 25 juta.
- Channel YT pelaku sempat masih aktif & unggah konten setelah kejadian, tapi saat ini sudah tidak aktif.
- Korban merasa putus asa karena harus berulang kali ceritakan trauma kepada penyidik polisi, sementara pelaku masih bebas berkeliaran.
- Korban khawatir polisi terbitkan SP3 untuk kasus ini jika tidak dapat perhatian publik.
Tolong @DivHumas_Polri@ListyoSigitP@kpp_pa bantu korban dapatkan keadilan dong!
aku heran kok jule gak sakit hati atau marah sih kata-kata "siang bolong dapet janda" "nidurin emaknya" "dibungkus" menurut aku itu worst bangettt mau secinta apa jugaaa...