BANTU REPLY GAESS!!!
Seorang warga Pejompongan, Tanah Abang dinyatakan hilang sampai sekarang belum diketahui keberadaannya
Dia dibawa oleh sejumlah gabungan Aparat dan Ormas Grib.
Dalam sebuah video dia terlihat mendapatkan perilaku kekerasan.
Dia murid Kelas 12 MA Jamiet Kheir yang bernama Fatur.
#demo #27Agustus #Botok
Analisis Manusia Merdeka (Muhammad Said didu) tgl 18 Agustus, terbuka satu demi satu dari pertemuan Jokowi dg timnya tgl 24 Agustus.
1) bahwa mereka sedang menyiapkan sesuatu - ditegaskan oleh Budi Arie bhw harus siap ambil kekuasaan.
2) bahwa ada poros SSB (Singapura, Solo, Bandung) dipertegas oleh Farhad Abbas untuk memasangka Gibran - Dedy Mulyadi.
Semua pernyataan tersebut disampaikan di depan Jokowi dan dinikmati dengan senyum.
Kita tunggu bocoran lainnya
KORBAN DEMO TADI MALAM🚨
KRONOLOGI MENINGGALNYA ALM BAMBANG SETIAWAK🥀😭
Terkait laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dan korban luka di kawasan Pejompongan, berikut adalah rekonstruksi kronologi kejadian serta analisis mengenai dinamika tanggung jawab penanggung jawab aksi unjuk rasa wak.
KRONOLOGI KEJADIAN di PEJOMPONGAN
1. Eskalasi Larut Malam (27–28 Agustus 2026):
Memasuki dini hari, penumpukan dan pergerakan massa cair bergeser dari perimeter Gedung DPR/MPR RI dan Slipi menuju koridor Pejompongan Raya, Petamburan, dan Tanah Abang.
2. Bentrokan di Ruang Publik:
Di tengah kondisi lapangan yang minim penerangan dan gangguan sinyal seluler, terjadi gesekan fisik di area Pejompongan yang melibatkan kelompok massa tak dikenal. Dalam insiden tersebut, seorang warga bernama BAMBANG SETIAWAN dilaporkan meninggal dunia akibat pengeroyokan, sementara seorang pelajar bernama FATHUR mengalami luka-luka dan kondisi terkini masih dalam pemantauan medis.
3. Pembersihan Konten Digital:
Sejumlah rekaman video amatir yang mengabadikan insiden pengeroyokan tersebut sempat beredar di platform media sosial sebelum akhirnya diturunkan/takedown Diduga oleh Kementerian Komunikasi dan Digital untuk mencegah penyebaran konten kekerasan serta menjaga kondusivitas situasi.
EVALUASI TANGGUNG JAWAB PENYELENGGARAAN AKSI (AMPB)
Insiden tragis ini menyoroti persoalan krusial dalam manajemen unjuk rasa skala besar di ibu kota:
* Tanggung Jawab Hukum dan Moral Korlap:
Sesuai ketentuan UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, penanggung jawab aksi dan koordinator lapangan (korlap) memiliki kewajiban mutlak untuk memimpin, mengendalikan, serta memastikan keselamatan peserta maupun warga sekitar hingga massa benar-benar membubarkan diri secara tertib.
* Kelemahan Pengendalian Massa Cair:
Tindakan meninggalkan lokasi aksi lebih awal /walkout oleh koordinator lapang ketika massa dalam jumlah besar sudah terkumpul mencerminkan kegagalan manajemen risiko. Hal ini menciptakan kekosongan kepemimpinan/power vacuum, yang membuat massa aksi murni berbaur dengan kelompok penyusup atau provokator tanpa ada alur evakuasi yang jelas.
* Penyalahgunaan Ruang Demokrasi:
Aksi unjuk rasa di ibu kota yang berujung pada kekerasan dan jatuhnya korban jiwa warga sipil merusak legitimasi perjuangan aspirasi masyarakat. Penyelenggaraan aksi tanpa kesiapan logistik, pengamanan internal/ satgas aksi, dan skema pembubaran yang matang sangat berisiko dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Guna mencegah berulangnya insiden serupa, penegak hukum perlu melakukan investigasi tuntas atas tindak pidana pengeroyokan tersebut serta memanggil para penanggung jawab aksi untuk dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan hukum yang berlaku.
Kebiadaban ormas premanisme grib hingga merenggut nyawa seorang bapak bambang setiawan (60 thn) warga pejompongan
Beliau bukan pendemo, hanya seorang warga sedang lewat hendak pulang ke rumah setelah menolong tetangganya ke rumah sakit💔🥀
KETIKA SEORANG ILMUWAN MENJADI TERDAKWA
Ada sebuah ironi besar ketika saya, seorang ilmuwan duduk di kursi terdakwa.
Seumur hidup saya dilatih untuk menghadapi pertanyaan.
Mengapa? Apa buktinya? Bagaimana mekanismenya? Bisakah hipotesis itu diuji?
Tetapi hari ini, pertanyaan itu diarahkan kepada saya.
Secara neurosains, menjadi terdakwa bukan sekadar perubahan status hukum, melainkan erubahan konteks biologis: otak berhadapan dengan ancaman, ketidakpastian, evaluasi sosial, dan kemungkinan konsekuensi besar dalam waktu yang bersamaan.
Apa yang terjadi pada otak, tubuh, dan metabolisme?
Sistem deteksi ancaman bekerja. Perhatian menjadi lebih waspada. Tubuh bersiap menghadapi tekanan.
Dan pada saat yang sama, korteks prefrontal dituntut tetap bekerja optimal: berpikir jernih, mengingat fakta, memahami pertanyaan, mengendalikan impuls, dan menyusun jawaban.
Di sinilah paradoksnya.
Otak yang sedang menghadapi ancaman justru diminta menghasilkan kejernihan intelektual.
Dan bagi seorang ilmuwan, tantangan itu menjadi lebih besar.
Karena seorang ilmuwan terbiasa berdiri di luar objek penelitian.
Mengamati. mengukur. menguji. mempertanyakan.
Tetapi sekarang, dirinya sendirilah yang sedang diuji.
Saya tidak lagi hanya berhadapan dengan persoalan hukum. Tetapi berhadapan dengan sebuah keadaan yang memaksa diri menggunakan kapasitas intelektual dalam tekanan sosial yang luar biasa.
Maka ketenangan seorang ilmuwan yang menjadi terdakwa bukan sekadar persoalan keberanian.
Melainkan bentuk pengendalian diri. Kemampuan untuk tidak membiarkan amarah mengambil alih penalaran. Kemampuan untuk tidak membiarkan ketakutan menggantikan argumentasi. Kemampuan untuk tetap membedakan antara persepsi, opini, bukti, dan fakta.
Dan mungkin di situlah kualitas seorang ilmuwan benar-benar diuji.
Bukan ketika saya berada di laboratorium dalam keadaan tenang. Di lapangan dalam keadaan terkendali.
Tetapi ketika seluruh keadaan memaksanya kehilangan ketenangan, dan saya tetap memilih berpikir.
Sebab pada akhirnya, sebagai ilmuwan saya tidak mempertahankan diri dengan suara yang paling keras.
Tetapi mempertahankan diri dengan data, logika, konsistensi, dan keberanian untuk membiarkan setiap klaim diuji.
Ruang sidang menjadi laboratorium yang berbeda. Tidak ada mikroskop. Tidak ada tabung reaksi. Tidak ada papan tulis penuh persamaan.
Yang ada adalah manusia, kesaksian, dokumen, bukti, argumentasi, dan hukum.
Dan di tengah semuanya, kini saya duduk sebagai terdakwa.
Bukan berarti saya telah terbukti bersalah. Terdakwa itu The Defendant.
Posisi terhormat karena saya sedang mempertahankan diri dari ancaman seseorang yang ingin memenjarakan saya karena ingin melindungi kejahatannya
Saya sedang mempertahankan kehormatan dan masa depan anak-anak saya.
Maka tugas saya sekarang sederhana sekaligus sangat berat:
tetap waras dalam tekanan, tetap ilmiah dalam berpikir, tetap bermartabat dalam bersikap, dan membiarkan kebenaran diuji melalui proses pembuktian.
Mungkin inilah eksperimen terbesar dalam hidup seorang Dokter Tifa.
Bukan eksperimen terhadap tubuh manusia. Bukan eksperimen di laboratorium.
Tetapi eksperimen terhadap ketahanan manusia ketika ilmu, hukum, reputasi, dan tekanan sosial bertemu dalam satu titik.
Dan sejarah sering kali mengingat bukan hanya siapa yang pernah berada di kursi terdakwa.
Tetapi bagaimana seseorang bersikap ketika berada di sana.
Semoga sejarah kelak mencatat kisah saya dengan tinta yang wanginya seperti bunga.
Lagi2 kasus perundungan dan penganiyayaan terjadi, kali ini korban adalah seorang siswa SMA di Kebumen. Pelaku diduga adalah kakak kelas.
Semoga dapat segera diusut tuntas.
Mari bantu sebarkan video ini.
🚨إحدى أكثر المشاهد رعبًا التي سُجلت على جزيرة جيفري إبستاين—وهو أمر حاولت وسائل الإعلام اليسارية المتطرفة يومًا ما نفيه على أنه مُرَكَّب—كانت طقسًا شيطانيًا أُجري على نساء في الموقع. يجب كشف الحقيقة للعالم، وعقاب المتورطين.
🔴شارك هذا حتى يعرف العالم عن هذه الأعمال المروعة.
El ejército sionista prohibió hoy caminar por las calles a los residentes palestinos y convirtió los barrios de la ciudad vieja de Jerusalén en exclusivos para el paso de los colonos sionistas.
Esta segregación racial ocurrió en el Gueto de Varsovia bajo control nazi, la historia se repite pero esta vez no se hacen películas ni parece importarle al mundo.
🚨تم الكشف عن واحدة من أكثر المشاهد وحشية في تاريخ البشرية.
🛑لقد قصفونا حتى في الخيام محرقين إيانا أحياء بينما كنا ننام. إسرائيل قد ارتكبت أبشع الأعمال التي شهدتها البشرية على مر التاريخ
لحظة يجب أن لا ينساها العالم أبداً.