Al Insyiroh + laa haula wa laa quwwata illaa billaah + hasbunallah wa ni’mal wakiil = combo maut. semua auto terasa mudah. ada aja pertolongan Allahnya
AMPUH TOP MARKOTOPPPPPPP😭🫶
My take, itu bukan soal “sifat asli”
It’s a stress response.
Ketika seseorang dihadapkan dengan situasi yang stressful, secara insting setiap kita akan berubah ke mode defensif. Orang saat di mode defensif ini akan banyak mengeluarkan energi ataupun sikap negatif, kenapa? Karena dirinya merasa terancam.
Ada perceived threats di dalam otak mereka.
For me, itu bukan “sifat asli”, human behavior itu kompleks, kita ga bisa judge one’s character based on one event, apalagi di situasi yang stressful.
yg sedihnya adalah kita masing-masing tuh sebenarnya punya banyak potensi dan impian... tapi semuanya gabisa berkembang maksimal karena masalah ekonomi dan finansial yang terbatas :") hiks.
tlong ya tementemen sbisa mungkin kalo misal order makanan/anything minta dianterin ke tmpat dipantau aplikasinya berkala, klo drivernya udh deket siap2lah buat ambil. atau kabarin aja kalo memang gabisa ambil biar drivernya bisa taruh mkanannya, jangan dibuat nunggu lama.
Aku punya teman, dengan kesadaran penuh menunda hamil sampai 8 tahun,
Krn apa?
Krn dia bner2 mau matangkan diri jadi seorang ibu, Krn abis nikah dia lagi belajar jadi istri dan explore byk hal baru trmsuk jadi wanita karir dan traveling breng suami
Gongnya apa?
Pas dia ngerasa udh siap, Allah belum kasih, dan ditahun ke 8, Allah kasih rejeki hamil buat dia, dan tahun lalu lahiran, anaknya udh hampir setahun
Dia bner2 udah siap smuany, baca buku, wktu hamil, cari dokter, cara lahirnya nnti, pas udah lahir ngasih smua Hak Anak, dengerin, ngbrol sama anaknya, tau handle baby bluesnya, anak sakit dan tantrumnya dia nikmatin
Aku mo nangis bgt terharu anaknya terlahir beruntung di rahimnya 😭😭, aku slalu meluk dia kalo ktemu.
Di luar itu shout out buat suaminy yg pengertian, punya komunikasi yg bagus, bisa di ajak kerjasama sebagai partner, paham kebutuhan istri tanpa mengenyampingkan kewajibannya 🤗
Gue iril, umur 30 tahun dan kerja di luar negeri. Di sini gue mau menjelaskan sesuatu dan gue harap kalian baca dengan bener, karena ini penting.
Rejeki, jodoh, kematian itu semua udah diatur Tuhan, dan dalam islam ya rejeki atau keberuntungan itu datang ketika kita uda berusaha. Gitu aja.
Apa yang gue dapet hari ini adalah atas izin yang Kuasa, dan buat dapet izinNya ya harus berusaha, nah masalahnya ada yang namanya usaha keras dan usaha pintar, ayo kita bedah:
Banyak orang mikir kerja keras itu adalah tentang durasi. Kerja 12 jam sehari, lembur sampe tipes, tapi tabungan gitu-gitu aja. Itu namanya Hard Work tanpa Direction.
Ibarat lo mau nebang pohon pakai kapak tumpul. Lo pukul sekuat tenaga 1000 kali (Kerja Keras), tapi pohonnya nggak tumbang-tumbang.
Usaha Pintar itu berhenti sejenak buat asah kapaknya dulu, atau sekalian beli chainsaw.
Gue bedah bedanya di dunia data:
Usaha Keras:
Input data manual satu-satu dari PDF ke Excel tiap hari. Capek? Banget. Kelihatan sibuk? Iya. Tapi value-nya rendah karena lo bisa digantiin sama anak magang atau bahkan bot gratisan.
Usaha Pintar:
Lo belajar Power Query atau bikin Python script buat otomatisasi penarikan datanya. Awalnya emang pusing, harus belajar extra, tapi begitu sistemnya jadi, kerjaan 8 jam selesai dalam 5 menit. Sisa waktunya lo pake buat Critical Thinking: nyari insight dari data itu buat naikin revenue perusahaan.
Tuhan kasih kita otak buat berpikir, bukan cuma otot buat bergerak. Di Islam ada konsep Ihsan melakukan sesuatu dengan sebaik dan seefisien mungkin.
Kalau lo cuma mau kerja keras kayak kuda, ya lo bakal dapet rejeki seharga tenaga kuda. Tapi kalau lo mau rejeki lebih, lo harus kasih value yang nggak bisa dikerjain sama sembarang orang.
Wahh bagus nih, konten gini harus diramein sih 😁
Karena realitanya klo mau edukasi di Indo, kadang harus flexing dulu buat hook biar orang mau baca wkww
Ikutan ahhhh:
Sebagai orang yang baru 2 tahun kerja, umur 26, udah dapet ~34 jt gapok per bulan belum komisi padahal masih staff doang, gue setuju banget.
Sumbernya? Harvard + 3 tahun pengalaman kerja di headhunter/recruitment agency, jadi tau kerjaan apa aja demand apa aja di industri yg bikin orang gajinya gede gede ya pdhl pegawai 😁.
Gue mau elaborasi dikit 3 poin ini:
Cari yang market butuhkan,
Do what you need to do, not what you want
Don’t be cheap (re invest yg bisa bikin nambah gacor wkwk)
Gas baca 👇👇👇
I see you're a cenblu too, so I'm not giving you any exposure by QRT-ing the tweet. I'm going to be a party pooper here, today.
Gue tau ini awalnya hanya bercanda, mungkin justru kritik satir tapi lama-lama bercandaan ini memuakkan sejujurnya.
Kenapa? Karena belum tentu semua orang nangkep ini kritik satir bahwa gap antara biaya layanan Psikologis yang dianggap klien mahal itu pun belum membuat Psikolognya hidup sejahtera.
Percuma generasi sekarang koar-koar kesehatan mental ke generasi atas, eh sekarang sama generasi2 ini pula kesadaran akan kesehatan mental dimentalkan.
Gue tau, ke Psikolog tuh terasa mahal bagi banyak orang tapi coba deh suaranya tuh diarahin ke atas. Jangan ngerusak kesadaran akan kesehatan mental yang udah dibangun.
Sayang kalau ujung2nya kaya generasi atas yang menolak ke Psikolog. Cuma beda versi aja. Generasi ortu kita denial garis keras gak ada masalah, generasi kita denialnya pake bercanda.
Ini bener baget✅
Kita ga ada kewajiban ngajarin orang dewasa etika dasar yang baik dan benar, serta how to respect others.
Keputusan yg tepat mbak, kamu keren.
Kenapa rape jokes & obrolan yg melecehkan GA BOLEH walaupun di trongkrongan inti?
1. Menormalisasi kekerasan seksual
2. Membentuk cara berfikir, awal nya sekedar obrolan, lama-lama itu bisa jadi kebiasaan ketika memandang perempuan
3. Mengobjektifikasi perempuan
4. Echo chamber
genuine advice, from spiritual side:
banyak yang saranin mirroring, tapi ada konsep mirroring yang menurut gue menarik. Dulu gw punya hubungan kaya gini & gue mirroring chat pendeknya, ketidakpeduliannya, etc, lalu gue ditegurlah oleh mentor gue
(cont)
yes suicide is haraam but making someone's life miserable to the point that they wanna take their life is also very very haraam. watch what you say to people because words can take someone to a dark place.
BREAKING: Seorang siswa SMK di Kudus bernama Muhammad Rafif Arsya Maulidi menulis surat terbuka kepada Presiden Prabowo, menolak jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dirinya dan meminta anggaran tersebut (sekitar Rp6,75 juta untuk 1,5 tahun) dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru yang kesejahteraannya masih memprihatinkan.
Ia berargumen bahwa guru jauh lebih berperan membentuk generasi muda daripada program makan gratis, dan suratnya yang diunggah di Instagram menjadi viral.