🚨 Pengabdian 27 tahun 3 bulan seorang ASN. Lenyap begitu aja..
Dari Eselon 3a, di mutasi ke Maluku Utara & jabatannya turun menjadi Pelatihan Teknis — yg setara dg golongan 2d.
Semua karena Menteri PU yang dzalim 🤡☠️
Jaksa minta tentara ngamanin rumah.
Soalnya rumahnya mau digeledah polisi.
Polisi mau geledah karena jaksanya diduga cuci duit.
Cuci duit lewat kafe yang dia punya.
Buat bersihin duit hasil korupsi batu bara.
Korupsi batu bara bikin PLN susah dapet supply.
Akhirnya pemadaman bergilir senegara.
Kalau jaksa ketangkep, polisi harus nyerahin kasusnya ke kejaksaan.
Siapa yang bakal nuntut Jaksa kalau Jaksanya yang ngelakuin korupsi?
Ini udah kaya plot film action drama gak sih guys?
Saya jelaskan sedikit menurut pandangan saya:
AS menjatuhkan 2 bom nuklir ke Jepang bukan untuk mengalahkan Jepang, tapi untuk menunjukkan kepada dunia siapa yang berkuasa dan menunjukkan pada Uni Soviet, Amerikalah yang lebih kuat.
Setelah Jepang di bom dan menyerah tanpa syarat, AS harus memperbaiki citranya, yaitu dengan cara memakmurkan Jepang tapi membuatnya tidak menjadi ancaman.
Maka dipasanglah bom waktu yaitu “Surat Utang Amerika (UST)”
Agar Jepang tidak larut dalam kesedihan kekalahan perang, mereka didanai AS lewat penerbitan surat utang besar-besaran dengan cara Carry Trade.
Carry Trade adalah meminjam uang dari negeri yang suku bunganya murah untuk di diinvestasikan ke negeri yang suku bunganya tidak bisa tinggi. Misalnya pinjam di Meksiko invest di Jepang.
Sebab itu Jepang bertahun-tahun makmur, kaya dan maju, karena uangnya berlimpah akibat suku bunganya murah bahkan minus, bayangin pinjam uang bukan bayar bunga malah dikasih bunga.
Dan tidak akan ada yang mampu menge-short karena dilindungi AS. Beda saat jaman krisis Asia yg Soros shorting Thailand dan Rupiah ke 16K.
Segalah hal murah di Jepang bertahun-tahun, inovasi berjalan, ekspor ke AS, banyak dong duitnya orang Jepang. Nah keberlimpahan duitnya itu dipaksa untuk harus beli UST.
Inilah bom waktunya. Kenapa?
Dollar kuat karena selalu ada permintaan. Setelah dilepas peggingnya dg emas 15 Agustus 1971, maka nilai dollar mengambang, kalau tidak ada permintaan bisa jadi meme coin. Nah supaya ada terus demandnya, maka dipaksa Jepang beli Surat Utang AS (UST).
Inilah maksud Uang = Utang. Uang yg kita pegang sudah berganti definisi “alat menyimpan nilai” menjadi “alat mentransfer nilai” sehingga uang bukanlah store of value. Uang adalah surat utang bank sentral yg berjanji pada pemegangnya menjaga nilainya tapi bohong, alih-alih menjaga, Bank Sentral nyolong nilainya dengan cara inflasi. Inflasi bukanlah naiknya harga barang, secara ekonomi inflasi adalah bertambahnya jumlah edar uang sedangkan kenaikan harga barang adalah akibat dari bertambahnya jumlah edar uang, akibat inflasi. Jadi nyetak dulu baru naik harganya.
Balik ke Jepang, ekspor Jepang nomer satu ke AS, lalu merambat ke ASEAN. Hasil kerja kerasnya dipaksa terus beli UST, menanggung inflasi AS.
Orang Jepang sangat cerdas, dan saking cerdas mereka paham, memiliki keturunan boleh jadi hanya menjadi exit liquidity AS, bekerja sampai mati menjadi penanggung inflasi dollar. Merayakan kemerdekaan AS yang menjatuhkan bom nuklir 2x.
Waktu berjalan, AS terancam oleh Tiongkok, Karena Tiongkok semakin maju.
Saya terus bertanya dalam perenungan saya, jika benar AS pelindung demokrasi, kenapa investasinya di negara komunis? Kenapa kok ngga di Indonesia yg waktu itu Bung Karno dekat dengan Kennedy, namanya jalan Tuhan, Kennedy ditembak, Dan Bung Karno dikudeta.
Dan Tiongkok di investasi dengan alasan agar menjauh dari Uni Soviet.
Dan Tiongkok akhirnya merangsek merampok pasar Jepang dari ASEAN hingga Eropa membuat Jepang merana kehilangan pasar Ekspornya dikala ekonomi AS terperosok. Jepang berusaha bertahan dengan menaikan suku bunga namun menjaga gaji buruh tetap murah dengan mendatangkan imigran sebagai exit liquidity.
Menaikan suku bunga berisiko menyentuh Carry Trade yg angkanya di 130/$, maka dicari cara supaya menaikan suku bunga tapi Yen tak menguat. How then?
Cetak lebih besar, sindiran saya contohnya naikin 100 bps printing 200bps agar Yen tak menguat ke 130/$ dan tidak mengancam carry trade.
Maka, saya pikir menjual UST adalah permintaan Fed agar dollar tak menguat. Resikonya adalah Yen tambah lemah, dan Jepang menjadi exit liquidity AS. Yang dr 1945 menjadi sandra perang karena kalah Perdun.
Apa hubungannya dg Bitcoin? Jika demand UST melemah, AS harus cari penggantinya, karena Fed tak bisa jadi bag holder, apakah itu negeri boneka baru Syiria? Ataukah siapa? Iran? Indo? Saya belum tahu. Maka jika UST turun, DXY turun dan Bitcoin naik
Apakah pendapat saya masuk akal?