ㅤ
ㅤㅤDi atas kaki yang 𝘬𝘰𝘬𝘰𝘩 ia berdiri,
ㅤㅤMenghadapi angin dan badai tanpa 𝘩𝘦𝘯𝘵𝘪,
ㅤㅤDengan tatapan 𝘵𝘢𝘫𝘢𝘮 dan hati 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘪,
ㅤㅤIa 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘨𝘢 dirinya, penuh 𝙝𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙙𝙞𝙧𝙞.
ㅤ
@inpensive ㅤ
ㅤㅤKepala sang nona mengangguk, selaras dengan elusan kepala yang diagihkan Mikael padanya. "Sama-sama... Iya aku masak banyak sengaja kan! Mau mam bareng..." Jawabnya begitu antusias mendengar ajakan kekasihnya.
ㅤ
ㅤ
ㅤㅤ"Aku punya pempek sama dimsum buat kamu. Kerjanya kan sampai malam, ayo sambil dimakan Sayang?" Mahdya menyajikan dua buah piring beserta mangkuk berisi saos pelengkap snack malam untuk @inpensive di atas meja kerjanya.
"I hope you like it." Cicitnya pelan.
ㅤ
ㅤ
ㅤㅤ"Aku udah siapin sarapan buat kamu, dimakan ya? Jangan lupa vitaminnya juga, kamu ingatkan ditaruh dimana?" Mahdya duduk di meja makan setelah membantu @inpensive bersiap sebelum berangkat kerja.
ㅤ
"Morning coffee tastes better with someone to share it with. I’m not asking for forever—maybe just someone to sit beside me for a while."
(3D) Taeha’s writer is open for friendships, light-hearted banter, and cozy scenes. Let’s build something soft. [ENG/ID] 💛
ㅤ
ㅤㅤSuara ketukan pintu terdengar. Tak lama suara pintu dibuka terdengar dan ayahnya lah yang ternyata membuka pintunya. Isakan tangis dari Mahdya, sontak membuat Bambang—ayah Mahdya—mendekat dan langsung memeluk putri semata wayangnya itu. Segala cara dilakukan Bambang
ㅤ
ㅤ
ㅤㅤ"Apa yang kamu lakukan pada putri saya? Mengapa dia sampai menangis sesegukan seperti ini?!" Suara Bambang begitu lantang hingga mungkin terdengar dari luar kamar. Sorot matanya menunjukkan amarah luar biasa pada sosok Kaia yang terlihat tersenyum begitu percaya
ㅤ