@lethargizes ANUSAPATI.
Sorry, saya refleks keselek dan ketawa baca yang atas. π Kok bisa gitu? Semua pasti saya jawab, jujur banget. Semuanya lucu, on serious note lucu as in manis.
Oh, dengan senang hati. Go on, lebih baik banyak nanya. Kayak yang saya bilang /di sana/, justru bagus.
@lethargizes ANUSAPATI.
Oh, ya, ya. Betul banget. π Saya kaget kalian langsung berdatangan. Dengan senang hati, karena Ilvermorny semuanya dirancang dengan 'plot twist' jadi Mary jelas part of them.
Btw, thank you juga di Tag Team sudah keren banget. Di bawah bimbingan saya hitungannya? π
@karunansara "Kamu 'kan tau kalau aku ngelamar dadakan tepat sehabis perang dan kita masih bersimbah darah." Sudah jelas lagi. Dari siapa lagi ia mempelajari gaya ini kalau bukan dari Uriel sendiri?
"Gak perlu repot-repot, Yel. Tapi, kenapa kamu gak coba jadi Auror?"
@karunansara "Nggak ada waktu lagi. Bukannya di depan mata jauh lebih baik?" Dan, muncullah prinsip baru seorang Gabriel Ezra Nehemiah.
Ke-asal-bunyian.
"Entah. Mungkin bergerak dengan peneliti aja? Gimana menurutmu?"
@gluxtose ANUSAPATI.
Walah. π Tapi memang itu tujuannya, letak fun, sekaligus letak seru juga sih. Karena memang sengaja kalau Ilvermorny ini mainnya super rapi.
@karunansara Kekehan lolos. Teramat renyah dan penuh usil. Sumpah, sepertinya jiwa jahil Uriel secara spontan sudah berpindah tempat ke dalam dirinya.
"Kamu selalu bilang aku pengecut. Ngomong doang. Tapi, rasanya ini saat yang tepat. Sekaligus, rasanya aku bakal mengundurkan diri."
@karunansara "Nggak romantis? Terus, kenapa muka kamu merah?" Tinju sia-sia. Nampaknya tinju Uriel yang ini jauh lebih sia-sia dari perjuangannya dan para kepala asrama beberapa saat yang lalu. Wajah semerah tomat itu pun digigit.
Sebuah anomali dari Gabriel Ezra Nehemiah.
"Atau diterima?"