Lucu rasanya. Pasukan lengkap TNI-Polisi dikerahkan untuk menghadang barisan orang muda tanpa senjata yang hendak menyuarakan haknya. Mengingat berkali-kali menyaksikan negara begitu โsoftspokenโ sama penjahat perang macam Trump dan Netanyahu. Tapi berlaga sangat galak kepada rakyatnya sendiri. Republik anomali
URGENT: TESSO NILO DALAM BAHAYA, TESSO NILO DALAM BAHAYA , TESO NILO DALAM BAHAYA๐จ
JANJI PEMERINTAH UNTUK MENGEMBALIKAN TESSO NILO JADI KAWASAN HUTAN YANG RAMAH AKAN SATWA CUMA SEKEDAR OMON OMON.
PEMERINTAH PEMBOHONG
PEMERINTAH PENDUSTA
PEMERINTAH KALAH SAMA MAFIA
Meski Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menyita kebun-kebun sawit di Taman Nasional Tesso Nilo sejak 10 Juni 2025, tandan buah segar (TBS) dari kawasan konservasi itu tak berhenti mengalir ke pabrik-pabrik di sekitarnya.
Investigasi Mongabay membuktikan: truk-truk pengangkut sawit ilegal tetap beroperasi, menembus koridor perusahaan bubur kayu, melewati batas provinsi, hingga CPO-nya tiba di kilang milik korporasi besar yang mengklaim komitmen nol deforestasi.
Di balik rantai pasok yang panjang itu, satu benang merah tampak jelas absennya sanksi terhadap pabrik penerima. Selama pembeli tak disentuh hukum, permintaan terhadap sawit ilegal akan terus ada.
Para pegiat lingkungan dan pakar hukum mengingatkan: Satgas PKH punya kewenangan dan regulasi yang cukup untuk menindak pabrik-pabrik itu, namun hingga kini pilihan itu belum diambil. Tesso Nilo pun terus menyusut.
Samboja Lestari sedang sekarat. Kawasan yang susah payah direhabilitasi selama 20 tahun kini dikepung oleh ambisi tambang ilegal yang makin berani. Tidak ada lagi rasa aman bagi ratusan Orangutan dan Beruang Madu ketika alat berat mulai merangsek masuk ke jantung konservasi.โMirisnya, ini bukan sekadar soal kerusakan alam, tapi soal pembiaran. Bagaimana mungkin tambang ilegal bisa leluasa merusak benteng terakhir satwa endemik kita tanpa tindakan tegas?โHutan ini adalah rumah mereka, satu-satunya yang tersisa.
Jika hari ini kita diam melihat tambang ilegal menggerogoti Samboja Lestari, jangan kaget jika esok anak cucu kita hanya bisa melihat Orangutan lewat buku sejarah.โStop pembiaran. Stop kehancuran. โ๐ฆง
Tato itu "permanen" BUKAN karena tintanya nempel di kulit terus, tapi karena ๐๐ถ๐ธ๐น๐๐ ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฟ๐ผ๐ป๐ถ๐ ๐ฑ๐ถ ๐ธ๐๐น๐ถ๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐น๐ถ๐ฏ๐ฎ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐น-๐๐ฒ๐น ๐ถ๐บ๐๐ป.
Jadi saat jarum tato menembus kulit, tubuh langsung menganggap ini sebagai luka dan ancaman asing. Pigmen yang masuk langsung "dimakan" oleh sel-sel imun seperti neutrofil, makrofag, dan sel dendritik.
Tinta tato ini akan bertahan lama di makrofag karena makrofag punya mekanisme "captureโreleaseโrecapture" yang membuat tato bisa bertahan lama.
Jadi pas tinta tato itu masuk, makrofag akan berbondong-bondong menelan partikel tersebut. Namun, makrofag tidak bisa mencerna pigmen tinta, karena ukurannya besar dan tahan lama. Akibatnya, makrofag mati, melepaskan pigmen kembali ke jaringan sekitar. Lalu gelombang makrofag baru datang dan mengulangi proses yang sama.
Sederhannya tato "permanen" itu sebenarnya bukan karena tinta nempel terus, tapi karena ada relay makrofag yang terus-menerus mengambil ulang tinta yang terlepas saat makrofag lama mati.
Beberapa penelitian terkini menunjukkan bahwa penumpukan ini bisa mengganggu fungsi imun normal, termasuk respons terhadap vaksin tertentu, serta dikaitkan dengan peningkatan risiko limfoma, yaitu kanker kelenjar getah bening, dan kanker kulit.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Tattoo ink exposure is associated with lymphoma and skin cancers - a Danish study of twins
Di Jerman wajar manggis sekilo harganya 500ribuan, wajar juga nangka seiprit gini 200ribuan. Karena 2 buah ini emang gak tumbuh di sini, yang gak wajar kalau buah tropis yang mahal di tanah tumbuhnya sendiri.
kalo dirasa rezeki seret, coba banyak banyak istighfar dan taubat sama Allah guys
trus bayar hutang kita sereceh apapun ke org lain walau keluarga sekalipun.
siapa tau dosa dosa dan hutang kita itulah yg jadi penyebab terhalangnya rezeki kita. ada hak orang lain yg belum kita tunaikan๐ซถ
yg bikin capek tuh sebenernya kita mikirin hal hal yg harusnya ga kita pikirin, karena itu hal hal yg di luar kuasa kita dan cuma Allah yg berkuasa atas itu.
mikirin rezeki dan masa depan.
kita tuh sebenernya gaperlu mikirin itu. karena rezeki udh Allah atur, begitu jg masa depan.
yg perlu kita lakuin cuma doa dan ikhtiar semampunya semaksimal mungkin. udah. sisanya biar tawakkal ke Allah.
selama kita masih bernafas, artinya rezeki kita masih ada.
Ustadz Khalid Basalamah dalam kajiannya mengatakan :
Kebahagiaan orang lain tidak akan merugikanmu, kekayaan mereka juga tidak akan mengurangi jatah rezekimu.
Hiduplah dengan hati yang bersih, agar ketika melihat nikmat orang lain, hatimu tidak sakit.
btw aku baru tau loh, ternyata piggy bank itu asalnya dari indo. aku lihat banyak animasi barat selalu ada piggy bank, kukira ini budaya mereka, ternyata kita??
pertama, ternyata dari segi ekonomi, waktu majapahit berjaya di abad 13 sampai 14, ada perubahan besar dalam cara masyarakat menyimpan uang.
waktu itu banyak koin tembaga cina yang disebut kepeng masuk ke jawa. koin kepeng itu kecil, bulat, dan ada lubang di tengahnya. nah inituh jumlahnya banyak banget.
kedua, dari sisi budaya dan simbolisme. babi hutann di jawa punya makna yang cukup dalam. udahla subur, punya nafsu makan besar, dan suka berkubang di lumpur. semua itu dianggap sebagai simbol kemakmuran, keberuntungan, dan hubungan dengan roh bumi.
"lah tapi gimana bisa nyebar sampe luar sana?"
nah, kemungkinan, celengan berbentuk babi ini menyebar ke eropa lewat jalur perdagangan.
salah satu teorinya, seorang pendeta italia bernama Odorico da Pordenone yang pernah berkunjung ke majapahit di abad ke 14, membawa pulang ide ini ke eropa.
nah, dari sana tradisi menyimpan uang di bentuk babi mulai menyebar ke jerman, inggris, dan negara eropa lainnya. jadi piggy bank yang sekarang jadi ikon global itu, akarnya justru dari Nusantara.
di Eropa sendiri, ada teori lain yang bilang kata "piggy bank" berasal dari kata "pygg" dalam bahasa Inggris kuno, yaitu sejenis tanah liat oranye yang sering dipake bikin peralatan dapur.
katanya karena pengucapan yang mirip, lama-lama tempat menyimpan uang yang dulu disebut "pygg jar" berubah jadi "pig jar", lalu "piggy bank."
tapi teori ini sebenernya dibantah banyak ahli etimologi. ga ada catatan sejarah yang pasti soal adanya tanah liat bernama pygg, dan ceritanya kemungkinan besar cuma folklore.
jadi teori yang paling kuat justru mengarah ke indonesia. celengan berbentuk babi itu lahir di tanah jawa, di masa kerajaan majapahit, dan dari sana menyebar ke seluruh dunia.
โgue selalu blg gue gamau svt jadi prioritas utama. kalian hrs selalu jadiin diri kalian sbg prioritas pertama, lalu keluarga & temen. gue mau gue jadi sumber kebahagiaan di tengah kehidupan kalian yg gak gampang. itu peran gue.โ
NANGIS BESAR๐ญ๐ค
Sedikit fun fact: KRL tertua yg dimiliki KCI saat ini adalah Tokyo Metro 6000 set 6108F buatan tahun 1971
Ratusan ribu rakyat Indonesia bergantung pada barang berumur 55 tahun untuk bisa membayar pajak hanya untuk dihamburkan sama orangยฒ seperti ini ๐
Jadi begini warga yang Budiman dan budiwati menurut data BMKG ( bar mangan kudu guyon )
Tak jelaskan sedikit kenapa petani lebih memilih membuang hasil panen nya daripada memberikan ke orang lain yang kalian anggap lebih bermanfaat ,karena ini efeknya jangka panjang ,jadi jangan hakimi petani yang melakukan hal tersebut
Saya kasih tahu sebab dan alasannya
Saat panen melimpah, pasokan banjir tapi permintaan tidak ikut naik , harga bisa jatuh sangat rendah,saya kasih contoh ,misalnya harga Rp5.000โRp15.000 per keranjang besar, sementara biaya keranjang + tali saja sudah Rp9.000โRp11.000,
Membuang lebih murah daripada memanen, mengangkut, dan menjual karena
Biaya panen tenaga kerja+ transportasi ke pasar sering lebih besar daripada uang yang diterima.alias petani tambah merugi
Memberikan Gratis Justru Bisa Merusak Harga Lebih Parah (Efek Pasar Jangka Panjang)
Kalau petani bagi-bagi gratis dalam jumlah besar, masyarakat atau pedagang akan mengharapkan harga murah/gratis di masa depan.
Ini membuat harga di pasar sulit naik kembali, bahkan saat pasokan normal. Petani rugi berkepanjangan karena pasar "terbiasa" dapat barang murah.
Membuang sebagian hasil bisa mengurangi pasokan di pasar membantu harga stabil atau naik sedikit di kemudian hari,meski ini bukan solusi ideal.
Biaya Logistik dan Penanganan yang Tinggi untuk Donasi
Hasil tani seperti sayur dan buah sangat mudah busuk ,umur simpan pendek, butuh pendingin
Memberikan gratis memerlukan akan biaya lagi
Panen manual (biaya tenaga kerja).
Pengemasan yang layak.
Transportasi ke tempat distribusi (masjid, panti asuhan, atau kota).
Petani kecil biasanya tidak punya infrastruktur itu. Kalau dipaksakan, biayanya bisa lebih besar daripada nilai barangnya.
Di daerah terpencil, akses pasar saja sudah susah, apalagi distribusi donasi.
Tidak Ada Pembeli Tetap atau Infrastruktur Penyimpanan
Banyak petani bergantung pada tengkulak atau pasar lokal. Saat harga anjlok, tengkulak pun enggan beli.
Tidak ada gudang pendingin skala kecil yang murah , barang cepat rusak kalau ditahan.
Memberi gratis dalam volume besar juga tidak realistis karena orang yang mengambil biasanya terbatas, sementara hasil panen bisa puluhan ton.
Petani Harus Tetap Hidup dan Bayar Hutang
Petani punya biaya tetap pupuk, bibit, sewa lahan, hutang ke tengkulak/bank, kebutuhan keluarga.
Kalau terus rugi karena bagi gratis, mereka tidak bisa tanam musim berikutnya bisa bangkrut total.
Membuang adalah cara "mengurangi kerugian lebih besar" agar bisa bertahan untuk musim depan. Dalam case ini contoh timun itu dibuang disungai ituungkin hanya sebagian saja ,karena mereka juga harus berpacu dengan waktu untuk pengolahan lahan untuk ditanami kembali dan mengurangi kerugian dari mengeluarkan biaya transportasi
Petani bukan mau membuang hasil kerja kerasnya. Mereka terpaksa karena ekonomi yang keras,biaya > pendapatan, plus risiko merusak pasar jangka panjang kalau dibagikan gratis secara masif. Ini masalah struktural pertanian Indonesia , fluktuasi harga, ketergantungan tengkulak, infrastruktur lemah, dan rantai pasok yang tidak fleksibel.
Solusi jangka panjang hilirisasi (olahan makanan), koperasi petani yang kuat, gudang penyimpanan, kontrak langsung dengan buyer besar, atau program pemerintah yang serap surplus saat panen raya. Tanpa itu, fenomena ini akan terus berulang setiap musim panen melimpah.
Paham ya sampai disini ,atau ada tambahan lagi ?
kenapa ya ngeliat video assa hongsam jadi sedih padahal dulu ngeliatnya sambil ketawa cekikikan, yg bikin sedih tuh kita harus nunggu 2030 untuk bikin assa hongsam versi full member ๐ฅฒ๐ฅน
Guys, Feri Amsari lagi ngebedah program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan poin utamanya tuh bukan soal niatnya baik atau nggak, tapi cara jalannya yang dianggap bermasalah secara hukum dan sistem.
Jadi giniโฆ menurut dia, program sebesar MBG ini harusnya punya dasar hukum yang jelas.
Masalahnya?
- Nggak ada undang-undang khusus yang ngatur program ini secara detail.
Yang ada cuma masuk ke anggaran di Undang-Undang APBN.
Padahal angkanya nggak main-main:
- Bisa tembus sekitar Rp1,2 triliun per hari
-atau sekitar Rp300โ360 triliun per tahun
Nah, di sini dia mulai nyerang logikanya:
Program segede ini, makan duit ratusan triliun,
tapi:
-Tujuannya nggak dijelasin secara ilmiah
-Mekanismenya nggak transparan
-Nggak ada kajian dampak (kayak RIA / analisis ekonomi)
-Bahkan nggak ada uji coba (pilot project)
Jadi menurut dia:
ini kayak program besar tapi lompat langsung jalan tanpa test dulu
Masalah makin keliatan di lapangan
Dia juga nyorot fakta-fakta kejadian:
-Ada makanan nggak layak (mentah, dll)
-Ada kasus keracunan
- Distribusi nggak rapi
Kenapa bisa dibilang berpotensi langgar konstitusi?
Karena di Undang-Undang Dasar 1945 itu jelas:
- Negara wajib melindungi hak warga, termasuk:
- hak hidup layak
- hak kesehatan
- perlindungan anak
Tapi kalau program negara justru:
- bikin orang sakit
-distribusinya kacau
-nggak dirancang dengan benar
Maka niat baik aja nggak cukup, bisa dianggap melanggar konstitusi
Dia bilang Indonesia itu problemnya bukan cuma program, tapi sistem politiknya juga:
DPR + pemerintah terlalu sejalan(koalisi besar)
Hampir nggak ada oposisi kuat
Akibatnya:
program pemerintah mudah lolos tanpa kritik serius
Program bagus + eksekusi ngawur = tetap bahaya
Kalau nggak, ya siap-siap aja digugat ke Mahkamah Konstitusi.
Tapi bukannya Mahkamah Konstitusi juga bisa di sogok ya sekarang???