@2DimensiMenfess "Err.. of course i'm human, as you can see.. right?" well she was pretend to be a human. But what was that next to that girl feet?!
"Err.. why? Did i cross a probihited area?"
@kabuvto - "Benar, apa ada jalan pintas?" berbisik sambil keluar dari tempat persembunyiannya, ia melangkah menuju pintu keluar dari ruangan ini.
Ia harus tetap tenang, jangan terdistraksi oleh apapun selain tujuannya keluar dari tempat ini dengan aman.
@kabuvto "!?"
Terkejut dengan pembicaraan dua pria yang melintasi ruangan. Ia tidak bisa menyebutnya bodoh, jika mereka melakukan persiapan. Tapi jika mereka nekat mencari ras vampire, itu sama saja mereka jalan pada kematian mereka sendiri. -
( Plot bersama @mylicenseisreal )
Dirinya berpikir bahwa hari ini cukup mujur karena sebelum pulang mendapat traktiran hamburger dari atasannya. Tidak hanya satu tapi di belikan sampai lima hamburger! Mungkin pintu hatinya sedang di buka oleh Tuhan. -
@mylicenseisreal - "Tuan.." ia merangkul tangan pria itu untuk keluar dari mini market. "Aku miskin." adalah penjelasan yang akan mudah di mengerti, kan?
"Untuk makan saja aku harus bekerja mati-matian. Tidak ada uang untuk melakukan negosiasi, jadi aku memilih untuk -
@mylicenseisreal - ia berbelanja cukup banyakโ dan dirinya tahu persis rasa lelah bekerja pada shift malam.
"Be-benarkah?? Aku baru mengetahui hal itu.." hampir membelalakkan matanya. Petugas kasir itu menghitung belanjaan mereka, kemudian memasukkannya ke dalam kantung plastik.
@mylicenseisreal "H-hei.. walau aku sedang ditraktir, aku tidak akan sebegitunya. Lagi pula.. ini hari pertama pertemuan kita." tersenyum hingga menampakkan deretan gigi putihnya.
Ia menaruh makanan ringan dan kaleng soda ke atas counter juga, maaf petugas kasir -
@kabuvto -Hingga suara derit pintu kayu yang terbuka pun terdengar, ia sampai menahan nafasnya karena merasa tegang.
Di susul suara sol sepatu yang mengetuk lantai kayuโ menggema saat pemilik suara itu memasuki ruangan.
@kabuvto - Tak ada waktu untuk melayangkan kalimat protes, dirinya bergegas untuk bersembunyi di belakang sofa besar itu.
Di mana dokter itu? Ia tak sempat melihat kemana pemuda itu bersembunyi, ataukah tidak sembunyi? Entahlah, ia tidak bisa memeriksa keadaan saat ini! -