cita-cita gue kalo udah kaya.
uninstall Whatsapp
mau stop sosmed, mau fokus membaca, melukis, berkebun, memasak. udah lalu tinggal di swiss isinya cuma metik stroberi sama ngasih makan kambing.
@tanyakanrl gue gatau lagi sama ini lansia sebiji. byk org kena PHK, fresh graduate sampe udh ga fresh lagi, anak magang yg rela dibayar nasi kotak demi isian CV. dan elu malah memprioritaskan napi??? yg depan mata aja byk yg nganggur wokk. program lu tuh knp sih kagak ada yg tepat sasaran
Pernah gak sih, kamu ngerasa hampa banget sampai semua saran brilian kayak liburan ke alam, olahraga, atau baca buku baru tetap gak mempan buat balikin rasa senang? Kamu gak sedih, tapi gak bahagia juga. Cuma... kosong.
Kalau kamu lagi terjebak di fase emotional burnout ini, lagu terbaru dari Tulus yang berjudul "Teh Hijau" punya sudut pandang yang menenangkan banget tentang cara menghadapinya.
Lirik "Tak bisa jatuh cinta, membuka hati tuk apapun, siapapun" di lagu ini sebenarnya bukan cuma bicara soal asmara. Ini adalah metafora tentang jiwa yang lagi gersang. Kita bener-bener kehabisan energi emosional untuk merespons dunia. Hari-hari terasa berulang, dan rasa senang kayak pamit tanpa alasan.
Menariknya, lewat lagu "Teh Hijau", Tulus gak ngajakin kita buat buru-buru bangkit, motivasi diri, atau pura-pura bahagia. Malah sebaliknya: lagu ini mengajak kita buat "merayakan kehampaan" itu. Berhenti perang sama diri sendiri, dan akui kalau kita memang lagi gak bisa.
Titik balik paling indahnya ada di baris ini:
"Kulihat mana di kendaliku, teh hijau ini yang di tanganku."
Ini adalah seni menyerah yang dewasa (stoic surrender). Saat emosi dan keadaan di luar sana terlalu berisik, seram, dan di luar kontrol, cara terbaik untuk bertahan adalah mundur, lalu fokus ke hal terkecil yang bisa kita kendalikan saat ini juga. Seperti filosofi secangkir teh hijau hangat yang sedang kita genggam.
Jadi, buat kamu yang jiwanya lagi ngerasa gersang belakangan ini: ambillah waktu sebanyak yang kamu perlu. Gak usah merasa bersalah atau memaksakan diri untuk cepat sembuh. Ini cuma siklus hidup yang emang harus dilewati.
Percaya aja sama kalimat penutup dari Tulus: esok-esok akan lebih elok.
#Tulus
#TehHijau
bobrok nya indo saking bnyk yg jalur ordal, perihal kompetensi nya di bidang yg seharusnya untuk lulusan tertentu malah jadi amburadul gini๐ฟbayangin ditanya sama yg hilang arah dijawab jg sama yg hilang arah๐
@FiersaBesari Lirikny magis;
untuk yang hilang dariku belakang
Senang kucoba memahami alurnya
S'moga segera kutemukan jawaban
Tapi kini kurayakan hampa ini, oh