Temen gue transfer ke ibunya tadi pagi.
Rp400 ribu. Dari saldo Rp447 ribu.
Siangnya dia makan nasi + garam. Dan nggak cerita ke siapa pun.
Ini bukan kecelakaan.
Tiap tanggal 20-an, ritual itu mulai: cek saldo, hitung, transfer, tutup aplikasi.
Bukan karena dipaksa. Tapi karena nggak kirim lebih berat dari lapar
Ibunya WhatsApp jam 11.
"Makasih ya nak, pas banget buat beli beras."
Dia cuma baca tanpa ngebales.
Bukan karena nggak sayang. Tapi karena kalau dibalas, takut yang keluar bukan "iya Bu."
Mungkin lo nggak persis kayak dia.
Tapi lo tau rasanya nggak bisa jujur ke orang yang paling pengen lo jaga.
Di satu sisi: "Mereka udah susah duluan."
Di sisi lain: "Lo juga nggak baik-baik aja."
Dan lo milih diam, karena diam lebih murah dari dua-duanya.
Coba lo buka kalkulator sekarang.
Gaji: Rp2,8 juta. Kos: Rp700 ribu. Makan: Rp600 ribu. Transport + kuota + listrik: Rp400 ribu. Kirim ke rumah: Rp300–500 ribu.
Totalnya selalu lebih dari yang masuk.
Tapi lo tetap kirim. Karena nggak kirim punya harga yang lebih mahal dari angka.
Gue pernah cerita soal ini di HaloBestie.
Bukan buat minta solusi. Tapi karena gue nggak bisa cerita ke temen kos, nanti dikasihani. Nggak bisa ke ortu, mereka yang bikin gue nggak jadi bercerita.
Konselornya bilang:
"Lo bukan anak yang nggak mau jujur. Lo anak yang belajar menyembunyikan lapar supaya orang yang lo sayangi nggak ikut khawatir."
Gue diem lama setelah itu.
Ada narasi yang tumbuh bareng kita:
"Anak baik itu ngirim ke rumah." "Kalau lo nggak bisa bantu, jangan minta dibantu." "Ortu lo udah susah, masa lo ngeluh?"
Tapi nggak ada yang pernah bilang: Lo boleh miskin di depan orang tua lo sendiri. Lo boleh bilang "Aku lagi susah, Bu."
Sistem ini nggak nanya lo makan apa. Dia cuma nanya lo udah kirim belum.
Ini bukan ajakan buat berhenti kirim. Ini juga bukan tuduhan ke orang tua lo.
Mereka juga nggak tahu. Lo juga nggak salah.
Yang perlu dipertanyakan adalah sistem yang bikin lo harus milih antara makan atau kelihatan baik.
Dengarkan tubuh lo. Saldo lo juga data.
cc : falinsight
“Mbak, Ada 100? Tf dong mau beli ini” Oke.
“Mbak, Gajiku blm di Tf. Mau beli bensin gk ada uang. Tf dulu mbak.” Oke.
“Mbak, Ibu besok harus bayar arisan. Bisa kirim uangnya sekarang?” Oke.
“Motor Ayah udah saatnya bayar pajak tp uangnya kurang. Bisa nambahin?” Oke.
“Ma, uang les belum dibayar.” Oke.
Hidup cuma kebagian nyari sama ngOkein semua kebutuhan 😔 Alasan tetap bertahan gk pulang di perantauan ya ini 💔
When ya giliran aku? hehehe sehat-sehat tulang punggung 🙌
besok senin anjingggg...capeeeekk...pulang sore lagii malasssss...macet macetan lagiii monyetttt..ketemu orang banyak lagi sialannnnnn....gw dah muakkkkkkkk