Ronaldo adalah tipikal orang yang akan gue hindari dalam circle pertemanan gue. SERIOUSLY.
The kind of two-faced hypocrite who smiles in your face while finding every opportunity to undermine you behind your back. A snake in plain sight.
Funniest part? Messi doesn’t even seem interested in playing this game. He’s out there living his life while the other guy keeps finding new ways to make Messi’s achievements about himself. 🫵
Bayangin punya seseorang yang di depan publik bisa ngucapin selamat, nulis pesan manis, dan bilang punya respect besar sama pencapaian kalian. Tapi at the same time, orang yang sama juga ikut mempertanyakan, ngecilin, bahkan NGETAWAIN pencapaian yang katanya dia HORMATI itu.
HOW DO YOU CONGRATULATE SOMEONE FOR SOMETHING YOU’VE REPEATEDLY TRIED TO DIMINISH?
Nggak usah jauh-jauh.
Waktu wawancara sama Piers Morgan, ada satu bagian di mana dua badut ini tiba-tiba bawa Messi ke dalam percakapan.
Si Piers Morgan bilang kurang lebih, “I don’t think Messi is the best Argentine. I don’t think he’s better than Maradona.”
Langsung disambut sama badut satunya:
“How many World Cups did Argentina win before Messi? Two?”
Terus lanjut ngomong kalau Argentina udah terbiasa menang kompetisi besar, sementara kalau Portugal juara dunia, itu bakal mengejutkan dunia.
TERUS???
WHAT EXACTLY ARE YOU TRYING TO PROVE HERE?
Argentina punya dua Piala Dunia sebelum Messi, terus lu pikir Messi ujug-ujug datang, tinggal ambil trofi ketiga, lalu pulang?
Argentina nunggu 36 tahun buat bisa juara dunia lagi. Messi sendiri harus ngelewatin bertahun-tahun kegagalan, tekanan, dan ekspektasi yang nggak masuk akal sebelum akhirnya berhasil.
He wasn’t handed a World Cup because Argentina had won two before him. He had to fight for his own.
PRESSURE MESSI DARI AWAL JAUH LEBIH GILA karena Argentina sudah punya sejarah. Dari muda udah dituntut jadi penerus Maradona, hidup di bawah ekspektasi satu negara yang pernah punya legenda juara dunia. Gagal di final, diketawain. Dicap international failure. Dibilang nggak akan pernah sebesar Maradona kalau belum bawa pulang Piala Dunia.
You don’t have to celebrate someone else’s success. But at least have the decency not to make their struggle sound easier than it was.
Lucu-nya, MESSI INI NGGAK PERNAH SEKALI PUN MERASA PERLU BAWA-BAWA RONALDO BUAT NGEJELASIN PENCAPAIANNYA SENDIRI.
He doesn’t even seem interested in bringing Ronaldo into these conversations. Meanwhile, somehow, Messi keeps finding his way into Ronaldo’s arguments.
meanwhile the young people in indonesia are more interested in following and defending influencers HOLY parasocial activity and/or being incel on the internet ributin split bill on first date dan takut nolong cewe :////// god take the wheel
inilah cok alasan pemerintah indo ngacak-acak kurikulum, racunin anak-anaknya lewat embege, dana pendidikan dialihin, mahasiswa di brainwash to think they’re programmed to be a corporate worker magang magang magang ya karena kalo pendidikannya better bocahnya pada protes gini su
I was gonna stop supporting Argentina after Messi, but how can we abandon the players who gave everything for him?
See y’all at the 2028 Copa America, amigos. 🫡 ❤️
Lu bayangin gue liat ini miris lagi karena bahkan di surat suara paslon 01 sama 03 punya GELAR bahkan ada yang PROFESSOR tapi yang menang yang nggak punya gelar sama sekali.