Jam 11 malam. Parkiran Indomaret di pinggir jalan sepi. Lampu neon putih bikin semuanya keliatan pucat.
Ada laki-laki duduk di motor. Helm masih di kepala. Mesin udah mati. Gak belanja. Gak nunggu siapa-siapa.
Layar HP-nya nyala. Bukan sosmed. Bukan chat. M-banking. Saldo: Rp 83.400. Di bawahnya: tagihan listrik 340 ribu, cicilan 1.2 juta, SPP anak 450 ribu. Semua jatuh tempo minggu ini.
Dia gak nangis. Gak teriak. Dia cuma diam. Menatap angka-angka itu kayak lagi baca vonis.
@yappingfess Yes begitulah kejamnya dunia kerja. Anda mati2an prioritasin pekerjaan, nombok demi kelancaran operasional, dsb.
Percayalah itu tiada guna, kebaikanmu hanya akan hilang tak berbekas, sejarahmu jg tak akan ditulis dlm perkembangan perusahaan.
Kerjo sak madyo wae
Investor Asing tidak jual Surat Utang AS, mereka malah beli.
Siapa yang beli? UK, Perancis dan coba deh lihat daftar ini kebawah.
Semua itu sekutunya.
Kita tidak berkecukupan karena kitalah exit liquidity hodler UST itu. Kitalah pekerja kasarnya, mereka yang hidup dengan lifestyle dewa.
Untuk beli UST ya harus disetujui oleh kongress dan tidak menjadi ancaman nasional.
Tapi di perhatikan, Tiongkok ga beli kan? Net jual kan?
Lalu AS cari pembeli baru, eh salah bukan cari, tapi perintahkan sekutunya beli.
Jadi Tiongkok jual, sekutu harus beli, sehingga Raja tetep berkuasa. Nanti tumbalnya yang punya paling dikit.
Adil ga kehidupan ini? Engga. Tapi kita bisa apa?
Bisa belajar untuk tidak jadi exit liquidity. Ya belajar doang, kalau sangkut ya nasib. Kan saya cuma nemenin doang engga nalangin.
Sistem ini telah jalan dari 1971 dan sekarang ditantang Rusia dan Tiongkok.
Makanya dunia panas. Kita bagian nonton ajah jangan ikut-ikutan, nanti kita dihajar lagi kayak jaman Bung Karno.
😅😅😅😅😅
Duit itu jujur, lalu negara hodler terbesar itu ngakuin Palestina. Saya malah tambah curiga.
Anyway, kalimat Ray Dalio yang mengatakan Dunia akan masuk masa kegelapan itu saya percaya.
Alasannya pembeli Surat Utang AS itu sedang tak punya banyak uang dan liquiditynya rendah. Karena bertahun-tahun mereka mengharapkan pekerja Tiongkok menyuplai barang murah. Sekarang Tiongkok Bangkit dan melawan perbudakan itu dengan bikin brand serta teknologi sendiri.
Serulah perpolitikan dunia ini selama bukan kita yang kena 😅😅😅😅
Inflasi Double Digit is coming….
As one of the featured projects, we're thrilled to be part of this giveaway honoring @BNBCHAIN builders and the community.
🎉Claim your global eSIM reward – usable in 149 countries, 365 days!
➡️Head to the XPIN Mini App now: https://t.co/CsuqIq2wDK ➡️Step-by-step guide: https://t.co/unoJ3S4vbG
🕓Claim by Dec 31, 2025, 23:59 UTC. Don't miss out! #BNBDay #XPINNetwork