@Hanboin@jundgwon @Manongv @jongseona Tak ada kesimpulan besar. Tak ada pelukan dramatis. Hanya satu momen sederhana—ketika mereka, meski belum sampai ke mana-mana... tahu bahwa mereka masih ada di jalan yang sama. Bersama.
@Manongv @jongseona@Hanboin@jundgwon Tak ada yang berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja—karena mungkin memang tidak.
Tapi satu hal yang mereka tahu, dan itu cukup: mereka tidak sendirian.
@Manongv @jongseona@Hanboin@jundgwon Mereka berbaring bersama, memandang awan yang mulai bergeser perlahan. Warna jingga menyusup di sela-sela langit yang tadi basah, memberi jeda di antara letih dan langkah berikutnya.
@Hanboin@jundgwon@jongseona @Manongv Satu per satu mereka keluar dari pondok. Tanpa banyak bicara. Sepatu mereka berat oleh lumpur, rambut masih menetes, tapi tak ada yang mengeluh. Seolah semua menyadari bahwa keheningan ini bukan lagi canggung—melainkan sesuatu yang akhirnya bisa mereka bagi bersama.
@Hanboin@jundgwon@jongseona @Manongv Warna oranye pucat menyelinap malu-malu dari balik awan, seperti minta izin untuk muncul. Udara pascahujan terasa bersih dan lembut—ada wangi tanah, wangi dedaunan basah, dan wangi sesuatu yang nyaris seperti harapan.
@jundgwon@jongseona @Manongv @Hanboin Pondok kayu kecil itu sunyi. Tidak ada yang bicara. Tidak perlu. Yang ada hanya sisa kelelahan dan dada yang sedikit lebih ringan—seolah sesuatu yang selama ini dipendam dalam-dalam akhirnya bisa dikeluarkan, walau belum selesai sepenuhnya.
@jundgwon@jongseona @Manongv @Hanboin Hujan tidak berhenti secara tiba-tiba. Ia perlahan melemah, seperti seseorang yang sudah menangis cukup lama dan kini kehabisan tenaga. Ketukan di atap seng mulai jarang, lalu hanya sisa rintik yang menetes dari ujung-ujung genting dan daun di luar sana.
@jundgwon@jongseona @Manongv @Hanboin Suara hujan seperti detak jantung—pelan, tapi terus-menerus. Mereka semua duduk memeluk diri sendiri. Bukan karena kedinginan saja... tapi karena ada sesuatu yang hangat di tengah keheningan ini. Sesuatu yang lembut, dan sulit dijelaskan.
@jundgwon@jongseona @Manongv @Hanboin Rintik pertama jatuh nyaris tanpa suara. Tapi dalam hitungan detik, berubah jadi deras. Hantaman air mengenai daun-daun dan tanah. Jay cepat-cepat meraih speaker, Hanbin mengangkat makanan seadanya, dan Jungwon tergelak panik saat keripik terbang tertiup angin.
@jundgwon@jongseona @Manongv @Hanboin Seseorang—mungkin Manon, mungkin Kazuha—menghela napas panjang. Lalu, tiba-tiba... dari langit yang sejak tadi hanya berawan tipis, turunlah hujan.