Alaahh, masa lupa. Cina itu dari 2019 udah ketahuan 5x penemuan drone bawah laut (UUV) oseanografi mereka di perairan Indonesia. Mereka ngumpulin data-data seperti pemetaan bawah laut Indonesia tanpa izin. Terutama di Selat Lombok (ALKI II) dan Selat Malaka, yang merupakan jalur akses utama dari Laut Cina Selatan menuju Samudra Hindia dan Australia. Itu yang baru ketahuan, yang enggak?
1) Di Maret 2019 lalu, ditemuin UUV Cina di Pulau Tenggel, Bintan, Kepri.
2) Di Januari 2020, ditemukan benda yang kurang lebih sama di Kepulauan Masalembu, Jawa Timur. Ditemuinya sama nelayan sekitar.
3) Di Desember 2020, lagi-lagi di tahun yang sama ditemukan di dekat Kepulauan Selayar, Sulsel. Sempat viral, drone UUV Cina yang ditemukan sama nelayan bernama Saeruddin, dronenya punya antena panjang dan sensor buat ngukur densitas air.
4) Januari 2021, ditemukan UUV oseanografi Cina di Anambas, Kepri. Ditemukan di pesisir Pantai Desa Air Putih. Secara fisik dronenya mirip dengan apa yang ditemukan di Kepulauan Selayar tahun 2020 sebelumnya.
5) April 2026 kemarin paling baru di Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB. Ditemuin sama nelayan Ariyanto, punya logo CSIC Cina.
Jangan naif, Cina juga ngobok-ngobok bawah laut Indonesia. Dan mungkin mereka udah lakuin sedari lama, kasus diatas cuma yang ketahuan aja.
This is the actual and legitimate demarcation of China's Exclusive Economic Zone in the South China Sea mandated by UNCLOS.
China is a signatory of UNCLOS.
If China really respects international laws as it claims, it must not invade the EEZ of other nations.
🇮🇩🇰🇷 25 years of trust. still climbing.
After being the first export customer of the KT-1B in 2001, joined the KF-X program in 2010, first export customer for the T-50i in 2011 with additional orders in 2021, and now steps in as the first export customer for the KF-21 in 2026!
After much reflection, I have decided to resign from my position as Director of the National Counterterrorism Center, effective today.
I cannot in good conscience support the ongoing war in Iran. Iran posed no imminent threat to our nation, and it is clear that we started this war due to pressure from Israel and its powerful American lobby.
It has been an honor serving under @POTUS and @DNIGabbard and leading the professionals at NCTC.
May God bless America.
Pernah dengar desas-desus buruk terkait pesawat AWACS Shaanxi ZDK-03 ini, terutama yang digunakan oleh Pakistan. PAF (AU Pakistan) kabarnya 'menggeser' ZDK-03 sebagai unsur AWACS karena kompleksitas sistem, masalah teknis, biaya operasional, dan suku cadang, sehingga ada rencana untuk mengganti ZDK-03 dengan platform AWACS buatan Tiongkok yang lebih baru dan modern, Shaanxi KJ-500. Masa iya Pakistan akan memensiunkan ZDK-03 ini tapi Indonesia malah membelinya, terlebih kalau ternyata bekas, hanya karena Link-17? Keputusan yang terbilang cukup buruk jika dilakukan.