@tyoagung669 fwb sebenernya status yg ngambang. mau ngatur ini itu tapi bukan pasangan. mau ngebebasin tapi juga udah kebiasaan. kalau kasusnya udah fun dgn yg lain gitu yaudah chill aja. cukup hargai kejujurannya. no need to make a scene over the not-so-clear relationship.
@kue_dan_tea nggak usah sampe telepon2. gestur dia yg sering lihat hp hanya untuk liat socmed/hal lain dan jarang ngobrol udh jadi simple hint dia juga gak tertarik kok.
@ansstyuuari kalau kasus yg umum terjadi sih nggak akan dibuang dulu kalau belum ada cantolan pengganti. setelah pengganti didapat, baru yg lama dihempaskan π
@marrooenn been there done that. dan gw lebih milih ngasih kesempatan kedua. dan itu menurut gw adalah keputusan tepat. krn kesalahan tsb jd bikin kita saling introspeksi & membangun hubungan dgn tiang yg lebih kuat. I always believe time will heal.
@cuitayam ya sebenernya someone itu pantas untuk dipertahankan gak? worth enough to fight for or not? kalau ternyata kedua belah pihak sama2 berjuang dgn kebaikan masing2, its totally fine. tapi kalau ternyata berjuang sendiri dan yg sono gak respect mah ya untuk apa diusahakan banget.
@menbrrr sebenernya bukan nyempetin di tengah kesibukan, tapi lebih ke selesaikan prioritas apapun itu, lalu memberi kabar. bukan bener2 lost tanpa ada suara sama sekali dalam durasi yg lama.
@musui070990 jangan terlalu frontal kak kata2nya. bisa dikemas dgn "maaf ya kak, aku selera nya yg stocky atau bear fit. but you're good person. thank you ya." biasakan berikan closure yg tidak menghakimi secara sepihak. good luck kak
@Smash1014314 kuncinya bukan "komunikasi ga harus setiap saat" tetapi "bagimana cara komunikasi yg sehat" itu kalian lakukan. ketemu sebulan sekali itu gpp kalau emg posisi LDR. tp kalau diganti dgn chat dan kabar2 yg rutin minimal setiap malam sebelum tidur atau ketika senggang, sbenernya oke
Ga pernah nyesel karena pernah sesayang itu sama seseorang, it's pure love. Aku bisa ngasih sayang yang tulus ke seseorang tanpa memandang apapun. Aku ga gagal tulus ke dia, tapi aku cuma gagal buat dia bersyukur + punya aku.
udah ogah deh minta maaf karena ninggalin. karena emang sebenernya aku jg gak pernah ninggalin kemana-mana. kalau butuh juga aku selalu ada kok. tapi giliran bersikap yg sama kok ya nggak ada yg beres. dahlah. mending tidur.
padahal hari libur. harusnya bisa memberi banyak waktu untuk komunikasi. tapi ujung-ujungnya juga enggak ada. emang kalau bukan prioritas mah kudu telen aja udah kondisi begini.
the hardest thing i've learned this year is that you can never force someone to communicate and work things out. you can't beg for someone to see that you are worth fighting for. and i stand by that now.
Back to normal. No updates. No late-night calls. No favorite notification to look forward to. Just silence, memories, and the slow process of learning how to live without what once felt like home.