Permainan Spanyol gila betul, dominasi total, Argentina tidak banyak diberi peluang jika mau dibilang tidak ada sama sekali.
Benar-benar layak juara, SELAMAT LA FURIA ROJA! 🇪🇸⭐⭐
This isn’t just the greatest DM to ever play the game, this is one of the greatest midfielders to ever play the game.
It is impossible to truly quantify how much value Rodri brings to a side; he dominates you physically, technically and mentally all whilst making the lives of his teammates so much easier. https://t.co/EoKwRplFRF
Rodri Adalah Koentji! 🗝️
Prancis boleh jadi punya lini depan mematikan yang belum terlihat celahnya sepanjang turnamen. Namun, di semifinal ini Spanyol sukses mengajarkan arti dominasi lini tengah yang tidak dimiliki Prancis, semua berkat Rodri yang bekerja luar biasa dalam bertahan, berduel, menekan, hingga mendistribusikan bola.
Dia adalah napas lini tengah Spanyol, karena ketika posisi Olmo, Pedri, Fabian, Merino, Gavi, dan Zubimendi saling berotasi, hanya posisi Rodri yang sama sekali tak terganti.
Saat banyak orang ragu ia telah habis akibat cedera panjang, Rodri membuktikan kembali kelasnya sebagai jangkar dan dirigen yang resmi membawa La Roja kembali ke Final Piala Dunia!
📸: Sefutbol
Kami ingin meminta mengheningkan cipta selama satu menit dengan sepenuh hati, penuh hormat, dan terhormat untuk semua orang yang hingga hari ini masih berpegang teguh pada gagasan bahwa Lionel Messi bukanlah pemain sepak bola terbaik sepanjang masa.. Pasti sulit menjadi penggemar olahraga yang begitu setia dan menyangkal kenyataan yang jelas. Pasti sulit untuk berpura-pura dan ingin hidup dalam kebohongan. Hanya ada satu GOAT (Greatest Of All Time). Dan semua orang, benar-benar semua orang, tahu siapa dia.
Ini mungkin adalah waktu terakhir kita bisa menikmati Messi yang ‘prime’ karena pria 39 tahun sepertinya membuat Piala Dunia kali ini sebagai panggung di mana orang-orang bisa menyaksikan permainan terbaiknya.
6 gol dari 3 laga di usianya sekarang tentu bukan hal yang umum bagi pesepakbola. Sangat anomali dan terkecuali bagi seorang Messi. Ia membuatnya lebih dinikmati karena Juara Piala Dunia telah ia raih dan sepakbola telah ia tamatkan.
Juara ataupun tidak, satu trofi Piala Dunia sudah cukup. Tapi jika dia berhasil membuatnya menjadi dua, sampai 100 tahun mendatang pun belum tentu ada yang bisa mendekati pencapaian dirinya.
Let’s enjoy while it lasts. 🐐
#FeelEveryGoal @toshibatv_id