Pertama, pelajarin dulu masyarakat sekitar lo. Turunin ego lo. Keluar kamar. Banyak blusukan. Ajak ngobrol tetangga lo.
Kedua, belajar bahasa daerah. Kurangin campur bahasa Inggris sama istilah tinggi. Lo ngomong sama warga akar rumput, bukan orang kota atau akademisi.
@mhuseinali Orang2 x kadang kocak. Mau pemimpin kayak tan malaka yang komunis. Padahal gak tau jaman itu ada big 3 gaya kepemimpinan, Islam, Nasionalis, Komunis. Ya jelas mau gak mau yang menang yang ditengah2 kayak soekarno lah. Islam gak mungkin menang, Komunis apalagi.
Can't liberate society if you have contempt for the masses.
Instead of using education as cultural capital & class signifier, use that for self-critique & educate those who don't have that privilege rather than continue to sit on ivory towers.
@mhuseinali Kan generasi skrg pd goblok2 kek kata gw. Bacanya setengah2. Biasa, Hattaist fomo dan Sjahririst fomo. Udahlah skill issue gak bisa ngubah keadaan, ya cari penokohan baru lah dan membenci berlebihan tokoh lain. Kayak Gie yg mereka puja2, libtard, kerjasama ama CCF yg bagian CIA.
@ufavfriend@FadilahRika2@anotherhypatia Patokannya jajahan hindia belanda. Kalo sabah dan sarawak kan inggris. Kita nyaplok ya harus hadapin inggris. Makanya usul Hatta ditolak (lagian kalo teliti ada kecendrungan bias etnis) dan jg nantinya itu konfrontasi Karno itu ceroboh (meskipun bukan mau annex dua daerah itu)
Does a single indonesi know how the fucking world works? What country sues another country? Who the fuck is going to enforce it? With what legal system? What law???
Sadly, some of the plantations in Indonesia historically responsible for the draining the peatlands, deforestation & forest fires are owned by Malaysians.