@bibliobase WTS buku preloved, sudah disampul plastik:
โข Entrok - Okky Madasari
โข Koloni - Ratih Kumala
โข Majapahit - Herald Van Der Linde
Harga seperti di gambar. Manual only. Exclude ongkir dari Cikarang, Kab. Bekasi.
Capitalism ruins literally everything ๐ twitter went from daily ranting logs to just a tailored engagement farming app like ppl are just saying anything rn for pennies ๐
Saking f*cked up-nya pengurus negara ini, gw udah ga bisa lagi percaya sama lembaga negara apapun.
Ini bisa jadi cuma buat nutupin berita boti tantrum, atau perkara ga kebagian jatah aja.
Anehnya Rifaldy Fajar dan Prihantini ini kan bukan dokter, bukan perawat, bukan apoteker, bukan nakes, gak pernah studi kesehatan atau kedokteran. Tapi kok bisa dapat puluhan travel grant selama 2-3 tahun di bidang spesialis kedokteran semua.๏ฟผ(?) apa gak heran orang-orang dari sana?
pun perbuatan ini bener bener mencoreng nama baik pendidikan Indonesia loh, pendidikan kita (khususnya kedokteran) udah dipandang sebelah mata, ditambah ada pemalsuan kelas dunia begini apa ga amsyong
Mbah kakung ku dulu pernah ngasih pesan: kalau punya rumah halamannya ditanami pohon sukun dan kluwih.
Sukun = selalu rukun
Kluwih = agar rezeki berlebih
Bapak2 sini lagi rame soal KLUWIH. Pohon kluwih satu2nya di dusun lagi berbuah, dan jadi rebutan.
Kluwih tuh kaya sukun, cuma kulit buahnya berduri. Buah mudanya biasanya disayur, kaya nangka.
Yg paling enak tuh bijinya. Habis direbus, rasanya kaya.. kacang! ๐น
"Sebelum matahari terbenam, Pangkostrad harus sudah diganti", kata Presiden Habibie.
Jumat pagi 22 Mei 1998, Panglima ABRI Wiranto menghadap Presiden Habibie.
Wiranto melaporkan adanya pergerakan pasukan Kostrad dari luar daerah secara besar-besaran menuju Jakarta, termasuk ke arah kediaman Habibie di Kuningan dan Istana Merdeka, tanpa adanya koordinasi maupun perintah resmi dari Pangab.
Mendengar laporan tersebut, Habibie langsung mengambil keputusan tegas: Prabowo harus diganti dari jabatan Panglima Kostrad sebelum matahari terbenam pada hari itu.
Sore harinya, setelah mengetahui keputusan tersebut, Prabowo Subianto datang ke Istana Merdeka untuk menghadap Presiden Habibie.
Sintong Panjaitan yang berjaga di luar ruangan melihat Prabowo datang dengan pakaian lapangan lengkap dan membawa senjata api (pistol) yang tersarung di pinggangnya.
Berdasarkan aturan protokoler Istana yang sangat ketat, siapa pun tidak boleh membawa senjata ke hadapan presiden. Sintong kemudian meminta ajudan presiden untuk menegur dan meminta Prabowo mencopot senjatanya terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan. Prabowo mematuhi permintaan tersebut dan menyerahkan senjatanya.
Saat bertemu presiden, Prabowo mempertanyakan alasan pencopotannya dan menganggap keputusan itu sebagai penghinaan terhadap keluarganya serta keluarga mertuanya (Soeharto). Prabowo sempat meminta waktu untuk tetap memegang kendali pasukan Kostrad.
Presiden Habibie menolak permintaan tersebut. Ia menegaskan bahwa pergerakan pasukan Kostrad ke Jakarta dilakukan tanpa perintah Panglima ABRI. Ketika Prabowo menjelaskan bahwa gerakan itu murni untuk mengamankan presiden, Habibie menyanggah dengan mengatakan bahwa pengamanan presiden adalah tugas Paspampres di bawah koordinasi Pangab, bukan tugas Pangkostrad.
Pertemuan bertensi tinggi tersebut berakhir setelah Sintong Panjaitan meminta Prabowo meninggalkan ruangan karena waktu protokoler telah habis. Prabowo sempat menatap tajam, namun akhirnya menurut dan memberi hormat pada presiden sebelum pergi meninggalkan istana.
Prabowo akhirnya dipindahkan untuk menjabat sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) ABRI di Bandung. Sedangkan jabatan Pangkostrad diserahkan sementara kepada Johny Lumintang. Keesokan harinya saat ketegangan mereda, ia dicopot dan digantikan oleh Djamari Chaniago. Johny menjadi panglima Kostrad dengan jabatan tersingkat dalam sejarah, hanya 17 jam.
Bagi Wiranto saat itu yang terpenting adalah memenuhi tenggat waktu perintah presiden, bahwa Prabowo harus dicopot sebelum malam. Terlalu lama jika harus menunggu Djamari Chaniago datang dari Bandung. Akhirnya, Johny Lumintang yang berada di Jakarta ditunjuk untuk memimpin sementara Kostrad.
Bagi Habibie, membiarkan Prabowo memegang kendali pasukan hingga keesokan pagi adalah risiko yang terlalu besar. Pencopotan harus selesai sore itu juga, sebelum matahari terbenam.