Hingga saat ini, Aceh masih belum pulih.
Adik-adik kita di Aceh Tamiang memang kehilangan rumah, tapi tidak dengan semangat untuk terus sekolah, dan mengejar mimpi mereka yang masih terjaga.
Mari teruskan kebaikan bersama Humanies Project melalui:
https://t.co/T9V7jXWovS
atau
BRI 118501000499563
(Yayasan Huma Inisiatif Indonesia)
Novel Beloved ini dijadikan contoh o/ Avery Gordon, seorang sosiolog, u/ memperkenalkan Sociology of Haunting, di mana „haunting“ sbg metode riset sosiologi. Aku pernah mencoba merefleksikan metode ini utk memaknai „buruh siluman“ di kebun sawit. https://t.co/ZArWoZrRd5
10 Sikap Bijak Merespons Kabar Bunuh Diri
Kesehatan mental adalah bagian tak terpisahkan dari tradisi dan sejarah Islam. Namun, hingga kini, penyakit mental dan bunuh diri masih menjadi stigma yang berat di tengah masyarakat Muslim. Sering kali muncul anggapan keliru bahwa iman dan doa saja cukup untuk membuat seseorang kebal terhadap depresi.
Padahal, kenyataannya, banyak Muslim yang berjuang melawan pikiran untuk mengakhiri hidup.
Islam memang sejak awal menegaskan kemuliaan hidup manusia dan melarang keras tindakan mengakhiri nyawa sendiri. Akan tetapi, larangan agama tidak otomatis membuat seseorang kebal dari depresi atau keinginan melukai diri.
Fakta menunjukkan, banyak Muslim di berbagai belahan dunia bergulat dengan pikiran bunuh diri, dan sebagian dari mereka benar-benar meninggal karenanya.
Inilah sebabnya, ketika sebuah komunitas Muslim menghadapi peristiwa bunuh diri atau percobaan bunuh diri, respons yang diambil tidak boleh serampangan. Kita membutuhkan prinsip yang berpijak pada nilai Islam sekaligus landasan ilmiah.
Psikiater Muslim dari Stanford University, Dr. Rania Awaad, menekankan pentingnya pendekatan postvention (langkah penanganan pasca-kejadian) untuk mencegah dampak lanjutan dan membantu penyembuhan komunitas.
Salah satu ancaman terbesar adalah suicide contagion, fenomena ketika paparan terhadap kasus bunuh diri meningkatkan risiko orang lain melakukan hal serupa.
Berdasarkan arahan Dr. Rania Awaad, berikut adalah 10 hal penting yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika tersebar informasi soal tragedi bunuh diri. Apa sajakah itu?
Baca selengkapnya di https://t.co/Ux6BaBvYJo
#Muhammadiyah
Indonesian newspaper @tempodotco has just released a series of exposés of the inner workings of Indonesian diplomacy within the Indonesian Ministry of Foreign Affairs @Kemlu_RI under Prabowo's administration
I will summarise and point out their key findings
A THREAD
Jika kalian sedang ada waktu luang, sempatkan untuk baca buku saku ini walaupun kamu bukan paralegal, karena isinya berguna untuk semua orang. Contohnya 👇
😭😭
Anak wartawan yang tewas dibakar di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Eva Miliani br Pasaribu, menyampaikan kesaksian penuh emosi dalam sidang pengujian materiil Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia atau UU TNI di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Eva merupakan anak dari almarhum Rico Sempurna Pasaribu, jurnalis Tribrata TV Kabanjahe, yang tewas bersama istri, anak, dan cucunya akibat rumahnya dibakar pada Juni 2024.
Dalam persidangan perkara Nomor 197/PUU-XXIII/2025, Eva menyatakan peristiwa itu kuat diduga berkaitan langsung dengan aktivitas jurnalistik ayahnya yang mengungkap bisnis judi ilegal.
Sc: tirtoid
Keluarganya dibakar hidup2 hanya krn ayahnya membongkar bisnis judi oknum militer
Hingga kini pelaku masih bebas dan digaji negara
Kini dia menjadi saksi mengenai perbedaan perlakuan hukum antara pelaku sipil dengan pelaku dari unsur militer