Yang ditanya soal diversifikasi pangan, salah satunya sagu.
Jawabannya: nol.
Itu yang mau ngajak diskusi dengan mahasiswa UGM? Yah, udah tepat, mereka diusir.
Pak Guru Iman Zanatul Haeri curhat di Mahkamah Konstitusi:
"Polisi Punya SPPG, Tentara Punya SPPG, Anggota DPR Punya SPPG. Kepada siapa lagi kami harus melapor?"
***
Upaya yang kami lakukan secara konstitusional ini adalah upaya yang paling mendasar, jika boleh menyebut, upaya terakhir.
Karena akses untuk mengevaluasi agar anggaran kesejahteraan guru dalam anggaran pendidikan tidak diambil oleh MBG, tidak ada salurannya.
Jujur saja.
Kami mau melapor ke polisi, Polisi punya dapur SPPG.
Kami mau melapor kepada Tentara Nasional Indonesia, tentara punya dapur SPPG.
Kami mau melapor ke DPR RI, anggota DPR banyak yang punya dapur SPPG.
Jadi memang ini jalan terakhir untuk kami, mengadu kepada siapa lagi?
Kepada konstitusilah kami berharap, kalau enggak punya dapur ya.
Majelis Hakim Yang Mulia,
Saya sadar kedudukan saya sebagai saksi — saya menyaksikan, melihat, membaca, menerima laporan-laporan dari para guru.
Karena saya guru sejarah, saya juga merasa perlu mencari jawaban di masa lalu.
(hakim: waktunya sudah cukup, nanti...)
Mungkin yang terakhir — perlu diingat bahwa ketika amandemen keempat tahun 2002 disampaikan, seperti dalam PowerPoint, kita lihat bahwa anggaran sekurang-kurangnya 20% itu memang cita-citanya untuk kesejahteraan guru.
Jadi kami berharap ini memang untuk guru, dan tidak semestinya diambil oleh MBG.
i think pada dasarnya semua jurusan itu berguna, but maybe the real issue is that our country doesn’t invest equally in developing opportunities for every field of knowledge. some are nurtured, funded, and prioritized, while others are left fighting for survival. sedih sih
Pak guru Iman, Kepala Advokasi Guru, tahan tangis di MK saat nyampein dampak buruk MBG pada guru & bandingkan gaji guru dgn petugas SPPG
"setelah ada MBG, terjadi PHK massal terhadap guru honorer & PPPK"
"di Langkat ada guru honorer di gaji 500rb/bulan, di Sumedang 50rb" 🥹
gagap dalam merespons peringatan bencana + pelanggaran kebebasan pers + nol transparansi + acak acak sistem demi keuntungan sebagian pihak
such a fucked up combo
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M Qodari meminta kepada para mahasiswa untuk mendukung Presiden Prabowo Subianto dalam melawan kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Qodari menegaskan Prabowo merupakan sosok terdepan dalam melawan kebocoran APBN, seperti tuntutan mahasiswa dalam demo kemarin.
“Jadi kalau soal kebocoran, Bapak Presiden adalah panglima paling depan. Panglima dalam melawan kebocoran. Karena itu, beliau harus didukung oleh teman-teman mahasiswa,” ujar Qodari dalam keterangan Bakom, dikutip Minggu (14/6/2026).
Menurut Qodari, pemerintah memastikan apa yang sedang dilakukan terhadap APBN merupakan bagian dari efisiensi, dan menciptakan belanja yang tepat sasaran.
Qodari menjelaskan pada awal pemerintahan, Prabowo melakukan penghematan terhadap berbagai pos belanja yang dinilai tidak mendesak dan tidak esensial. Kebijakan tersebut menurutnya berhasil menghemat anggaran negara hingga sekitar Rp 300 triliun
Penulis: Adhyasta Dirgantara
Editor: Bilal Ramadhan
+ #Mahasiswa #APBN #Ekonomi
what makes it even sadder is we don’t hate this country. we’ve never hated indonesia. we hate the abuse of power, the injustice, the systems that fail us, the voices that are ignored, and the people who keep enabling it. all we want is for our country to be better :(
gue sering ga kuat nonton video pidato dia sampe abis krn kayak???? halo ngomong apa sih??? i often got 2nd hand embarassment jg like??? mana isinya pasti ada bagian menggebu gebu bilang BERSATU, MERDEKA, BANGSA BESAR like duh pls STOP atau gua ambil microphone lu