Kalau kalian menikmati, ada baiknya diapresiasi.
Kalau kalian tidak menikmati, ya tidak usah dihakimi; boleh dikritik sekali, namun bukan berkali-kali.
Toh, 'kan kita memang sedang berusaha untuk jadi lebih baik setiap hari.
Hitung aku sebagai yang kan selalu ada
Meski tidak benar-benar di depan muka,
Namun aku memang tidak berdusta
Kalau hari ini dan hari seterusnya aku 'kan selalu bersedia
aku masih diam, sabar menunggu kamu memulai kata pertama;
sampai akhirnya kamu mulai bicara
—ternyata kali ini yang kamu pilih adalah temu pertama di masa sma
ceritamu belum dimulai namun senyummu sudah dahulu ada,
kamu mengenang masa kita
—jauh dulu ketika remaja
yang katamu sekarang begitu aneh bak lelucon semesta
oh, ternyata menulis bukan hanya untuk pujangga;
oh, ternyata menulis tidak perlu mutlak berduka;
menulis ya menulis saja
—entah dibaca oleh siapa
itu perkara yang tidak patut dikira