gw cuma mau bilang :
PP 20/2026 ini bagus karena nutup celah pihak2 yg ga layak dapet fasilitas tarif umkm untuk manfaatin fasilitas tsb melalui skema bunching dan firm splitting (mecah usaha dan omset)
yg aneh itu ya orang2 ga ngerti yg bikin berita bombastis.
my take:
banyak kebijakan plenger rezim. yg ini bukan salah satunya.
Dari dulu juga PPh badan (PT, CV, dll.) emang begitu:
* Pasal 31E UU PPh omset <=50 miliar, maka PKP (laba) s.d. 4,8 miliar dikenakan 11%, selebihnya tarif normal 22%.
* Kalau omset >50 miliar, kena tarif normal 22% dari PKP (laba).
* PT Tbk kena tarif 19% dari PKP (laba).
* Lalu ada fasilitas khusus UMKM dgn omset <4,8 miliar itu bisa pakai tarif 0,5% dari omset.
Nah pemerintah cuma merevisi fasilitas UMKM jadinya cuma bisa untuk WP pribadi atau PT perorangan aja, demi menutup celah legal yang bisa dipakai oleh non UMKM. Sebelumnya pengusaha bisa buat banyak PT untuk pecah omset supaya masing-masing tetap <4,8 miliar jadi pakai PPh UMKM, padahal secara group itu sudah pengusaha skala besar.
@0tk0il@BattlerUshiro67 Toko sebelah omsetnya udah puluhan milyar, eh tapi omsetnya dipecah-pecah jadi beberapa usaha biar bisa pakai tarif 0,5%.
Terus kita yg omsetnya cuma ratusan juta mau saingan sama dia? Selisih pajak yang harusnya dia bayar pakai tarif 22% dari laba dia pakai lagi tuh untuk modal
@0tk0il@1ih14sa6254k@gayungLove_17 Benar bro.
Pegawai makin gede gajinya juga makin gede pajak nya. Perusahaan yang bukan UMKM juga makin gede marjin nya makin gede pajak nya.
Sama kan?
@profesor_saham Bro, biaya operasional naik kan akan menggerus laba. Kalau labanya kecil ya PPh nya juga kecil dong... Bahkan kalau rugi malah ga perlu bayar PPh... Di mana mencekiknya..?
Sedasar gitu koq ga paham π
@sharpandshark Izin berisik.
No. 3 salah. Sejak awal WP badan sudah wajib pembukuan dan bikin laporan keuangan, meskipun dulu dikasih fasilitas tarif 0,5%.
@0tk0il@1ih14sa6254k@gayungLove_17 Tarif 0,5% ga bisa langsung dibandingin sama tarif 22%. Dasar penghitungan nya beda.
Kebanyakan contoh yang beredar juga sengaja pakai marjin gede 30% an dari omset, padahal ngakunya marjin tipis π
Kalau tahun itu lu rugi, 22% x 50% dikali 0 alias ga perlu bayar PPh.
@0tk0il@1ih14sa6254k@gayungLove_17 Misal omset lu setahun Rp1 miliar
Kalau pakai tarif 0,5% PPh nya 0,5% x Rp1 milyar = Rp5 juta
Kalau pakai tarif 22% dari laba bersih. Misal marjin tipis 5% -> laba bersih Rp50 juta.
PPh nya 22% x 50% x Rp50 juta = Rp5,5 juta
(omset 1M masih dapat diskon tarif 50%)
Ga beda jauh
@txtdrjkt Dari STASIUN DURI dan lantunan takbir dari masjid sebelah stasiun semalam saya tersadar, kenapa banyak dari kita belum layak dipanggil untuk berhaji di sana.
@kamarlintang Itu salah satu sudut pandang seseorang yang belum menikah dan tidak punya anak atau sudut pandang dari anak yang tidak pernah dapat perhatian ayahnya.
Mungkin nanti ketika sudah menikah dan punya anak, sudut pandangnya berubah.