Ternyata begini rasanya perut perih menahan lapar 😭.
Di usir ortu Krn menolak di jodohkan nikah dg laki2 tua kaya hy utk menutupi hutang judolnya Pdhl kerja slm ini gaji 90% dikirim ke ortu.
Di suruh resign pulkam bilang nya ada kerjaan di kampung, ternyata di suruh nikah dg laki2 tua.
Aku menolak, dan di usir terlunta di kampung org, tanpa pekerjaan tanpa uang.
Sesakit itu ternyata lapar.
Berbakti ternyata hanya di ukur dari ketaatan kita utk menikah dg laki2 tua pilihan org tua.
sc:threadscintaseejatii
Miris dan jadi pelajaran bersama
Seorang pria harus menjalani perawatan di RSJ Surabaya setelah diduga mengalami gangguan kesehatan mental akibat kecanduan judol
Peristiwa ini mengingatkan kita dampak kebiasaan yg berisiko tidak hanya materi tp kesehatan jiwa
⚠️DICARI: TERDUGA PEMBUNUH WANITA YANG MASIH BURON⚠️
Nama: Muhammad Syamsun Al Ghozi
Tempat/tanggal lahir: Kebumen, 16 Februari 1999.
Syamsun Al Ghozi diketahui terakhir kali tinggal di Jalan Cemara I Nomor 70 RT 01 RW 10, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jabar.
Polisi meminta masyarakat menghubungi penyidik Polsek Gunung Putri bila mengetahui keberadaannya melalui nomor telepon 021-8671405 atau lewat WhatsApp 081314649848. Bisa juga melaporkan lewat call center Polri di 110.
Stop femisida! cc @SistersInDanger
Wanita korban perjodohan ini awalnya tampak begitu marah, setelah ternyata dapat mahar emas 50 gram, sertifikat tanah dan mobil mewah, langsung tersenyum 😂
Pasutri ditagih rp 768 juta ngamuk dikantor pajak...
Kasus seperti ini banyak terjadi dan biasanya diselesaikan dgn jalan damai....
Kalian pasti tahu artinya " damai "......
Semoga @KemenkeuRI bisa menindaklanjuti masalah ini....
Pasangan lansia di Desa Orahua Nias. Hidupnya sederhana. Tiga lampu kecil dan satu rice cooker. Itu semua yang mereka pakai. Token listriknya awet karena mereka memang hidup sehemat mungkin.
Dan justru itu yang bikin mereka kena masalah.
Pemakaian mereka dianggap aneh oleh petugas. Terlalu hemat. Mencurigakan.
Warga sekitar udah kasih penjelasan. Udah bilang memang begitu gaya hidup mereka. Memang orang tua yang hidupnya sederhana.
Tapi petugas tetap cabut meterannya.
Dan setelah meteran dicabut mereka diminta bayar 600 ribu rupiah supaya listriknya bisa nyala lagi. Dan uang 600 ribu itu diambil dari dana bansos mereka.
Dana bantuan sosial. Yang memang dikasih negara buat bantu orang orang yang tidak mampu. Diambil buat bayar biaya yang seharusnya tidak pernah ada.
Gw mau lo pahami betapa absurdnya ini.
Di negara yang pejabatnya korupsi miliaran dan kasusnya butuh bertahun tahun buat diproses pasangan lansia yang hidupnya terlalu hemat justru langsung dicabut meterannya dalam hitungan hari.
Yang boros tidak dipersoalkan. Yang hemat malah dicurigai.
Dan ini bukan kasus pertama model begini. Di Indonesia ada fenomena yang udah lama diketahui oknum petugas yang menjadikan pencabutan meteran sebagai ladang pungli. Datang dengan tuduhan pemakaian tidak wajar. Minta bayaran buat pasang lagi. Dan yang paling gampang jadi korban adalah orang tua yang tidak paham prosedur dan tidak punya kekuatan untuk melawan.
Yang paling menyakitkan dari semua ini
Negara ngasih bansos buat bantu mereka survive. Tapi sistem yang harusnya melindungi mereka justru yang mengambil uang bantuan itu kembali lewat cara yang tidak bisa mereka tolak.
Dikasih dengan satu tangan. Diambil lagi dengan tangan yang lain.
Dan pelakunya kemungkinan besar tidak akan kena sanksi apapun yang berarti.