aku baru ngeh, selama ini aku terlalu available buat orang lain, selalu ada, selalu mengiyakan, dan selalu berusaha ngerti, sampai lupa nanya ke diri sendiri, "emang mereka se-segitu juga buat aku?" ternyata ngga semua orang hadir dengan ketulusan yang sama, sebagian cuma datang sesuka hati, seperlunya, dan saat mereka butuh aku.