Eks Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal, lewat akun IG pribadinya, menyampaikan kritik kepada pemerintah RI yang terkesan menyepelekan udangan Iran ke pemakaman Ayatollah Ali Khameini yang tewas dibunuh Israel pada 28 Februari 2026 lalu.
Pemerintah nggak memenuhi undangan dari Iran dengan mengutus delegasi resmi, dan yang hadir hanya Dubes RI di Teheran. Hal ini, oleh Teheran, dianggap sebagai sikap menyepelekan undangan.
Nadiem Makarim dalam konferensi pers:
"Saya sudah tidak tau lagi mau minta tolong ke siapa, dimana saya bisa mendapat keadilan. Harapan saya satu-satunya adalah kepada masyarakat Indonesia, Harapan saya satu-satunya adalah kepada setiap orang yang masih percaya kebenaran masih ada artinya di negara ini.
Saya telah berjuang selama 1 tahun ini untuk membuka semua kejujuran yang telah kami lakukan semua niat baik yang saya dan tim saya lakukan dimasa kementerian sudah kita jelaskan. Tapi seolah-olah tidak ada artinya.
Saya tentunya akan terus berjuang. Demi anak-anak saya, demi keluarga saya, demi seluruh negara, Indonesia, yang saya masih cintai, saya akan berjuang, saya akan segera melaksanakan naik banding, demi kebenaran, demi anak-anak muda , demi profesional diluar sana, demi orang jujur yang di kriminalisasi, saya mohon dukungan doa dan keberanian anda."
Photo: Metro TV
semua tuduhan terhadap Nadiem Makarim tidak terbukti.
- tidak terbukti melakukan suap, gratifikasi, dll
- tidak terbukti melakukan intervensi
- tidak terbukti ada aliran dana
- tidak terbukti ada saham di perusahaan laptop
- tidak terbukti ada konflik kepentingan
- tidak ada peristiwa Akab B TO B terhadap PT. Akab & Gojek
- tidak terbukti ada pengadaan
STRESS GILAKk!! sakit hati bangetttt pak nadiem dikriminalisasi 😭😭😭 bisa-bisanya divonis 10 tahun dan denda hampir 1T (yang mana ga sesuai dengan omongan hakim bahwa tidak ada dana mengalir ke Nadiem, tapi tetep kena denda??? WTH)
hasil putusan sidang vonis nadiem makarim :
- 10 tahun penjara
- pidana denda Rp 1M
- pidana tambahan pembayaran uang penganti senilai Rp 809 M sekian, apabila tidak dibayar dalam kurun waktu 1 bulan maka diganti dengan pidana penjara selama 5 tahun
Bila dibongkar semua latar belakang pendidikan komisaris BUMN, makin ketauan, Negeri ini memang tidak pernah mem-value pendidikan sebagai suatu hal yang penting #Hensa
Udah coba rekap semaleman. Dari 57 Wamen yang ada di Kabinet, 37 diantaranya merangkap jabatan sebagai Komisaris BUMN.
Persentase nya nyentuh angka 64.9%. Ini bukan lagi pencilan atau anomali, ini angka yang besar, bahkan bisa dikatakan MAYORITAS. Dan ini baru Wamen, belum petinggi dan pejabat lembaga atau badan setingkat menteri.
Awalnya mau bedah nama satu-satu, tapi dari angka itu seharusnya sudah menjelaskan, tidak perlu dibedah, kalian coba cari contoh 10 Wamen, seharusnya 6-7 diantaranya merangkap Komisaris BUMN.
Maaf ya teman-teman, jujur panik bahas hal ini, apalagi ada riwayat akun kena suspend, followers belum besar, tiba-tiba dapet impresi tinggi, jadi masih belum berani. Mungkin pertimbangannya bakal tulis artikel aja nanti untuk detail lengkapnya.
Btw ada nama "lucu" lagi di jajaran Komisaris BUMN, bukan akademisi, bahkan riwayat pendidikannya pun saya tidak nemu, mungkin bakal spill tipis kayak sebelumnya.
Saat ini ada 25 wakil menteri yang juga menjabat sebagai komisaris BUMN.
Padahal putusan Nomor 128/PUU-XXIII/2025 jelas menegaskan bahwa wakil menteri tidak boleh rangkap jabatan.
Hiii buat yg masih “belain” dan ngerasa “ya emg kenapa sih”.
ini wajar org2 marah banget, jgnkan jadi komisaris jd pegawai di perusahaan2 tersebut tahapannya panjang &susah.
Jabatan komisaris tuh gabisa “asal comot” aja, harus kompeten. Aku coba jelasin dari perspektif yg aku pelajari selama kuliah hukum yaa..
berdasarkan UUPT, dewan komisaris itu tugasnya mengawasi atas kebijakan direksi, jalannya pengurusan Perseroan maupun usaha Perseroan, dan memberi nasihat kepada Direksi.
Kalau komisarisnya diangkat berdasarkan “relawan pemerintah&pendukung pemerintah” tanpa punya kompetensi dalam jabatannya, mau gimana dia mengawasi direksi? mau gimana dia memberi nasihat kepada direksi? mau gimana dia mengawasi kebijakan direksi? dianya aja ga ngerti & ga kompeten.
Lagi, lagi dan lagi closing statement yang tepat sasaran dari wakil ketua BEM UI Fatimah Azzahra persis berdiri dan berbicara disamping orang dekat presiden. ❤️✊☺️
ALERTA
Foto ini nunjukin kalo anak-anak kecil ikut naik truk demo bersama spanduk dan megaphone.
Di Batam dan beberapa daerah, siswa SD dilibatkan dalam aksi dukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Anak usia SD belum paham isu rumit seperti korupsi BGN atau anggaran negara.
Ngelibatin mereka lewat Dinas Pendidikan dan sekolah itu jelas ngelanggar netralitas pendidikan.
Pasal 15 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak menyatakan anak berhak dilindungi dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik.
Ini kerasa kayak cara paksa bangun narasi dukungan saat MBG dikritik keras.
Anak harus dilindungi, bukan dijadikan alat politik. KPAI perlu segera memeriksa kasus ini. Perlu kami turun tangan lagi buat pelaporanya?
Plis @ruangguru bikin COC tapi pesertanya dari IPDN, Akpol, Akmil, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, dkk (yg halo dek semua). Setiap mau mulai dan selesai ngerjain soal harus bilang, "Mohon izin soal siap dikerjakan/sudah selesai". Yg kalah push up 100×
Para pembela pemerintah ini argumennya begitu tolol dan tidak masuk akal.
Bahkan, sekelas juru bicara partai besar saja narasinya begitu mudah dibantah oleh mahasiswa yang lulus pun belum; tapi cara berpikir dan argumen mereka benar-benar luar biasa.
Aku pun sebenarnya tahu, juru bicara itu memang menyampaikan sesuatu bukan sesuai dengan nuraninya, tapi sesuai dengan kepentingan partai dan pimpinannya.
Tapi, kenapa narasinya tidak cerdas dan begitu cacat logika?
Dia menjelaskan MBG tetap harus dilanjutkan dengan membawa narasi anak-anak sekolah di daerah yang begitu membutuhkannya setelah berjuang panjang pergi ke sekolah; tapi, pembelaan itu justru menunjukkan kalau pemerintah memang tidak mengerti skala prioritas, yang harusnya memperbaiki infrastruktur dan fasilitas agar anak-anak di daerah mudah mengakses sekolah, tapi juru bicara tersebut malah fokus pada perut anak-anak tersebut setelah melewati betapa susahnya perjalanan mereka untuk ke sekolah.
Cacat logika yang ditampilkan secara terang-terangan.
Mama saya sakit ginjal, sudah 4 hari di rawat di ICU RS Hermina Serpong, tidak sadar sejak hari ke 2, kami sudah menghubungi 29 rumah sakit rujukan namun belum mendapatkan juga, apakah ada yang bisa bantu saya untuk mendapatkan rumah sakit yang ada alat CRRTnya dgn BPJS?