@4THVASILIEVS@5THVASILlEVS अरुणा┊✦.
Mata Alyena langsung berbinar! “Benar juga! Kita harus menyiapkan rumah untuk Sunny! Bagaimana kalau kita sekalian melihat-lihat rumah yang dijual?”
Sebuah ide kemudian muncul! “Oh! Kalau begitu, bukankah kita juga harus mencari gaun pernikahan nanti untuk Sunny?”
@4THVASILIEVS@5THVASILlEVS अरुणा┊✦.
Hanya bisa memberikan senyuman, kepala menggeleng halus atas tingkah Vya. Ia kemudian mengalihkan pandangan kepada adik termudanya, “Tidak apa, Sunny. Dan lagipula—Tidakkah nanti kamu membutuhkan mobil sendiri jika sudah memiliki sim? Ayo kita beli untuk kamu!”
@4THVASILIEVS@5THVASILlEVS अरुणा┊✦.
Mangut-mangut! Melihat Vya senang, ia menjadi ikut merasa senang. “Okay, jadi jadwal kita hari ini pergi ke dealer mobil, lalu ke mall! Oh, kalau tidak salah sedang ada pameran cruise juga di mall! Haruskah kita melihatnya juga?”
@4THVASILIEVS@5THVASILlEVS अरुणा┊✦.
Dengan halus menggelengkan kepala, “Aku tidak membutuhkan apa-apa, Vya.” Ia berkata dengan senyuman di wajah. “Sebaliknya, Vya dan Sunny ingin membeli apa lagi? Tas? Sepatu? Furnitur? Atau mobil baru?”
“I hoped you might like some company.”
Surprise flickered across the lined face. “Company? I haven't had that in years...” The door opened wider.
— END.
She found a small, weathered house nearly hidden by overgrown vines.
Her knock was hesitant, but the door creaked open. A wrinkled face, framed by wisps of white hair, peered out. “What do you want?” the old woman asked, her voice sharp.
“My name is Alyena,” She replied gently.
“Vyaa!” Langsung menerjang adiknya. “Happy birthday! Aku merajutkan Vya sebuah sweater,” Langsung diperlihatkannya sweater yang telah ia buat! “Agar Vya tidak kedinginan! Selamat ulang tahun, Vyacheslav. Hehe.”
@4THVASILIEVS
(+) begitu, orang yang berada di belakangnya tetap tidak terima. Perseteruannya sangat sengit, sampai akhirnya, Alyena memutuskan untuk melerai.
“Sudah, sudah, Pak.” Ia berkata, menggelengkan kepalanya. “Daripada kalian berdua berseteru mana yang duluan,” Ia menatap kedua (+)
(+) keributan terjadi. Dua orang berseteru, sepertinya mengenai seseorang yang menyela antrean untuk membayar. Orang yang menyela antreannya mengatakan bahwa ia sedang buru-buru dan lagipula toh, yang ia beli hanyalah sekedar satu kaleng minuman. Akan cepat kok.
Namun walau (+)