@blackmaskloner@vyowiz_@greenredbwd bantu jawab yaa kak, ini adalah salah satu rujukan skripsiku dulu. aku bahas soal family communication pattern dalam penyelesaian konflik ortu-anak
intinya anak dari keluarga yang menerapkan pola komunikasi kepatuhan, cara komunikasinya akan cenderung lebih konfrontatifโ
okay, aku baca satu-satu.
kalau alasanny, takut perusahaan gk bayar sesuai dengan yg dikasih tau ke kita, bukan harusnya kita yg terima laporan, ya? bukan kita yg melaporkan. kita yg dipotong pajak kok, kita yg repot.
di era orang-orang kenal di social media, dating apps. aku masih pengen ketemu special someone di pinggir jalan, minimarket, di resto, coffee shop dan tempat umum lainnya..
Gw punya temen yang kalau libur panjang atau weekend dia menghilang total.
Bukan pergi ke mana-mana.
Tapi literally tidak kemana-mana.
Di kos.
Sendiri.
Kasur + Netflix+ GoFood Dan jadi combo hibernasi buat dia.
Tidak ada interaksi sama siapa pun.
Tidak ada chat yang dibalas kecuali yang penting. Tidak ada nongkrong.
Tidak ada janjian.
Bahkan untuk makan dia tidak mau kelur GoFood saja supaya tidak perlu ketemu orang.
Gw tanya lu tidak kesepian?
Dia bilang tidak.
Ini justru yang gw tunggu-tunggu seharian kerja.
Dan gw mulai paham.
Dia bukan pendiam.
Di kantor dia normal.
Diajak ngobrol nyambung.
Diajak nongkrong mau.
Tidak ada yang curiga dia tipe yang suka menyendiri.
Tapi ternyata semua interaksi sosial itu buat dia ada harganya.
Setiap meeting.
Setiap small talk di pantry.
Setiap zoom call.
Setiap 'eh lu sudah makan belum' dari rekan kerja itu semua menguras energi dia secara diam-diam.
Dan weekend adalah waktu dia bayar semua utang energi itu kembali.
Kata dia kalau Senin gw belum rebahan cukup di weekend, gw masuk kantor pasti susah fokus.
Ini yang psikologi menyebutnya introvert bukan dalam artian pemalu atau antisosial.
Tapi orang yang recharge energinya bukan dari keramaian tapi justru dari kesendirian.
Dan yang menarik dia tidak merasa ada yang salah dengan dirinya.
Tidak merasa harus diperbaiki.
Tidak merasa harus dipaksa lebih sosial.
Dia tahu persis cara kerjanya sendiri dan dia desain hidupnya sesuai itu.
Gw rasa banyak orang yang sebenarnya sama kayak dia tapi selama ini merasa bersalah karena tidak mau keluar di weekend.
Merasa ada yang aneh karena lebih pilih kasur daripada cafe.
Tidak ada yang aneh.
Lu mungkin cuma belum sadar bahwa diam itu bukan kesepian.
Kadang itu justru cara paling efisien untuk jadi manusia yang berfungsi normal keesokan harinya.
Sedih bgt siang ini.
Anak muda dikriminalisasi. Anak muda disiram air keras.
Ga ada satupun dr mereka yg pegang senjata. Semua modalnya suara dan partisipasi.
Makin hari tanda-tanda mau menindasnya semakin ditunjukin.
@tanyakanrl Kenapa si laki laki tuh hal basic kaya gini aja tolol banget, mnrt gua problem bukan di umur sih. Gua gapernah liat ibu2 se tolol ini soal aktivitas dirumah. Kayak nalar dan logika ga dipake, otak ga nyampe. Dibilangin dikit emosi wkwk bodohnya kebangetan asli
hah gila apa ya? mental maling bgt, matinya ga tenang sih ini, mana bukan cuma sekali. hidup kalo cuma ngerugiin orang lain, mending gausa hidup๐ญ๐ญ๐ญ