Gw tuh kurang nyaman sama orang yang dikit-dikit networking, dikit-dikit networking alias kalo ketemu orang harus ada dampak ke kerjaan/finansial.
Santai aja bro. Banyakin berteman, belajar ngobrol santai tanpa agenda.
Kerjaan akan datang kok ketika you emang punya skill yang mumpuni dan santuy bergaul.
Lucu banget ya orang-orang tuh berkegiatan harus banget hanging around "cool people" dan "eksklusif"...
Kalau gini mindsetnya, kita tidak akan pernah bisa mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Jadi dulu sila ini dibuat hanya cita-cita utopis aja kali ya 😄
IGRS gak becus
Bubar aja, blunder besar, keliatan kualitasnya, ngerating modal bot/ai dan ga human check
Di ketawain se internasional
Bukan ranahnya, nggak ngelibatin ahli dibidangnya al hasil duar kena backlash
Saran aja nih
PAKE RATING YANG UDAH ADA.
Atau taro label only gausah sampe blokir2 kalo kualitas CEKnya modal bot/ai
Banyak salah sasaran kan..
Jangan berani2 ngibul lo ngelibatin ahli. Ketauan bobroknya nih se internasional
Minta maaf g luh👊
tokopedia today, in the most blunt way possible, is anti consumer.
i've been having significant degradation in shopping experience for the past year or so, but this week has been the worst.
i know it's ramadan season, but still.
Kalian tau Kemen Pariwisoto ga? Ada Rossi datang sebelum Ramadan, ga dimanfaatin buat gerakin ekonomi Lombok. Ada speed datang, ga dimanfaatin buat promosi Indo besar-besaran kaya di Tiongkok. Itu karena pengambil kebijakan kurang, atau ga peduli, dengan riset semacam ini.
Habis ditodong sama orang pajak dengan aturan yg dibuat2 membuat gw semakin yakin untuk mulai memindahkan Toge Productions ke negara lain.
Saya sudah berusaha memajukan industri game Indonesia selama 17 tahun, tapi sepertinya harapan saya sudah pupus. I’ve tried my best.
Memang negara yg "membaca saja saya susah" ini dah ga ketolong. Baca teks salah, baca konteks jg ga nyampe.
Yg dibahas:
Nuntut banyak (bahkan fully provide/nanggung beban finansial dr sejak pacaran), tp ga reciprocate/mutual effort-nya. Alias lebih sering jd taker drpd giver.
"Indonesia sangat kekurangan soshum yang serius."
Soshum yg lu sebut "woke" itu serius, lu dan banyak orang nyaman sama status quo jadi menganggap soshum itu konyol, ga guna, ga penting. Isu gender itu serius, isu ableisme itu serius, semua yg lu pandang "woke" itu serius.
Sebenernya gaya marketing kayak gini tuh yang perlu sangat kita apresiasi bukan adminnya, melainkan atasannya.
Sulit sekali menemukan atasan yang terbuka dengan ide baru dan tidak kaku.
Masalah utama semua creative marketer itu kepentoknya di regulasi dan birokrasi 🤣