Eh setidaknya grgr mental moral pressure dr this one person i got my anxiety back n aka kurusan wich means my waist also shrinking jd MAKASIH Y gkpp bgt hate ak trs hehe
Mahasiswa ULM Jadi Korban Pemerasan Berbasis Seksual (Sextortion) oleh Akun Anonim bocoralus_ulm di Instagram
Banjarmasin – Rizal Amanillah, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Wakil Ketua Reg 2 Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) ULM, menjadi korban sextortion oleh akun bocoralus_ulm
Dalam unggahan lengkap di Instagram pribadinya (amanilllah ) pada Jumat (15/5/2026), Rizal membeberkan kronologi pemerasan yang dialaminya. Akun bocoralus_ulm menghubunginya dengan mengaku punya informasi “aib” mahasiswa dan menawarkan “kesepakatan” untuk menjaganya.Percakapan yang ditampilkan menunjukkan pelaku secara terang- terangan meminta dukungan finansial sebesar Rp1.000.000.
Dalam chat tersebut terlihat: Pelaku bertanya: “ada biaya ini yang masuk untuk mengangkat berita anda… apakah menutup kami dengan ini juga atau bagaimana?”
Screenshot bukti transfer “Dukungan Rp1.000.000” (setelah potongan biaya layanan).
Pelaku bertanya “anda sanggup brp?” (berapa yang Anda sanggup?)
Rizal berulang kali meminta klarifikasi: “maksudnya sama dengan apa min?” dan “masih belum paham atau sengaja?”
Rizal menyebut aksi ini sebagai “Aib Mahasiswa Diperjualbelikan?” dan sengaja mengulang pertanyaan untuk mengumpulkan bukti kuat. Ia menyatakan bahwa meski pertanyaannya repetitif, itu dilakukan agar bukti lengkap untuk dilaporkan ke Satgas PPKS kampus dan pihak berwenang.
Karena merasa terancam dan khawatir konten pribadinya akan disebar jika tidak memenuhi tuntutan uang tersebut, Rizal akhirnya memilih terbuka ke publik. Ia juga mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan di DPM ULM untuk menjaga marwah organisasi. Akun bocoralus_ulm telah menghilang atau dinonaktifkan setelah kasus ini viral.
Banyak mahasiswa ULM dan netizen mengecam keras aksi pemerasan berbasis seksual yang disertai motif uang ini.Hingga berita ini dirilis, pihak Universitas Lambung Mangkurat dan DPM ULM belum memberikan keterangan resmi. Kasus ini masih terus berkembang dan diharapkan segera ditindaklanjuti oleh Satgas PPKS serta aparat hukum.
Mahasiswa ULM Jadi Korban Pemerasan Berbasis Seksual (Sextortion) oleh Akun Anonim bocoralus_ulm di Instagram
Banjarmasin – Rizal Amanillah, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Wakil Ketua Reg 2 Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) ULM, menjadi korban sextortion oleh akun bocoralus_ulm
Dalam unggahan lengkap di Instagram pribadinya (amanilllah ) pada Jumat (15/5/2026), Rizal membeberkan kronologi pemerasan yang dialaminya. Akun bocoralus_ulm menghubunginya dengan mengaku punya informasi “aib” mahasiswa dan menawarkan “kesepakatan” untuk menjaganya.Percakapan yang ditampilkan menunjukkan pelaku secara terang- terangan meminta dukungan finansial sebesar Rp1.000.000.
Dalam chat tersebut terlihat: Pelaku bertanya: “ada biaya ini yang masuk untuk mengangkat berita anda… apakah menutup kami dengan ini juga atau bagaimana?”
Screenshot bukti transfer “Dukungan Rp1.000.000” (setelah potongan biaya layanan).
Pelaku bertanya “anda sanggup brp?” (berapa yang Anda sanggup?)
Rizal berulang kali meminta klarifikasi: “maksudnya sama dengan apa min?” dan “masih belum paham atau sengaja?”
Rizal menyebut aksi ini sebagai “Aib Mahasiswa Diperjualbelikan?” dan sengaja mengulang pertanyaan untuk mengumpulkan bukti kuat. Ia menyatakan bahwa meski pertanyaannya repetitif, itu dilakukan agar bukti lengkap untuk dilaporkan ke Satgas PPKS kampus dan pihak berwenang.
Karena merasa terancam dan khawatir konten pribadinya akan disebar jika tidak memenuhi tuntutan uang tersebut, Rizal akhirnya memilih terbuka ke publik. Ia juga mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan di DPM ULM untuk menjaga marwah organisasi. Akun bocoralus_ulm telah menghilang atau dinonaktifkan setelah kasus ini viral.
Banyak mahasiswa ULM dan netizen mengecam keras aksi pemerasan berbasis seksual yang disertai motif uang ini.Hingga berita ini dirilis, pihak Universitas Lambung Mangkurat dan DPM ULM belum memberikan keterangan resmi. Kasus ini masih terus berkembang dan diharapkan segera ditindaklanjuti oleh Satgas PPKS serta aparat hukum.