Dengan penuh harapan serta kehangatan, kami akan melepasmu kembali. Namun, bertahanlah bagaimanapun jalannya, sebab kamu berharga bagi kami, bagi keluarga, bagi kerabat.
Ingat, kamu berharga, temanku.
Kapan terakhir kali Juni menapakkan kakinya di jajaran pasir putih yang (hampir) menelenggamkan telapak kakinya seperti ini? Sungguh, ia tidak ingat. Ia tidak ingat hangat angin laut yang kerap mengusap pipinya atau kicauan burung camar yang kerap mengagetkannya.
Langkahnya berhenti di depan kedai, kedua tangannya menemukan tempat mereka di pinggang Juni. Skeptis. Juni sangat skeptis dengan ucapan Saka.
"Gratis?" tanyanya tidak percaya. "Dalam keadaan ekonomi seperti ini?" tanyanya lagi.