Prabowo, di depan 2.600 rektor se-Indonesia:
"Jangankan usul dari profesor , usul dari anak di desa lewat TikTok langsung sampai ke saya, saya segera tindak lanjuti."
Menarik sekali, Pak.
Karena bulan ini juga, ribuan mahasiswa turun ke jalan , bukan lewat TikTok, tapi langsung ke Bundaran HI , menyampaikan tuntutan soal UU TNI, UU Polri, dan demokrasi yang tergerus.
Yang sampai ke Bapak:
a. Gas air mata
b. Ancaman pidana
c. Penelusuran identitas aktivis
Jadi ternyata bukan soal jaraknya, Pak.
Bukan soal TikTok atau turun ke jalan.Tapi soal isi pesannya.
Soal hotel ini… ada cerita menarik.
Jadi, Indonesia menerima pampasan perang dari Jepang pada tahun 1958.
Tahu ga berapa? $223,08 juta. Kalau pakai nilai dolar sekarang, itu sekitar 2,7 miliar USD.
Kalau dirupiahkan, totalnya : 45-46 triliun!
Sukarno dan Hatta berbeda pandangan tentang penggunaan pampasan perang ini.
Hatta : Pakai saja buat pendidikan dan pertanian dan membangun industri dasar
Sukarno? Well pake aja buat bangun SIMBOL-SIMBOL negara modern.
Apa itu? Hotel Indonesia, Sarinah, Wisma Nusantara, juga Hotel Samudra ini.
Hotel Samudera pun dikasih aroma mistis, seperti adanya ruang khusus buat ketemu "Nyi Roro Kidul"
Akhirnya apa?
Yep, Indonesia kehilangan momentum untuk membangun pendidikan dan industri dasar..
Dan memilih membangun simbol-simbol ketimbang substansi.
punya kenalan dari Tsinghua, phd student orang China asli. kami diskusi2 santai saat conference, lalu keluarlah dari mulutnya nama Stella, karena dia nanya kondisi riset sains di Indonesia, dia tahu karena suami si Stella ini faculty di Department of Physics, dan juga Stella dulu juga ngajar di Tsinghua. kwkwk...
what can i say...
dengan sigapnya aku mengatakan the future of research and education is still dark under her leadership. haha
Abis minum ini lu pada langsung pulang ya…. Biar bisa cebok dengan air dengan leluasa. Bayangin lu kebelet di siam paragon tanpa bidetnya itu ((pengalaman 🤗))
Udah coba rekap semaleman. Dari 57 Wamen yang ada di Kabinet, 37 diantaranya merangkap jabatan sebagai Komisaris BUMN.
Persentase nya nyentuh angka 64.9%. Ini bukan lagi pencilan atau anomali, ini angka yang besar, bahkan bisa dikatakan MAYORITAS. Dan ini baru Wamen, belum petinggi dan pejabat lembaga atau badan setingkat menteri.
Awalnya mau bedah nama satu-satu, tapi dari angka itu seharusnya sudah menjelaskan, tidak perlu dibedah, kalian coba cari contoh 10 Wamen, seharusnya 6-7 diantaranya merangkap Komisaris BUMN.
Maaf ya teman-teman, jujur panik bahas hal ini, apalagi ada riwayat akun kena suspend, followers belum besar, tiba-tiba dapet impresi tinggi, jadi masih belum berani. Mungkin pertimbangannya bakal tulis artikel aja nanti untuk detail lengkapnya.
Btw ada nama "lucu" lagi di jajaran Komisaris BUMN, bukan akademisi, bahkan riwayat pendidikannya pun saya tidak nemu, mungkin bakal spill tipis kayak sebelumnya.
Lulusan Harvard dan Stanford university nggak laku di negara ini
yang ada jadi bawahan mereka ini
tips sukses di indo:
- cukup jadi penjilat presiden
- jadi tim sukses waktu pilpres
- kalo bisa ada adegan nangis poin +
🚨 Kalian tau ga? Muhyiddin, salah satu dosen dari Universitas Esa Unggul jd Dewan Komite Audit di PT Pertamina Retail.
Ketika Ginka Febriyanti (Komisaris Pertamina Retail) S2 di Esa Unggul, hampir di DO krn ketauan edit nilai/absen 🤯 Ginka mohon2 sama beliau.
Hadiahnya? Jadi Dewan Komite Audit deh di Pertamina Retail 💕 #IndonesiaGelap
WANITA JENIUS INI NEKAT MASUK PEDALAMAN INDONESIA DEMI NYALAKAN LISTRIK GRATIS DI PULUHAN DESA TERPENCIL, SAMPAI DIPUJI PRESIDEN AMERIKA!
Tri Mumpuni adalah seorang wanita Indonesia yang hatinya sangat peduli melihat banyak desa terpencil di tanah air masih gelap gulita tanpa listrik. Bersama suaminya, dia mendirikan lembaga swadaya dan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro.
Mereka tidak mengandalkan anggaran pemerintah besar-besaran. Cukup memanfaatkan aliran sungai setempat sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Dengan kerja keras bertahun-tahun, lebih dari 60 desa terisolasi akhirnya bisa menikmati lampu listrik secara mandiri dan menggerakkan ekonomi lokal.
Bukan hanya menerangi rumah, inovasi ini juga membangun kemandirian masyarakat lewat gotong royong.
Puncaknya tahun 2010, nama Tri Mumpuni mendunia dan mendapat apresiasi langsung dari Presiden Barack Obama di sebuah konferensi di Washington karena dianggap menginspirasi dunia lewat kerja sosialnya yang tulus.
Satu wanita biasa yang berani berbuat sesuatu untuk desa-desa terpencil. Keren banget kan dedikasinya?
Menurut lo, masih banyak nggak ya orang Indonesia seperti Tri Mumpuni yang rela berkorban demi masyarakat?
Semakin ke sini, saya makin yakin KDM memang lebih pantas disebut gubernur konten daripada gubernur yang benar-benar fokus membangun organisasi birokrasi.
Ia menyindir ASN karena katanya yang dipikirkan cuma tukin, bukan cita-cita bangsa.
Padahal argumennya punya banyak sekali celah .
Pertama, argumen KDM cenderung membangun false dichotomy, seolah ASN harus memilih antara memikirkan tukin atau memikirkan bangsa. Padahal keduanya bisa berjalan bersamaan. Seorang ASN dapat memiliki idealisme sekaligus memperjuangkan kompensasi yang adil. Menginginkan kesejahteraan bukan berarti kehilangan nasionalisme.
Kedua, KDM tampak mencampuradukkan peran (role confusion). Dalam organisasi, pembentukan visi besar, arah pembangunan, dan tujuan negara adalah tanggung jawab pemimpin politik dan pejabat struktural. ASN pada dasarnya adalah pelaksana kebijakan (bureaucracy as executor), bukan aktor politik yang merumuskan cita-cita bangsa setiap hari. Wajar jika percakapan sehari-hari pegawai lebih banyak berkaitan dengan target kerja, SOP, beban administrasi, atau kesejahteraan seperti tukin.
Ketiga, argumen KDM mengabaikan insentif ekonomi. Dalam teori ekonomi kelembagaan, perilaku organisasi sangat dipengaruhi oleh sistem insentif. Jika pemerintah sendiri menjadikan tukin sebagai instrumen utama untuk mendorong kinerja, maka tidak mengherankan apabila ASN memperhatikan tukin. Sulit menyalahkan individu karena merespons insentif yang dirancang oleh organisasi.
Jika birokrasi kehilangan idealisme, pertanyaan yang lebih mendasar adalah: siapa yang mendesain sistem birokrasi, indikator kinerja, mekanisme promosi, dan budaya organisasi? Itu merupakan tanggung jawabnya sebagai pimpinan pemerintahan. Mengkritik ASN tanpa mengevaluasi desain sistem berisiko hanya menyalahkan gejala, bukan akar masalah sesungguhnya.
pengen marah sekaligus sedih bgt anjirlah
kita tau ibunya (bu Ijah) berusaha untuk tersenyum depan kamera sambil ngitung duitnya tapi hatinya pasti tersayat-sayat 🥺
bayangin aja perjuangannya NGAJAR 40 TAHUN pas pensiun cuman dihargai 414 RIBU 🥲
“Finding your art style” is an illusion, my friends.
Your artistic sensibility will always continue to be curious, to be hungry.
Allow me to share what I’ve learned: Forget “style” and focus on developing “voice”, then you’ll be free to experience any style to voice yourself.
🚨 MOMEN PRABOWO PERSILAKAN WARTAWAN KELUAR DARI FORUM SARASEHAN KEBANGSAAN
Presiden RI kembali berpidato pada Jumat, 26 Juni 2026, hari ini. Menariknya, saat hendak membahas terkait data yang ia punya, wartawan secara halus diusir Prabowo. Selain itu, siaran langsung di YouTube juga diakhiri.
Genuinely asking, emang ga boleh ya wartawan atau rakyat tau data yang disampaikan? 🤓☝️