Wah, terima kasih banget minatnya yg tinggi meski masih bingung :)
Saya jelaskan dgn bahasa yg paling ringan dan mudah yg saya bisa.
Bayangkan cahaya itu sinar senter yg biasanya melesat super kencang. Tapi di laboratorium Harvard, seorang ilmuwan bernama Lene Hau pakai gas yg dibuat dingin sekali..
Tahun 1999, ia berhasil memperlambat cahaya itu jadi hanya 17 meter/detik.. pelan seperti jalan kaki santai.
Tahun 2001, cahayanya bisa dihentikan total.
Lalu tahun 2005, “pesan” di dlm cahaya itu dipindahkan ke materi lain, dan bisa dikembalikan lagi jadi cahaya yg sama persis.
Seperti menyimpan foto di memori, tapi memori ini pakai atom2 dingin.
Ini eksperimen sungguhan yg menjadi dasar teknologi masa depan, termasuk AI kuantum yg saya kerjakan sehari2.
Masih ada yg bikin penasaran setelah baca penjelasan sederhana ini?
Atau ada bagian yg masih ingin ditanya lebih lanjut?
Mengenal Konsep Three Sisters: Teknik Tumpang Sari yg Berasal dari Amerika Utara
Teknik menanam 3 komoditas utama secara bersamaan dalam satu bedengan: jagung, kacang-kacangan, dan labu. Ketiganya punya hubungan "simbiosis mutualisme" yg erat.
Mari kita bedah perannya:
Menggunakan nama panggung Mata Hari setelah beberapa bulan belajar tarian tradisional di sebuah sanggar tari di Malang.
Foto ini diambil bulan September 1898, debut panggung Margaretha dalam sebuah drama berjudul The Crusaders, dipentaskan di Malang sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Ratu Wilhelmina
Kejadian gempa yg direkodkan di seluruh dunia dari tahun 2015-2025. Kita dapat saksikan coraknya bertepatan dengan corak plat tektonik.
Gempa Bumi lazimnya terjadi disebabkan pelanggaran di antara dua plat tektonik yg sentiasa bergerak.
Plat bergerak dengan sangat perlahan dan pergerakan ini menyebabkan bentuk muka Bumi dan benua sentiasa berubah.
Perbandingan suhu rata-rata bulanan terbaru BMKG.
Perhatikan lonjakan pada Maret 2026 (garis merah).
Dan sebentar lagi, kita menuju puncak suhu tertinggi rata-rata pada bulan Mei.
Bersiaplah ...
Jailolo berjuang dgn penuh kehormatan. Ia menghadapi pasukan yng terdiri dari 3000 tentara Ternate+200🇵🇹
Selama 3 bulan, terjadi pertempuran setiap hari dengan artileri/arquebus
Setelah menyerah, Raja Jailolo meninggalkan kota, hanya diizinkan pergi dg pakaian yng dikenakannya
🚨
Apresiasi buat mereka yg berusaha CPR di video ini.
Tp aku mau edukasi ttg teknik2 yg bisa diperbaiki ya buat belajar bersama:
Tolong dibaca/bookmark krn ini penting banget!
1. Satu siklus CPR terdiri dari 30 pijat jantung & 2 napas buatan. Pijat jantung di video jg ga sampe 10x tbtb udah kasih bantuan napas, dan napas buatannya kebanyakan
2. Sendi tumpuan yg bergerak selama CPR adalah sendi pinggang yg menghubungkan dg panggul. Video memperlihatkan ada upaya tenaga lengan & siku sedikit bengkok selama CPR
3. Sdh benar korban dimiringkan ketika tampak nadi teraba & korban bernapas
4. Tapi JANGAN buru2 diberi minum sampai korban bener2 pulih kesadarannya, mampu berinteraksi dg baik, dan terlihat aman utk menelan, ditandai mampu jawab tiga pertanyaan orientasi dg tepat:
- namamu siapa?
- km ada dmn?
- waktu menunjukkan pukul brp/ini siang/malam?
5. Korban penurunan kesadaran DILARANG keras dikasih minum
6. Cara evakuasi/memindahkan korban masih salah. Upayakan korban dlm keadaan satu garis lurus dari kepala, leher, tulang belakang, hingga kaki
Semoga bermanfaat! 😁
Salah satu foto Borobudur paling awal, sebuah daguerreotype karya Adolph Schaefer tahun 1845. Pionir teknik cetak fotografis ini memperlihatkan galeri pertama, menunjukkan sisa-sisa tanah yang menutupi dan melindungi bangunan tersebut selama masa "tidur"-nya.
Ironisnya, begitu terekspos batu-batu tersebut dengan cepat mulai mengalami kerusakan
Ancient Maya dentistry protected teeth from decay with advanced adhesives.
Long before modern dentistry, the ancient Maya of the Classic period (A.D. 250–900) were masters of dental modification. Skilled artisans used copper tubes and quartz abrasives to precisely drill cavities into the front teeth — carefully avoiding the pulp and sensitive nerves — before inlaying precious stones such as jade, pyrite, or turquoise. These gemstone inlays served as powerful symbols of social status, beauty, and religious significance, often representing the “breath of life.” Remarkably, the practice was widespread across social classes and was even performed on children as young as seven years old.
What makes this ancient technique truly remarkable is the sophisticated adhesive used to secure the stones. Recent chemical analysis reveals that Maya dentists crafted a durable, plant-based cement from resins (including pine), bone meal, and other organic compounds. This glue not only held the inlays firmly in place for over a thousand years but also possessed potent antibacterial and anti-inflammatory properties.
Far from causing harm, these dental enhancements likely acted as protective barriers against tooth decay and infection. By combining aesthetic luxury with practical medicinal science, the Maya created one of the earliest known examples of therapeutic dentistry.
[Hernández-Bolio, G. I., et al. (2022). "Organic compositional analysis of ancient Maya tooth sealants and fillings." Journal of Archaeological Science: Reports, 44, 103480. DOI: 10.1016/j.jasrep.2022.103480]
Update April: prediksi ENSO dari berbagai model global menunjukkan El Niño akan dimulai Mei dan mencapai maksimum pada September. Persiapkan skenario terburuk untuk menghadapinya.
Asem tenan, bayangin nih ya HIV nyerang imun dg ngebajak lgsg tubuh komandannya & nyerang intelnya
Akhirnya, perintah2 dari komandan imun jd ngaco yg bikin sistem imun jd LOYO.
Akibatnya apa? Imunodefisiensi, kuman party, terus vitamin C ngapain?
Penyepong konspirasi g mikir sampe situ.
Punya peran apa anjir vit C buat ngakalin HIV ini klo kata mereka AIDS bisa disembuhin pake vit C? Gue yakin mereka cuma ngang-ngong
Tau peran vit C ga di tubuh ngapain? Nyambungnya ke intelnya imun apa? 😩
Pemandangan Pegunungan Himalaya ini memang luar biasa indah—seolah membelah dua dunia. Tapi di balik keagungannya, jangan lupa: ini juga salah satu zona tektonik paling aktif di Bumi, tempat “dapur” gempa besar terus bekerja dalam diam.
Warning..!!!
Bila anda mengunjungi Jembatan Handayani Gunungkidul, tidak berada jauh dari Jembatan terdapat ceruk Goa, Namun jangan masuk atau didekati, Lapisan Batuan di ceruk tersebut rawan runtuh. Fenomena ini sama halnya dengan Fenomena Rayapan Tanah di Nglepen yang pernah kami posting beberapa waktu lalu.
Gw tuh tiap belajar sel saraf suka takjub ya Allah, detail banget sistem ini tuh :')
Bayangin, sel saraf di otak kita aja jumlahnya bisa 86 miliaran. Sering kali dibandingin dg jumlah bintang2 di galaksi Bima Sakti!
Kerjanya super cepet, bahkan ada yg nyentuh 120 m/s
Bahkan ada teori yg nyimpulin klo semua pikiran, ingatan, dan emosi kita, bahkan rasa “aku” yg kita rasakan sekarang tuh muncul dari sistem yg dasarnya cuma sel2 saling tukeran muatan listrik, buka-tutup kanal ion, lalu saling kirim sinyal.
Dan somehow… lahirlah kesadaran 😵🤯
baru menyadari fakta :
kalo kaum Nabi Nuh yg membangkang diadzabnya pake banjir bah yg air terus menerus keluar dari seluruh tanah dan hujan deres ga berhenti henti
kaum berikutnya setelah mereka alias kaum ‘Ad (kaum Nabi Hud) yg membangkang justru diadzab dengan kebalikannya, yaitu kekeringan/kemarau paceklik selama 3 tahun
trus mereka berdoa ke berhala minta turun hujan.
ga lama beneran dateng awan mendung, langit gelap. mereka seneng karena ngira artinya doa mereka dikabulin sama berhala dan mereka udh bener dgn nyembah berhala itu.
tapi ternyata awan mendung itu justru bukan hujan melainkan angin badai topan dan petir selama 8 hari 7 malam yg bikin kaum ‘Ad mati bergelimpangan 😔
Alaahh, masa lupa. Cina itu dari 2019 udah ketahuan 5x penemuan drone bawah laut (UUV) oseanografi mereka di perairan Indonesia. Mereka ngumpulin data-data seperti pemetaan bawah laut Indonesia tanpa izin. Terutama di Selat Lombok (ALKI II) dan Selat Malaka, yang merupakan jalur akses utama dari Laut Cina Selatan menuju Samudra Hindia dan Australia. Itu yang baru ketahuan, yang enggak?
1) Di Maret 2019 lalu, ditemuin UUV Cina di Pulau Tenggel, Bintan, Kepri.
2) Di Januari 2020, ditemukan benda yang kurang lebih sama di Kepulauan Masalembu, Jawa Timur. Ditemuinya sama nelayan sekitar.
3) Di Desember 2020, lagi-lagi di tahun yang sama ditemukan di dekat Kepulauan Selayar, Sulsel. Sempat viral, drone UUV Cina yang ditemukan sama nelayan bernama Saeruddin, dronenya punya antena panjang dan sensor buat ngukur densitas air.
4) Januari 2021, ditemukan UUV oseanografi Cina di Anambas, Kepri. Ditemukan di pesisir Pantai Desa Air Putih. Secara fisik dronenya mirip dengan apa yang ditemukan di Kepulauan Selayar tahun 2020 sebelumnya.
5) April 2026 kemarin paling baru di Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB. Ditemuin sama nelayan Ariyanto, punya logo CSIC Cina.
Jangan naif, Cina juga ngobok-ngobok bawah laut Indonesia. Dan mungkin mereka udah lakuin sedari lama, kasus diatas cuma yang ketahuan aja.
Stop Bunuh Semua Bakteri, Tubuhmu Butuh Mereka untuk Hidup!
Selama ini kita diajarkan bahwa bakteri = musuh yang harus dibasmi, padahal faktanya tubuh manusia dihuni sekitar 38 triliun bakteri, melebihi jumlah sel tubuh kita sendiri. Bakteri komensal di usus, kulit, dan saluran napas bukan cuma “numpang hidup,” tapi aktif membantu pencernaan, memproduksi vitamin seperti B12 dan K, melatih sistem imun, bahkan melindungi kita dari bakteri jahat dengan cara berkompetisi memperebutkan nutrisi dan tempat menempel. Justru ketika keseimbangan mikrobioma ini terganggu misalnya akibat antibiotik yang tidak perlu sehingga bakteri baik ikut terbunuh dan bakteri jahat seperti Clostridioides difficile bisa mengambil alih dan menyebabkan infeksi serius. Jadi bukan soal membunuh semua bakteri, tapi soal menjaga keseimbangannya.
dr. Ayman Alatas SpMK
(Spesialis Mikrobiologi Klinik)