@alfinismus it’s not ur fault that i can’t comprehend simple sentences. ur fault is throwing words homo, goblok, tolol, and bencong at me when you literally could use those words to describe yourself.
@alfinismus who are you saying that i’m homo??? i repeat, who are you???? gw terlihat melambai, sure. gw dapet sanksinya ga krn terlihat melambai??? dapet kok. trus opini lu tuh mengarah kmn gw gapaham. pake logika lu. ati2 mulut nya kl ngomong, dear future lawyer
Menurut gue sih, mereka salah. Tapi reaksi kampusnya juga berasa kebablasan. Orang ciuman di perpustakaan, bukan korupsi dana kampus.
Yang bikin gue lebih concern justru efek domino setelahnya. Nama udah tersebar, keluarga kena imbas, pertemanan berubah, masa depan akademik bisa berantakan. Hukuman selesai dalam hitungan bulan, tapi jejak digital dan stigma bisa nempel bertahun-tahun.
Kalau sampai beneran DO, ya semoga mereka bisa lanjut kuliah di tempat lain, beresin hidup pelan-pelan, cari kerja yang baik, dan move on. Kadang satu-satunya cara buat mulai dari nol adalah pergi dari lingkungan yang udah keburu ngecap lo seumur hidup karena satu kesalahan.
Boleh kasih sanksi. Tapi kalau sampai hidup dua orang harus dihancurin demi jadi efek jera, itu namanya bukan edukasi lagi, tapi tontonan.
@DaparpH7 gaboleh dibandingin kalo tujuannya untuk membenarkan tindakan pelaku kak. but i’m with the people yang menganggap bahwa sanksi yang diberikan ke pelaku berlebihan xx
@pukiminaj good for you kalo kamu gak membenarkan pelaku action pelaku! 😊 tweet ku ini ditujukan untuk :
1. oknum yg mengadili pelaku secara berlebihan
2. user x yang membenarkan & mewajarkan tindakan pelaku.
@extra_miayam kebetulan poin aku disini bukan tentang keadilan, tapi tentang fakta bahwa beberapa user x ada yang membandingkan kasus ini dengan kasus lain dengan opini bahwa “kasus ini itu gak ada salahnya loh, tuh mending liat kasus a yg masih lebih parah”.
like yes the execution was TOO MUCH udh kyk ketemu yudas iskariot.. but still.. apa yg dilakukan kedua org tsb melanggar norma yg ada di Indonesia (esp yg ada di kampus). and since this case is blowing up, let’s try to keep the same energy to other unsolved cases on the uni
@yedamlife melanggar norma maybe, : poin gw no 2
melakukan kriminalitas kah?? NGGAK, : poin gw no 1
coba bandingin sama pelaku grup wa : poin gw no 3😭😭😭
Ivan Gunawan reacts to a brand that seems to imitate his label:
“Masyaallah ❤️❤️❤️❤️❤️ selamat & sukses untuk brand IRWAN GINaWAN berkah yah shaya”