Kalau kamu pernah ikut demo, pulang dengan perasaan "ini akan mengubah sesuatu", lalu tiga bulan kemudian semuanya kembali seperti semula, seolah tidak terjadi apa-apa โ ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐.
โHal itu dijawab tuntas oleh Zen RS di Diskusi & Peluncuran Buku: Infrastruktur Impunitas (Karya Elizabet F. Draxler).
Ini agak panjang. Tapi setiap bagiannya saling mengunci, dan di akhir, ada satu pertanyaan yang mungkin akan terus mengganggumu setelah selesai membaca.
๐ฆ๐๐๐จ๐๐ ๐จ๐ง๐๐ฆ.
Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal
Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke ๐ฎ๐ฉ, apalagi Dubes ๐ฎ๐ฉ di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
27 Mei 2012 - Rangga Cipta Nugraha & Dani Maulana.
Kita sebut namanya sebagai pengingat. Bahwa rivalitas yg tidak dikelola dengan fair dan respect, hanya akan mengakibatkan duka.
#RIP
@itbfess_x Efek dominonya sama: "macet". Bedanya, saat ITB bikin macet, warga lokal memaklumi dengan sabar demi "anak-anak pintar yang mau lulus". Tapi kenapa saat warga lokal merayakan tradisinya, mahasiswa tidak bisa berganti posisi untuk memaklumi?
So-called โmAhAsiSwA iTeBeโ sehari aja gak classist dan racist kayaknya kejang2 tuh badan.
โGiliran ada aksi nyuruhnya mahasiswa ITBโ kitu cenah idiiih, asa tara ningali saria di Dago Elos atau Tamsar ๐
Cikan tag kadieu akun na bilih panasaran rek diskusi jeung iNtELeGeNsiA..
Sekalinya ikut aksi, sikap classist nya muncul ke massa yang gak pake almet
Padahal di dalem massa non-almet itu mayoritas nya juga Bobotoh yg sekarang konvoy loh. Bahkan lebih sering beririsan sama grass roots dari pada lu lu pade di ruang kelas ber-AC~
Hari ini adalah hari di mana Institut Teknologi Borjuis kita paksa turun menginjak Bandung yg blangsak, rudet dan emang pianjingeun. Saria salila ieu hirup di mana?
Maneh eweuh gunana keur warga Banduny mun kieu-kieu wae anyeng!
Makanya ngobrol/baca soal kota dan bagaimana masyarakat menghidupi tradisinya. Belajar di almamater bagus percuma kalo cuma jadi syarat validasi di pertemuan keluarga doang mah, pinternya cuma sebatas angka, kecerdasannya remed dari TK.
Wahai kalian mahasiswa dan alumni ITB (dari dosen, mahasiswa, sampe ketua senat atau himpunan), kalau kalian menggagalkan ITB punya dapur MBG aja gak bisa, kalau ITB jadi SPPG aja gak bisa kalian gagalin, jangan ajarin rakyat Bandung cara bersikap & menghayati hidup sehari-hari
Anak ITB pake istilah sundog buat nyebut sunda & ngerendahin org Jawa Barat nggak bisa bahasa inggris?
Betah gening sama stereotype tone deaf budak ITB teh
Pendidikan kita ada yg salah, mereka yg terpelajar ini alih-alih menyatu dengan grassroot, malah terjebak di menara gading.
Konvoy persib memang banyak yg perlu di evaluasi tapi kalo cuma teriak anonim mending gak usah sekolah aja, engga gitu cara memperbaiki yg ga bener.
Soal vandalisme, sampah, nutup jalan arteri urg juga kontra tapi urg mah rek nanya hiji. Naha maraneh anak itb mun anu kieu gacorna edan pisan tapi isu sosial lain anu krusialna sanegara saria ngajaredog?
Dalam agenda perjuangan rakyat di Bandung, bagi barudaks massa aksi yg turun ke jalan: Unisba-Unpas dan kawasan Tamsar bawah lebih berguna daripada ITB.