dulu pernah punya pacar yang bikin aku ngerasa prettier tanpa dia ngapa ngapain. muka bersih, almost no acne, tidur cukup, jarang sakit, bahkan mens juga lancar. pas putus? i was so stressed out, jerawatan parah, mens jadi berantakan, everything just felt off
maybe it wasn’t him, maybe i was just so happy and in love that everything felt easier. kayak apa apa rasanya lebih ringan dan dunia tuh lebih baik aja waktu itu :)
So far buat dua episode pertama, Teach You A Lesson seru sih. Ini tipe drama yang ngejelasin pake tindakan alias LANGSUNG HAJAR PEMBULLY.
Kalau di kita, bilangnya Parenting VOC kali ya 😭😭
kamar kos sebelah isinya bapak-bapak masih lajang kerjanya driver taksi online, beliau berangkat ngebid selalu jam 6 sore pulang jam 6 pagi, kadang jam 8 pagi, kerja 6 hari kadang seminggu full tanpa libur
suatu saat aku lewat pintunya ga tertutup rapat, aku melihat beliau lagi nulis note sambil menggumam, "I think I'm fighting a war that will never end. The hardest part is that no one sees it. I wake up tired, I go to sleep exhausted. And in between, I'm carrying things I don't talk about. Things I can't explain. Most days, I wonder how much I can keep this up. But I do. Because deep down, there's still something worth fighting for."
ya Allah, bapak, sehat selalu ya pak 😭
existential loneliness is real
Dulu waktu aku di fase ini, temenku selalu ngajak keluar rumah tapi aku ga mau ninggalin kamarku. Sampai akhirnya dia dateng ke kamarku dan aku tinggal mandi, kamar aku dibersihin sama dia. Kayaknya hampir dia ke kamar aku, dia selalu kayak gitu. Ngumpulin buku yang berserakan, ambilin barang yang jatoh, sampe hal yang aku inget tiap dia beresin kamar aku, dia selalu bilang: “setiap bersihin kamar lu, gue selalu ketemu uang. hari ini ini uangnya kekumpul sekian ya te” wkwkwkwkwk
Gara gara dia aku bersyukur sih… banget malah. Mungkin dia ga bisa kasih semangat untuk dalam diriku, tapi dia bisa nyadarin aku kalau disekitarku masih ada yang mau nemenin. Aku selalu inget sm org org yang kayak gini!
Untuk siapapun yang lagi ada difase ini, saranku dirasain aja tapi inget yaaa setiap ada kesempatan buka jendela dan lihat langit walaupun cuma sedetik. Kalau dibutuhkan segera untuk bangkit, langsung cari pertolongan profesional yaa🤍🌷
🐈 i’ve just never thought about a solo career, even once
👤 really? not at all?
🐈 yeah, seriously. because we started this together…
👤 as a team?
🐈 yeah. i’m being completely sincere
gaakan berhenti bersyukur atas pertemanan yang aku temukan di perkuliahan... pertemanan yang low maintenance tapi sangat affectionate at the same time, pertemanan yang ga "menagih" apa apa dari aku, yang selalu nerima satu sama lain apa adanya :(
Aturan di kantorku:
- cuti melahirkan 6 bulan
- cuti ayah 1 bulan
- adopsi anak (di bawah 2 tahun) cuti sama (6 bulan utk karyawati, 1 bulan utk karyawan)
- keluarga dekat meninggal cuti 7 hari
- cuti haid wajib
- cuti keguguran saat melahirkan 3-6 bulan (menyesuaikan)
- mudah izin utk jaga anak-ortu sakit
Seolah 'memanjakan' karyawan, tapi kantorku bisa jalan seperti ini 13 tahun. Saya tanpa pekerja yg andal, perusahaan akan tamat dalam sekejap. Karyawan tanpa fasilitas ramah keluarga akan lenyap dibajak kompetitor. Saling membutuhkan.
Saya juga tidak tahu masa depan perusahaan spt apa. Tapi saya tidak ingin mengubah kebijakan2 di atas. Bahkan ketika era covid ada yg dapat cuti melahirkan dan cuti ayah, kebijakan tetap diterapkan di masa sulit.
Kondisi dan karakter leader di tiap perusahaan tentu berbeda. Pasti banyak yg bingung dgn kebijakan kantor saya (dibilang moralis, disumpahin bangkrut, dll. Yeah, I got it a lot). Demikian juga saya bingung kalau perusahaan dgn margin/volume bagus tapi tdk punya kebijakan ramah keluarga. Beda prioritas sepertinya 😀🙏
Aturan di kantorku:
- cuti melahirkan 6 bulan
- cuti ayah 1 bulan
- adopsi anak (di bawah 2 tahun) cuti sama (6 bulan utk karyawati, 1 bulan utk karyawan)
- keluarga dekat meninggal cuti 7 hari
- cuti haid wajib
- cuti keguguran saat melahirkan 3-6 bulan (menyesuaikan)
- mudah izin utk jaga anak-ortu sakit
Seolah 'memanjakan' karyawan, tapi kantorku bisa jalan seperti ini 13 tahun. Saya tanpa pekerja yg andal, perusahaan akan tamat dalam sekejap. Karyawan tanpa fasilitas ramah keluarga akan lenyap dibajak kompetitor. Saling membutuhkan.
Saya juga tidak tahu masa depan perusahaan spt apa. Tapi saya tidak ingin mengubah kebijakan2 di atas. Bahkan ketika era covid ada yg dapat cuti melahirkan dan cuti ayah, kebijakan tetap diterapkan di masa sulit.
Kondisi dan karakter leader di tiap perusahaan tentu berbeda. Pasti banyak yg bingung dgn kebijakan kantor saya (dibilang moralis, disumpahin bangkrut, dll. Yeah, I got it a lot). Demikian juga saya bingung kalau perusahaan dgn margin/volume bagus tapi tdk punya kebijakan ramah keluarga. Beda prioritas sepertinya 😀🙏
Di kelas, cekrek! Di kantin, cekrek! Setlog menjadi tren baru di universitas
Setengah tahun setelah dirilis, aplikasi Setlog menjadi tren di kalangan para mahasiswa. Aplikasi ini adalah aplikasi yang terkenal di kalangan usia 20-30an. Lewat aplikasi ini, para pengguna bisa membagikan video berdurasi 2 detik dengan jarak waktu 1 jam.
Jika SNS lain mengutamakan foto atau video yang telah diedit, Setlog mengutamakan foto-foto yang menangkap momen apa adanya. Setlog tidak memungkinkan pengguna menggunakan foto yang telah dipotret sebelumnya, tetapi foto yang diambil saat itu juga lewat aplikasi.