INI SIH 😭 banyak orang bilang pengen pasangan yang komunikatif, tapi pas pasangannya beneran terbuka dan ngomongin apa yang dia rasain malah dibilang ribet, terlalu sensitif, overthinking, atau kebanyakan ngeluh. terus maunya komunikatif yang gimana jir 😭
imo the concept of "jangan keliatan kecintaan" just to be loved back is so exhausting. i don't get it aslii cs im always gonna be all in with my feelings and if they decide to be toxic or act up yaudah it's their loss 🤷🏻♀️
Setuju, harus seimbang antara barang murah vs. mahal.
Aku kalo sesuatu yg harganya murah vs. mahal sama aja, gak menimbulkan masalah apa2/benefit lain, ya akan lanjut pake yg murah aja.
Misal, celana. Aku gak butuh yg mahal/bermerk, yg penting bahannya enak. Tapi kalo udah beli device elektronik kyk kamera, hp, gak bisa ditawar/dikompromiin.
Harus yang “mahal” dalam arti yg bagus, berkualitas sekalian.
Atau kalau travelling, aku gak masalah makanan gak terlalu fancy, hotel yg low budget yg penting nyaman dan bersih. Tp kalo gear2 lain (kaya koper, sepatu, ransel), gabisa dikompromiin. Mending yg mahal sekalian biar awet sampe lama.
SETUJU.
1. Dia yg bikin planning hamil, melahirkan, menyusui dan MPASI.
2. Dia yg mandiin.
3. Dia yg nidurin.
4. Dia yg ngajak main.
Cari yg mau jadi Bapak bukan yg cuma mau punya anak biar serasa lengkap jadi suami. Cari yg mau kerja sama bareng-bareng besarin anak. Ga ada benar salah, namanya sama-sama baru pertama kali jd orang tua. Yg penting harus siap dgn segala resikonya.
Sekali anak lahir, ga mungkin bisa dimasukin dalam perut lg. Uda tanggung kita sebagai org tua 🙏🏻
Saya yang lahir dari keluarga pas-pasan dengan luck rate 50%, sependapat. Sekali gagal ya remuk, padahal kudu usaha lebih. Akhirnya, terbawa ke mana pun.
Makanya kuping ini alergi dengan kalimat "Dih, kayak gitu aja gabisa?" atau sejenisnya.
aku nikah sama suami juga karena ini!! dia cuma dateng ke kamar bawa makanan sama lilin, ngobrol lama banget sampe aku nangis padahal itu baru first meet. waktu itu aku galau antara 4 cowo, endingnya sama suami karena cuma dia pendengar yang baik dan bisa diajak discuss hehe
I once went for a drive with my boyfriend while I was on my period. We got to a spot and decided to pull over. I stepped out first, and he noticed I had stained the car seat.
He didn’t get angry, irritated, or make me feel embarrassed. Instead, he quietly took out his face towel, poured a little water on it, and cleaned the seat while reassuring me not to feel bad about it.
Then he went into a nearby supermarket, bought me a new pad, and let me change comfortably in the car while we drove back home.
That moment stayed with me because he never treated me like I was inconveniencing him. He just made me feel safe, cared for, and loved.
Nobody shows affection quite like a man who has truly chosen to love you.
“No closure is closure tuh gak ada” SEPAKAT. VALID. SETUJU. Aku tipe orang yang gampang moveon tapi the only time aku bisa hampir setahun gamonin satu orang itu karena selesainya tanpa closure, tbtb hilang with no explanation dan setelah dipikir pikir itu jahat bgt t___t
i agree with you kak...i prefer ngedate ke taman or any public space yang kita bisa ngobrol berjam² sampai lupa waktu, karena menurutku itu lebih romantis dan dari situ kita jdi bisa kenal satu sama lain
Jahat, gak sopan dan childish. Menurut gua no closure is closure tuh gak ada, itu mah lack of respect. Sesimple jelasin aja gak bisa? payah. Kalo emang merasa belum dewasa dan belum bisa berkomunikasi dengan baik, gak usah mulai hubungan sama orang. Mungkin sama kambing aja
padahal finding someone can talk to you for hours without getting bored after a long day ITU HAL YANG TIDAK SEMUA ORANG BISA DAPATKAN. callan berjam jam cerita hal hal aneh, sharing random thoughts, dan ketawa bareng THAT'S SOOO FUN😔😔😔 i love spending time with my partner
saya rasa obrolan yang berkesan adalah hal termanis yang orang lain bisa berikan ke kita. terlebih di dunia yang super sibuk ini.
gift giving bisa dikasih lewat perantara kurir, dititipkan ke satpam, atau orang yang kita kenal.
tapi obrolan yang berkesan cuma bisa terjadi ketika orang tersebut menyempatkan sepersekian dari waktu di hidupnya buat momen saat itu aja.
atensi, tenaga, pikiran, dan waktu (terkadang uang) dikeluarkan bersamaan.
and we will live forever with that memories.
isn’t that beautiful?