someone sent this to me dan JUJUR, aku makin sedih lihat mbaknya ๐ญ ada bigger issue soal bagaimana mereka memandang marriage, partnership, dan responsibility.
kemarin ada yang nanya, "gimana sih caranya tau kalau pasangan kita punya sense of responsibility atau enggak waktu masih pacaran?"
menurutku sebenarnya bisa kelihatan dari hal-hal kecil.
lihat bagaimana dia mengurus hidupnya sendiri. apa dia bisa take care of himself, atau dari hal-hal kecil aja selalu menunggu org lain? kalau ada masalah, apa dia punya inisiatif buat menyelesaikan, atau lebih suka pura-pura gak lihat sampai ada orang yg turun tangan? kalau udh bilang akan melakukan sesuatu, apakah dia ingat dan menepati, atau harus terus diingatkan?
perhatikan juga how he treats you when you're tired. bkn berarti pasangan harus selalu "membantu" kamu, karena menurutku kata membantu pun kadang sudah menunjukkan bahwa pekerjaan itu sebenarnya dianggap milik salah satu pihak. kalau kalian hidup bersama, ya itu bukan "membantu". itu simply doing your part.
bahkan dari hal-hal kecil waktu kalian pergi bareng pun bisa kelihatan. apakah dia ikut mikirin itinerary, tau apa yg perlu dibawa, aware kalau kamu kelihatan capek, atau semuanya selalu kamu yang notice dan organize.
karena being responsible isn't just about having a job, paying bills, or being financially capable. responsibility juga tentang awareness. tentang melihat sesuatu yg perlu dilakukan tanpa harus menunggu disuruh. tentang bisa diandalkan. dan yg paling penting, punya kesadaran bahwa hidup bersama berarti ada beban yang memang harus dipikul bersama.
ini penting bgt buat diperhatikan sebelum menikah. karena hal-hal kecil yang sekarang mungkin masih terasa "ah, gpp" bisa jadi sesuatu yang kamu hadapi setiap hari setelah menikah. dan kalau dari awal kamu udh terbiasa mengurus semuanya sendirian, jangan kaget kalau eventually kamu merasa sendirian di dalam sebuah pernikahan.
dan pls, jangan hujat mbaknya ya. semoga mbaknya baik-baik aja, semoga ada ruang untuk komunikasi dan perubahan di rumah tangganya.
Gw kira jadi wanita independent itu cukup perlu mandiri secara finansial, percaya diri, berani ngambil keputusan, punya visi yang jelas.
Ternyata haram ya klo independent woman rumahnya masuk gang?