Tenasia mengabarkan kalau kontrak Yuri (SNSD) dengan SM Entertainment akan berakhir bulan depan, setelah 25 tahun bersama SM Entertainment
https://t.co/TCaFSIaE44
Sehingga, masalah gaji dosen kecil yang akarnya adalah pemilahan gaji dan tunjangan ini berimbas pada lingkungan akademik juga. Tidak mudah membangun lingkungan akademik sehat jika dosennya tidak berkegiatan di kampus.
Tanpa lingkungan akademik, nggak ada inovasi akademik.
Kalau mau tau gak adilnya gaji dosen
Jadi gini, gaji dosen itu: Gaji Pokok + A + B + C + D + ...
Jangan tanya ke dosen yang sedang pegang jabatan atau di tengah karir. Mereka mah A, B, C, D-nya banyak.
Masalahnya: A, B, C, D-nya ini:
1) Gak didapat dengan mudah
2) Bisa hilang
3) Gak aksesibel ke semua orang
Tanya ke 2 kelompok: dosen muda dan dosen yang mau pensiun.
***
Tanya ke dosen muda. Yang baru masuk. Yang dapetnya Gaji Pokok doang. A, B, C, D, ... -nya belum ada.
Yang baru nikah, baru punya anak, baru bayar anak sekolah. Yang baru masih punya master, belum punya doktor.
Mereka masih harus nyiapin biaya lahiran, ngerawat anak, uang masuk TK, bayar sekolah SD.
Masih harus nyiapin uang buat tugas belajar buat dapet S3. Beasiswa cari sendiri. TOEFL dan TPA bayar sendiri.
Tunjangan belum ada. Jabatan fungsional pertama ngurusnya bisa tahunan. Kalau dapet tunjangan Asisten Ahli masih 375 ribu.
Sertifikasi dosen belum bisa. Harus Asisten Ahli dulu. Itu pun harus 2 tahun setelah memenuhi BKD. Masih harus bayar training Pekerti/AA pake duit pribadi dulu.
Insentif publikasi? Duit publikasi dari mana? Risetnya dibayarin siapa? Waktunya kapan kalau buat bertahan hidup aja susah.
Proposal riset? Minimal harus udah Lektor biasanya. Biar bisa riset harus lektor. Biar bisa lektor harus riset.
Jabatan di kampus? Mesti berpolitik, ngemeng sana, ngemeng sini.
Semua A, B, C, D itu belum ada.
Pertanyaannya: apakah boleh dosen muda yang menerima gaji pokok doang ini digaji di bawah UMR secara legal?
***
Kelompok kedua: dosen yang sudah sangat senior.
Di mana A, B, C, D - ... nya sudah tidak kepegang lagi.
Jabatan sudah kena regenerasi ke yang lebih muda. Hilang tunjangan jabatan struktural.
Kondisi kesehatan sudah jauh menurun. Mesti pasang cincin jantung, mesti rutin cuci darah, mesti dirawat di rumah sakit. Keluar biaya banyak.
Banyak dosen senior yang sampai minta donasi ke koleganya, untuk perawatan.
Mau publikasi juga udah gak kuat. Ilmu yang dipelajari udah gak lagi update. Mau belajar lagi udah gak sehat. Insentif publikasi udah gak masuk lagi.
Mau proyekan juga kondisi udah gak memungkinkan. Bolak-balik Jakarta ke kota kampusnya udah gak kuat lagi. Kalau dipaksain memperburuk kondisi kesehatan.
Tabungan udah dipakai buat hidup, nyekolahin anak, nguliahin anak, yang jumlahnya lebih dari satu. Tiap anak biaya sekolah makin naik, UKT terus naik.
Tinggal gaji pokok doang, paling sama sertifikasi. Dengan UMR yang terus naik, paling juga udah di bawah UMR setahun dua tahun lagi.
Pertanyaannya: apakah boleh dosen senior menerima gaji pokok + sertifikasi doang ini digaji di bawah UMR secara legal?
Sepanjang diskursus ini, gue paling ga paham sama yg menentang. Kaya, kalau dikabulkan kan lu juga yg enak? Gaperlu ambil job kebanyakan dan bisa fokus sama your main job? Even pas gue ngebahas guru honorer yg resign buat jadi gojek juga ada yg bilang gaboleh pasrah sama nasib
INSPIRITs and CITIZENS, now is the time to unlock your 2026 KIMSUNGKYU LIVE [LV4: LEAP to VECTOR] IN MANILA memories!
Scan the QR code below to access and download your photos with SUNGKYU. ๐ธ
Make sure to login to your Google accounts to view and download them in their best quality.
#KIMSUNGKYU #๊น์ฑ๊ท
#LeaptoVector_MANILA
#BILLIONS #HYLIVE #WishUsLuckPH
ada dosen yg jadi saksi di mk soal gaji pokok dosen yg rendah. seorang profesor di kampus yg sama: "dari fakultas apa ya, kok kasihan sekali, gaji driver saya aja lebih tinggi."
ya Allah kesel sampe ke ubun-ubun. iku lho kampusmu?? masa gatau sejahtera/tidaknya kolega/juniormu??
SYUKUR MANDAR: KITA GAK BUTUH BGN!
Kalau presiden mau kasih makan orang gak mampu.
Kenapa ada yayasan, kenapa ada SPPG, kenapa ada partainya sendiri, kenapa sekian partai banyak punya dapur segala macem, kenapa ada polisi, ada tentara, kenapa gitu loh, Bang???
Kan kasih aja orang miskin, simple, kenapa ada BGN?
Kita gak butuh BGN yang habisin operasional sampai triliunan rupiah, NGAPAIN?
Dengan dia distribusi langsung pendiri manfaat atau sekolah atau kerja sama dengan wali murid segala macem, beres kok, kita gak perlu instrumen baru.
REKTOR ITB KE KOMISI X DPR:
KAMI CUMA DIBIAYAI APBN 18%, UKT 26%, SISANYA CARI SENDIRI!
INI KAMI SANGAT BERAT!
DI MALAYSIA, KAMPUS DIBIAYAI APBN 45%.
DI CHINA, 70-80%.
DI SINGAPURA, ANGGARANNYA 10x ITB, 50% DARI APBN.
KITA KAYA KAMPUS DI AMERIKA YANG CUMA 10% APBN.
i love concerts because no matter how shitty your life is at the moment, everything just seems to make sense in those couple of hours and you feel so alive and happy and there's so much adrenaline and happiness and all your problems just kinda fade away for a little bit.