Welcome to Lumbung Pakan Dumai, Dumai Kota - Provinsi Riau
Suplier Bahan Pakan Sumber Protein Utama Peternak Indonesia : BUNGKIL INTI SAWIT
Official 081170007991
Guys, ada satu pengakuan dari akademisi yang menurut gue paling penting dan paling jarang diungkap secara terbuka tentang siapa yang sebenarnya mengendalikan ekonomi Indonesia.
Setiap tahun kita merayakan data bahwa Singapura adalah investor terbesar di Indonesia.
Tepuk tangan.
Bangga.
Wah, investor asing makin percaya sama kita.
Tapi ada satu kemungkinan yang jarang dibahas:
sebagian besar uang itu bukan uang Singapura.
Itu uang kita sendiri yang pulang
kampung pakai kostum bule.
Modusnya bernama round trip investment.
Begini caranya:
pengusaha super kaya Indonesia eksploitasi sumber daya alam nikel, batu bara, sawit.
Operasionalnya pakai rupiah. Gaji buruh pakai rupiah. Semua biaya produksi pakai rupiah kita.
Tapi keuntungannya disisihkan dan ditransfer ke perusahaan cangkang di Singapura.
Di sana uang itu "dicuci" jadi modal asing.
Lalu dibawa balik ke Indonesia sebagai investasi asing alias FDI.
Lima taipan terkaya Indonesia menurut riset yang dikutip narasumber menguasai lebih dari 40% perputaran uang di seluruh kawasan Asia Tenggara.
Big Five-nya:
Sinarmas Group, Indofood Group milik Antoni Salim, Sukanto Tanoto, Wilmar, dan Adaro milik Garibaldi Thohir.
Dan ini bagian yang paling bikin emosi:
produksi mereka pakai rupiah, tapi mereka jual hasilnya ke luar negeri dibayar dolar.
Kalau kita mau beli balik dari mereka kita juga harus bayar dengan dolar.
Artinya begitu dolar naik dari Rp17.000 ke Rp18.000 mereka otomatis untung.
Tanpa kerja tambahan apapun.
Sementara rakyat menjerit karena harga naik ada kelompok yang justru tepuk tangan karena keuntungan mereka otomatis melonjak.
Kenapa Singapura jadi surga buat mereka?
Pajak rendah.
Identitas pemilik dilindungi tidak akan pernah diungkap siapa pemiliknya.
Kepastian regulasi dikunci puluhan tahun.
Dan yang paling penting tidak ada perjanjian ekstradisi dengan Indonesia.
Logikanya sederhana:
cari duit sebanyak-banyaknya dari Indonesia, bawa ke Singapura, dan di sana kamu dilindungi.
Selama ini tidak diubah Singapura akan terus jadi investor nomor satu di Indonesia sampai kiamat.
Kelompok ini juga melakukan political funding ke partai-partai politik.
Tidak ada bukti tertulis tapi semua orang yang paham ekonomi politik tahu denyutnya ada.
Itulah kenapa kalau pemerintah mau pajaki mereka dengan pajak besar selalu ada yang namanya ewuh pekewuh.
Dan kelompok ini paling masif dan paling makmur justru di era pasca-SBY, terutama era Jokowi.
Kenapa? Omnibus Law.
Undang-undang yang cacat dari awal dan kecacatan itu yang mereka manfaatkan untuk ekspansi kapital ke seluruh Asia Tenggara.
Bedanya dengan era Soeharto:
dulu konglomerat diasuh oleh kekuasaan.
Mereka dikendalikan, dipagari, tidak bisa seenaknya.
Pasca reformasi terbalik.
Konglomerat yang mengasuh pemerintah.
Era Orde Baru, konglomerat masuk istana tapi masih di pagar. Pasca reformasi, mereka sudah di dalam, bikin pagar sendiri, ngatur semuanya.
Dan ini yang paling mengkhawatirkan untuk situasi sekarang:
ketika pemerintah mulai serius dengan agenda transparansi audit tambang, NGO minta data, mahasiswa minta keterbukaan itu mengganggu rasa aman kelompok ini.
Reaksinya?
Tarik dana yang sudah ditanam di Indonesia.
IHSG turun terus.
Rupiah melemah.
Dan civil disobedience yang muncul di masyarakat bisa jadi termasuk belanja isu yang dikehendaki oleh pemain-pemain besar ini.
Kalau rakyat sudah tidak percaya pada pemerintah, situasi kacau mereka bisa eksploitasi lebih banyak lagi.
Tidak ada keamanan, ambil saja, ambil saja.
Stabil mereka profit.
Rusuh mereka tetap profit.
Itulah kapitalisme super.
Potensi kerugian negara dari praktik ini diperkirakan lebih dari Rp500 triliun itu baru dari estimasi pajak yang mereka bayar di Singapura dibanding yang seharusnya masuk ke Indonesia.
Nilai sebenarnya di belakang jauh lebih besar dari itu.
Solusinya sudah jelas:
investigasi round trip investment, audit berdampak dengan sanksi pengembalian dana, dan ubah undang-undang investasi supaya modal asing harus benar-benar asing bukan uang Indonesia yang dicuci di luar lalu dibawa balik.
Prabowo punya pengalaman hidup di kawasan itu cukup lama dan tahu praktik ini.
Tapi sampai sekarang ini baru sebatas belanja masalah. Belanja isu.
Kapan akan dieksekusi tergantung siapa yang menentukan prioritas.
Dan pertanyaan terakhir yang paling mengerikan: apakah ada kaki tangan kelompok ini di dalam pemerintahan Prabowo sekarang?
Jawabannya: sepertinya tahu karena Prabowo sudah bergaul dengan keluarga Cendana puluhan tahun dan sudah hafal pola-polanya.
Artinya Prabowo mungkin tahu siapa mainin apa.
Tapi apakah dia akan, atau bisa, bertindak itu pertanyaan yang sampai sekarang belum ada jawabannya.
selama Indonesia merayakan Singapura sebagai investor nomor satu tanpa pernah bertanya berapa persen dari uang itu sebenarnya milik orang Indonesia sendiri yang dicuci lewat Marina Bay kita akan terus jadi negara yang dieksploitasi oleh dirinya sendiri.
Bukan dijajah asing.
Tapi dijajah oleh segelintir keluarga sendiri yang lebih nyaman menyimpan kekayaan negara di luar negeri daripada membangun negaranya.
Dan setiap kali rupiah melemah, BBM naik, dan rakyat menjerit ada segelintir keluarga yang justru otomatis lebih kaya tanpa perlu berbuat apa-apa.
Kebutuhan air dan alat mesin pertanian kini makin mudah dijangkau. Kementerian Pertanian membuka layanan hotline pompanisasi dan olah lahan untuk membantu petani menjaga produktivitas di tengah tantangan keterbatasan air.
Singkong bisa 40 kg per batang...?
Bisa… tapi tidak sesederhana itu.
Di pertanian, kita harus bisa membedakan antara potensi dan kebiasaan di lapangan.
Potensi itu terjadi saat varietas unggul, tanah sangat subur, air cukup, pengelolaan maksimal.
Tapi di kondisi nyata, hasil singkong umumnya jauh di bawah itu.
Lalu bagaimana cara mendekatinya..?
Salah satu kuncinya ada di bawah tanah, bukan di atas.
Tanah harus gembur
Bahan organik cukup
Akar punya ruang utk berkembang
Lubang tanam yg baik memang membantu, tapi bukan soal seberapa besar kita menggali…
melainkan seberapa hidup tanahnya.
Dalam ilmu titen, kita belajar satu hal sederhana...
“Niteni, ngerteni, nglakoni.”
Amati tanahnya, pahami kebutuhannya, baru lakukan.
Karena hasil besar bukan dari cara instan,tapi dari proses yg dipahami.
~RAyAD ~
OFFERING MAY 2026
We are offering our best deals for you this month — both for direct overseas buyers and Indonesian export trading companies.
All prices stated in our brochure already include complete Indonesian export documents and export taxes, making your purchasing process easier, safer, and more efficient.
For shipments to destinations worldwide, you only need to add freight and insurance costs from Dumai Port, Riau - Indonesia.
Premium Quality • Consistent Supply • Trusted Export Partner
Wa 081170007991
#PKEpremium #PKM #Export #Import #Feed #GACC #GMPplus #PalmKernelExpeller #PalmKernelMeal #AnimalFeed #IndonesiaExport
OFFERING MAY 2026
We are offering our best deals for you this month — both for direct overseas buyers and Indonesian export trading companies.
All prices stated in our brochure already include complete Indonesian export documents and export taxes, making your purchasing process easier, safer, and more efficient.
For shipments to destinations worldwide, you only need to add freight and insurance costs from Dumai Port, Riau - Indonesia.
Premium Quality • Consistent Supply • Trusted Export Partner
Wa 081170007991
#PKEpremium #PKM #Export #Import #Feed #GACC #GMPplus #PalmKernelExpeller #PalmKernelMeal #AnimalFeed #IndonesiaExport
BREAKING: Iran's IRGC issues a warning that they will target 18 US technology companies if the US continues "targeted assassinations" of Iranian leaders, beginning on April 1st.
The companies include Nvidia, Apple, Microsoft, Google, Tesla, Intel, Oracle, IBM, Meta, Boeing, and others.
UPDATE STOCK !!!
12 Maret 2026, Lumbung Pakan masuk stock baru lebih 300 ton
Buruuan Sobat Peternak, mumpung Harga Masih Rp 1.600/kg !!!!
WA 081170007991
PAKAN SAPI PELLET – PROTEIN > 16%
Hilirisasi dan Efisiensi Bahan Pakan Peternak Lokal, Bahan Protein Utama Bungkil Inti Sawit
Cocok buat penggemukan Peternak SAPI :
✔️ Kandungan protein > 16%
✔️ Bentuk pellet, praktis & disukai sapi
✔️ Hilirisasi Bungkil Sawit
📍lokasi Dumai, Riau
WA order 08116798991
Mail : [email protected]
Terobosan Baru : BUNGKIL INTI SAWIT
Dengan Teknologi Screen Mesin Mesh40, bisa mengurangi Kadar Cangkang Bungkil dibawah 5% sehingga sudah aman untuk Peternak Unggas dan Ikan.
Program Hilirisasi & Efisiensi Bahan Pakan Bagi Perernak Lokal bisa terealisasi.
Khusus Bahan Pakan Berkualitas Sumber Protein 🤠
WA Order : 08116798991
Mail : [email protected]
Dulu ada yang menggunakan lembaga yang dia pimpin untuk mendukung Mulyono jadi capres. Bahkan dia sempat mengatur dirinya untuk jadi cawapres Mulyono dengan pura2 ketemuan nga sengaja di Jogja. Tapi ingatan warga pendek sih. Sekarang mereka saling serang dengan lapor polisi 😀😀
PALMFEED PROTEIN+
Inovasi baru : Ransum Pakan Sumber Protein Utama Peternak Modern
Kelebihan :
- Kualitas Terbaik, Protein >16%
- Harga Paling Ekonomis
- Jaminan Kontinuitas Suply
Cocok Sebagai Ransum UTAMA :
- Peternak Ruminansia
- Peternak Unggas
- Peternak Ikan
Official
991feeds Industry
Jl Arjuna 28, Purnama, Dumai Barat
Kota Dumai
Phone : 08116798991
Email : [email protected]
991feeds Industry : Adalah UMKM dalam negeri yang Fokus Hilirisasi produk Turunan Sawit, terutama Bungkil Inti Sawit sebagai Ransum Utama Bahan Pakan Ternak
Di butuhkan oleh Banyak Negara, sebagai bahan pakan efisien peternakan di negaranya.
Kami menerima kerjasama Suply jika ada pedagang Eksport membutuhkan Produk Kami untuk Eksport ke berbagai negara.
Apakah Anda Punya Potensi? 😎