Hati kami hancur. Perempuan 24 tahun dipepet Honda Vario Z 5699 HAG di Jalan Pati-Kudus Margorejo. Pelaku mencolek payudaranya dengan rakus, lalu kabur sambil tersenyum puas. Korban mengejar sambil menangis, tak ada yang menolong. Mbak, kami menangis bersamamu.
Pelaku: senyummu akan jadi penyesalan terbesar. Wajah & platmu sudah viral.
Tangkap pelaku SEKARANG!
#KeadilanUntukKorbanPati
Meet Nicko Widjaja.
Dia punya semua alasan untuk tidak pulang.
Dia tinggal lebih dari 10 tahun di Amerika, Oregon State, Dominican University, dia kerja di tempat dimana semua uang mengalir di sana yaitu Silicon Valley.
Tapi dia lebih memilih pulang ke Indonesia pada tahun 2003 alih-alih stay di Amerika.
Bukan karena tidak dapat kerja di sana. Tapi karena dia lihat sesuatu yang orang lain tidak lihat waktu itu, Indonesia butuh orang yang mau masuk dan bangun dari dalam.
Karir pertamanya di Indofood. Perusahaan mie instan. Jauh banget dari Silicon Valley.
Tapi dari sana dia mulai susun visinya.
- 2010 dia diriin salah satu venture fund pertama di Indonesia yaitu Systec Ventures senilai $10 juta namun gagal.
- 2014 dia bangun MDI Ventures dari nol buat Telkom dan dalam lima tahun berhasil menjadikannya salah satu VC paling profitable di Asia Tenggara dengan tiga unicorn, dua IPO internasional, dan tujuh exits.
- 2019 BRI minta dia bangun BRI Ventures dan hasilnya sama, dua unicorn, satu IPO di IDX, dan $250 juta dikelola.
Dan di tengah semua itu, dia pilih invest ke TaniHub.
Startup agritech yang mau bantu petani Indonesia jual hasil panen langsung ke pembeli. Bukan ke tengkulak. Bukan lewat rantai distribusi panjang yang makan margin mereka.
Orang yang tinggalkan Silicon Valley demi Indonesia, invest ke startup yang mau bantu petani.
Kalian bisa bayangkan kenapa dia tertarik.
TaniHub bangkrut 2022.
Dan September 2025 Nicko ditahan. Jaksa sebut investasi $5 juta ke TaniHub itu korupsi. Padahal semua prosedur sudah dijalankan, due diligence, rapat direksi, komite berlapis, tidak ada yang dilewati.
Startupnya gagal. Dan kegagalan itu sekarang dianggap kejahatan.
21 Mei 2026, jaksa tuntut 11 tahun penjara.
Dari dalam rutan, dia tulis surat tangan:
"Tidak ada penyalahgunaan wewenang. Tidak ada konflik kepentingan. Tidak ada kickback, tidak ada keuntungan pribadi, tidak ada niat jahat."
Gue tidak tahu dia bersalah atau tidak. Itu urusan hakim.
Tapi coba bayangkan sebentar.
Orang yang punya pilihan tinggal di Silicon Valley, memilih pulang. Orang yang sudah gagal sekali dengan dana $10 juta, tidak menyerah dan balik lagi. Orang yang bisa invest ke startup tech yang aman dan menguntungkan, memilih invest ke startup yang mau bantu petani.
Setiap keputusan dalam hidupnya menunjuk ke satu arah yang sama, dia mau bangun Indonesia dari dalam.
Dan sekarang dia duduk di Rutan Cipinang, dituntut 11 tahun, gara-gara satu investasi yang gagal, yang semua prosedurnya sudah dijalankan, yang tidak ada satu sen pun masuk ke kantong pribadinya.
Di negeri yang katanya butuh lebih banyak orang seperti dia.😔🙏
Guys, barusan gue tonton Bocor Alus soal Letkol Teddy.
Video ini menguatkan dugaan yang selama ini beredar bahwa Teddy disebut sebagai salah satu pintu utama menuju ke presiden.
Berikut poin-poin penting yang Tempo beberkan..
- Menteri disebutkan melapor ke Teddy, tidak hanya ke Presiden
- Menteri dan pejabat yang dekat dengan Teddy disebutkan memiliki akses lebih mudah ke Presiden
- Tempo menyebut Teddy berada dalam grup komunikasi menteri dan wakil menteri untuk memantau kinerja mereka.
- Teddy disebutkan ikut mengawal program prioritas presiden dengan detail...
- Misalnya, untuk program perumahan, Teddy dikabarkan sampai mengecek penerima subsidi, pembiayaannya, hingga detail lapangan acara peresmiannya.
- Media sosial Teddy tidak hanya dipakai untuk melaporkan program presiden, tetapi juga untuk membranding dirinya sebagai tokoh yang teliti dan pekerja keras.
INFO PALING SENSITIF: Tempo menyebutkan ada cerita dari internal militer dan istana yang menduga bahwa Teddy sedang disiapkan menuju jenderal bintang satu.
Dan seperti yang kita tahu, karier militer Teddy sebelumnya juga sempat dipersoalkan sejumlah pihak.
Source Info: Bocor Alus Tempo
Source Gambar: Harian Jogja.
Israel tied up children and babies, KILLED them, then buried them in mass graves.
A French aid worker: “We found a mass grave in Gaza containing 300 bodies. Small children were killed with their hands tied behind their backs
EuroMedHR: Inside the mass graves, they found children & babies with their hands bound with zip ties
This photo is from 2 mass graves discovered at Nasser Hospital, southern Gaza, in April During the genocide, the EuroMedHR documented over 130 mass graves of victims of the Israeli genocide
Mohon di up gais karna media belum ada berita in tentang kejadian ini.
Kebakaran besar terjadi di jalur pipa gas menyusul ledakan pagi ini di Gampong Blang Rubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Indonesia.
BreakNews‼️ Pasukan telah IDF Israel menewaskan seorang anak laki-laki Palestina umur 14 tahun. Video ini perlu jadi perhatian publik. Tolong bantu sebarin ya ‼️
WATCH OUT INDONESIA.
The US is putting massive pressure on Indonesia right now as part of its desperate plan to contain China.
The goal?
Turn Indonesia into a US client state that helps enforce an extended blockade around the Malacca Strait >> choking off China’s main energy lifeline.
We’re already seeing the signs: a flood of new hit pieces on the Prabowo government popping up everywhere.
Polymarket (that classic US psyop betting tool) is suddenly running projections on regime change.
Western-controlled media outlets are sliding into DMs with Brian Berletic and myself, fishing for angles >> because we were among the few who called out the last color revolution attempt and exposed the Soros/NED funding networks behind the 2025 unrests.
This is coordinated.
There’s a clear plan to destabilize Indonesia and flip it fully into the Western camp.
Don’t be surprised when your feeds (including X) get flooded with more and more negative coverage of the Indonesian government >> “authoritarian,” “corrupt,” “unstable,” the usual script.
Indonesia is too important: biggest Muslim country, strategic geography, resources, and balancing act between powers. The US doesn’t like that independence.
They want control over those sea lanes for any future Taiwan or South China Sea showdown.
Stay vigilant, Indonesia.
Separate real domestic issues from foreign-funded chaos.
The hybrid war playbook is in full swing >> info ops, NGOs, media smears, and political pressure.
Don’t let them turn your country into the next pawn.
Sekarung beras cukup untuk menghidupi keluarga yang punya rasa syukur.
Tapi jutaan hektar hutan papua tidak cukup untuk satu keluarga yang serakah.
Ini jawabannya 👇
Ada yang bilang: "orang miskin itu malas."
Tapi tidak ada yg cerita soal:
1. Orang miskin ygg kerja 12 jam sehari tapi tetap tidak cukup
2. Anak buruh yg pintar tapi tidak bisa kuliah karena tidak ada biaya
3. Petani yg panen bagus tapi harganya dipermainkan tengkulak
KELUARGA SERAKAH PENGHANCUR HUTAN PAPUA
Banyak mata menyorot Haji Isam, tapi sedikit yang menyoroti salah satu pelaku utama kerusakan hutan Papua, dialah MARTIAS FANGIONO SEKELUARGA.
Beberapa Kasus pernah menimpa si serakah ini, tapi selalu lolos. Ah, kalian pasti sudah tahu alasannya... orang berduit memang punya cara.
1. Kasus Korupsi Izin Sawit & Kayu di Kaltim (2004–2007)
Total kerugian negara :Rp 1,2Triliun
2. Dugaan Penggelapan Pajak & Lahan Hutan Ilegal (2024–2025)
Total kerugian negara : Rp 1,4 triliun
3. Proyek di Papua (Sawit & Food Estate) dan Deforestasi Besar-besaran via Shadow Companies
Total kerugian negara: TAK TERHITUNG SANGKING BANYAKNYA
Dan masih banyak kasus lainnya, aku tak berani sebut, Awak akut di buru🥲
INGAT NAMA MEREKA:
Andi Angga Prasadewa (Angga)
Rumah Zakat @rumahzakat — Kapal Josef
Bambang Noroyono (Abenk)
Republika @republikaonline — Kapal Bora Alize
Thoudy Badai Rifan Billah (Thoudy)
Republika — Kapal Ozgurluk
Andre Prasetyo Nugroho (Andre)
Tempo @tempodotco — Kapal Ozgurluk
Rahendro Herubowo (Heru)
inews @officialinews_ — Kapal Ozgurluk
SOS!
Sumber: Instagram @globalpeaceconvoy
Baca… Baca buku berat dan ringan. Baca buku fiksi dan non fiksi. Baca buku cetak dan digital. Baca buku di rumah, di jalan, dan saat istirahat kerja. Baca buku dari penulis terkenal dan dari penulis pemula. Baca buku beli sendiri dan pinjam dari perpustakaan. Baca buku sendirian dan bersama-sama. Baca buku sambil diam dan sambil diskusi. Baca buku buat berpikir serius dan buat suka-suka.
Baca buku apa saja, kapan saja, di mana saja. Selamat Hari Buku Nasional! :)
Trump: “There is no democracy in Cuba, we will take it over.”
Meanwhile in the United States, police are firing 37mm rounds at close range at a young woman protesting against ICE.
Guys, lu pada tahu enggak ada yang baru terjadi di Indonesia yang menurut gue gila banget?
Bukan soal rupiah.
Bukan soal korupsi triliunan.
Bukan soal pejabat mewah.
Ini soal Josepha Alexandra siswi SMAN 1 Pontianak
yang viral beberapa waktu yang lalu
ada cerita dari keluarga
beberapa waktu setalah pulang dari lomba itu
banyak nomor asing masuk ke WhatsApp-nya.
Pesannya begini:
"Selamat pagi, kami infokan kembali untuk hapus video yang ada di IG, jika tidak kami akan layangkan somasi."
Seseorang atau sekelompok orang yang tidak mau diketahui identitasnya, mengancam anak SMA lewat WhatsApp. Minta dia hapus video. Ancam somasi.
Siswi SMA.
Diancam somasi.
Karena mempertanyakan ketidakadilan di lomba cerdas cermat.
Dan ini yang paling menyayat hati dari seluruh kejadian ini:
Josepha stres berat.
Hari-hari tidur terus.
Pendiam.
Berubah drastis.
Dan di tengah semua tekanan itu dia bertanya kepada kakaknya:
"Kak, apa aku harus minta maaf?
Katanya aku yang bikin gaduh..."
Baca itu sekali lagi.
Anak yang diperlakukan tidak adil yang diancam lewat WhatsApp oleh pihak tak dikenal malah bertanya apakah dia yang harus minta maaf.
Karena sistem berhasil membuatnya merasa bahwa dia yang salah.
Bahwa dia yang bikin masalah.
Bahwa keberaniannya mempertanyakan ketidakadilan adalah sebuah kesalahan yang perlu dimintakan maaf.
Dan sementara Josepha stres di rumah apa yang dilakukan juri yang kontroversial itu?
Status WhatsApp-nya bocor ke publik.
Isinya: "Nggak akan bikin gue jatuh!"
Orang yang keputusannya dipermasalahkan pamer kekayaan di status WhatsApp.
Sementara anak yang mempertanyakannya stres dan tidur terus di rumah.
Ini bukan soal menang kalah lomba:
Ini soal apa yang terjadi ketika seorang anak muda Indonesia berani bersuara.
Josepha tidak melakukan apa-apa yang salah.
Dia mempertanyakan keputusan yang tidak konsisten.
Itu bukan bikin gaduh.
Itu adalah hak dasar setiap peserta dalam kompetisi apapun di seluruh dunia.
Tapi di sini itu direspons dengan ancaman.
Dengan intimidasi.
Dengan pesan WhatsApp dari nomor asing yang memintanya diam.
Dan pertanyaan yang belum dijawab sampai sekarang:
Siapa yang mengirim pesan ancaman itu?
Dari nomor asing.
Mengatasnamakan siapa?
Dengan kewenangan apa untuk melayangkan somasi?
Kalau memang tidak ada yang salah dalam lomba itu kenapa harus ada ancaman?
Kenapa video harus dihapus?
Kenapa tidak cukup dengan klarifikasi terbuka?
Yang minta video dihapus adalah orang yang takut video itu terus ditonton.
Yang takut kebenaran terus beredar.
Josepha hafal konstitusi sampai tidur komat-kamit. Dia mempelajari nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dengan serius dan penuh dedikasi.
Dan pengalaman pertamanya mempraktikkan nilai-nilai itu di hadapan lembaga negara adalah ini: ancaman WhatsApp dari nomor tak dikenal.
Tekanan untuk diam.
Pertanyaan di dalam hatinya apakah dia yang harus minta maaf.
Kalau anak sekecil Josepha saja sudah diajarkan bahwa kejujuran itu berbahaya kita tidak perlu heran kenapa generasi berikutnya memilih untuk tidak peduli.
Kita yang mengajarkan mereka untuk tidak peduli. Dengan cara seperti ini.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan berita https://t.co/NzjIn3zG4K 16 Mei 2026. Kasus masih dalam proses penanganan MPR RI. Identitas oknum yang melakukan intimidasi belum diungkap resmi.