๐๐๐๐๐๐โYou don't deserve ๐๐๐ of my ๐๐๐๐๐๐๐๐. But you, ๐๐ฎ๐๐, you're an ๐๐ฑ๐๐๐ฉ๐ญ๐ข๐จ๐ง๐๐ฅ.
@BLUElSM_ + di sepanjang berjelajah."
Kedua tangan yang masih mencubit itu, kini kembali mendekap sang terkasih dan memberikan beberapa kecupan lembut pada beberapa bagian di wajahnya.
"Kau tidak ingin ikut berjelajah kah bersama saya?"
@BLUElSM_ "Hmm... Iya kah? Begitu ternyata."
Seringai usil muncul pada parasnya, yang kemudian mencubit-cubit pinggang sang terkasih dengan pelan dan mengecup keningnya dengan lembut.
"Mm... Begitulah, cukup memuaskan. Namun tidak terlalu memuaskan banget karena tidak ada kau +
@BLUElSM_ + menampakkan diri di hadapan terkasih dan mengubur diri sedalam mungkin karena tidak pantas untuk hidup lagi di dunia ini.
Surai gelap terkasih ia elus pelan, berpikir sejenak dan berdeham. "Kau tidak lupa makan, 'kan? Kenapa rasanya tubuhmu sedikit mengempes." Bercanda.
@BLUElSM_ "Heh," kekeh pelan sedikit lepas sebelum berdeham pelan.
"Sepertinya kau rindu sekali, ya? Akupun juga sama. Amat sangat rindu."
Walaupun dulu suka usil baik ucapan maupun tindakan, tapi apa yang ia ucapkan barusan itu ada benarnya. Kalau tidak rindu, tidak seharusnya ia +
@BLUElSM_ Kedua tangan dengan otomatis memeluk disaat sang terkasih sudah berada di dalam pelukannya, ia mendekap tubuhnya dengan erat dan mendaratkan kecupan pada pucuk kepalanya.
"Aku kembali, Luce..."
@BLUElSM_ Ekor bergerak sana sini perlahan, sebelum kedua kaki membawanya mendekat kepada terkasih. Namun, tidak ada sepatah kata yang keluar dari pilah bibirnya. Hanya kedua tangan yang terbuka lebar; memberikan gestur kepada terkasih untuk melemparkan diri kepadanya supaya bisa dipeluk.
+ langsung mendarat disana.
Satu tangan menutup mulut, satu lagi menggenggam erat dadanya yang membuatnya membungkuk kesakitan.
Sial. Sial, sial, sial, sial.
Bajingan. Kenapa ini terjadi padanya?
Jika dia tidak bisa menghilangkan sakit dan juga batuk ini, apakah sudah +