This morning, after Nadiem was sentenced to 10 years in jail, it’s clear that Google needs to take a strong official stand.
The Indonesian judges sullied Google’s name, claiming without evidence the U.S. giant engaged in bribery to win a Chromebook laptop contract.
In this fiction, Google invested in Nadiem’s company, GoJek. In return, Nadiem, who left GoJek to become Education Minister, ordered the purchase of Chromebooks.
Prosecutors failed to put any evidence forward to back this defamatory allegation. Yet Nadiem got 10 years. Why? Because he tried to reform a corrupt ministry and made a lot of enemies.
How can Google remain silent in the face of these baseless allegations. Just because a judge said it, doesn’t make it any less defamatory.
I would expect Sapna Chadha and other senior Google leaders in the region to show the backbone to speak up now. Nadiem was Google’s trusted partner for years. They invested in his company. Will they remain quiet just to protect their business in Indonesia. Where are they in his time of need?
Gw lulusan top 3, kuliah udah outstanding, punya sertif² skill yg beririsan ma prodi, lulus dengan skirpsi yg tembus SINTA 2 murni, IPK tinggi, pengalaman magang gaada yg lompat², handle project² udah dari sems 4, so, portofolio ada
Tapi akhirnya gw memutuskan buat ikut CPNS di kementerian karena job market di sini brengsek banget. Bahkan beberapa HR pernah menganggap gw kurang capable di posisi yg gw udah teruji secara teoritis dan praktisnya. So, jangan pernah remehin orang2 yg sampe sekarang blom dapet kerja. Taun kemaren aja gw ikut urunan bayarin kenalan buat ikut bootcamp (karena gw tau dia capable). Sekarang? Dia masih mentok di magang² aja. Brengsek kan job market kita? Lebih brengsek lagi setelah kita tau kalo pemerintah ternyata bisa ngeluarin duit 1T/hari bua ngasih makan siang doang, dan ngeluarin duit 1jt/hari buat main tentara²an
Gaurav Srivastava, who introduced himself as a CIA agent, came under scrutiny over alleged fraud in multiple countries.
Tempo and an independent journalist @fightanand investigated his activities in Indonesia and access to top business figures and government officials.
⬇️
Dan ternyata, Ahli DPR dalam gugatan MBG di anggaran pendidikan adalah Dekan FH UI, dekan saya sendiri, Bapak Parulian Paidi Aritonang. Betapa kecewanya dan sedihnya saya ketika menyaksikan hal tersebut dan vis a vis dengannya di MK.
This is an oversimplification reading of Indonesia v Vietnam in adopting free market.
Vietnam today is the result of decades of strategic interventionist policies and the full commitment of long-term policies.
In the same timeline, Indonesia opened to free market, but witnessed minuscule transformation with the absence of strategic interventionist and long-term policies.
It is not Indonesia rejecting free market. It is trying to figure out extraordinary leap to beefed up before entering the free market.
I'll never forget the Latinos who treated me like family when I was in Europe. My rules of survival are simple: if you can't find a South East Asian community, go to the Latinos
if u know that japanese soldiers used to rape women from china, malaysia, indonesia, south korea and killed them all then pile their bodies like garbage when they lose the war, u would too.
Tanggal 1 Juli 2026 (besok) InsyaAllah adalah hari terakhir kami bersidang di MK.
Sebelum Indonesia bangkrut & profesi guru punah. Kita menangkan gugatan ini ya. Dan sebelum proyek korup (MBG) ini makin merusak Indonesia diberbagai aspek ✊
pendapat Mahfud MD soal Vonis Nadiem:
- Nampaknya memang target
- tapi tidak tahu siapa musuh politik Nadiem
- Saya ikut sedih
- sejak awal sudah menduga vonis seperti ini meski tidak sangka seberat ini
- Jaksa tidak pernah serahkan bukti janji "besok-besok" sampai vonis
- Skenario sudah terbaca dari awal lewat kasus Ibam
- Keyakinan hakim bisa dibeli atau ditekan
- Mahfud curiga ini target politik
- tapi motifnya tidak jelas
An Indonesian court ruled that Nadiem Makarim, co-founder of tech firm Gojek and a former education minister, was guilty of corruption and sentenced him to 10 years in prison https://t.co/0oGunXxcwN
Gaurav Srivastava "menyusup" ke keluarga Prabowo Subianto dan elite di Indonesia untuk mendapatkan kontrak pertahanan.
Pura-pura menjadi agen Central Intelligence Agency (CIA).
#TempoPlus
How Indonesian “justice” works:
—Arrest Nadiem with no evidence of wrongdoing as he tried to reform the country as a minister.
—Prosecutor loses face in court due to the ridiculousness of the case.
—To save face, the judge gives Nadiem 10 years in jail anyway.
—Next step? Nadiem is likely released on a presidential intervention.
Indonesia is a laughing stock on the global stage.
Al Arabiya itu ga hanya sekedar media saudi.
Dia itu media besar. BESAR BANGET di Timur Tengah. Ditonton seluruh penduduk negara timur tengah.
Tiap minggu, dia ditonton 36 juta orang/televisi.
Dan yang lebih menarik lagi..
Al Arabiya itu dimiliki MBC. MBC itu mayoritas sahamnya dimiliki oleh PIF, yang merupakan lembaga investasi pemerintah Saudi.
Artinya apa? Al Arabiya itu dekat sama Kerajaan Saudi.
Konten Al Arabiya cenderung ga bisa lepas dari kepentingan politik kerajaan Saudi.
Kalau Al Arabiya beritain keracunan MBG secara negatif..apalagi sampai berkali-kali.
Which means, kebijakan MBGnya Indo bisa jadi citranya tidak baik-baik saja di Saudi dan Timteng.
Cuman kan ga mungkin mereka ngomong langsung..
Dari media Saudi, kita bisa tangkaplah sinyal itu..
===
Yang jelas
Problem MBG ini ga hanya sekedar membebani anggaran atau keracunan.
Kalau tidak hati-hati bisa merusak citra Indonesia di mata dunia Islam dan Timur Tengah.
Pernah baca argumen bahwa “korupsi adalah pelumas ekonomi” (grease the wheels). Gagasan ini berangkat dari asumsi bahwa ketika birokrasi lambat dan regulasi berbelit, suap mempercepat proses sehingga investasi dan bisnis tetap berjalan.
Namun, puluhan tahun penelitian empiris justru menunjukkan sebaliknya. Dalam jangka pendek, suap mungkin mempercepat satu transaksi. Namun dalam jangka panjang, korupsi membuat seluruh mesin ekonomi bekerja lebih lambat, lebih mahal, dan lebih rapuh.
Dan ini yg mungkin terjadi saat ini di Indonesia?