Congratulations to the Steadfast Nation of Iran.
Iran achieved historic victory by forcing criminal US to accept its 10-point plan.
US has accepted Iran's control over Strait of Hormuz, enrichment right, removal of all sanctions.
US has accepted to stop aggression, pay compensation for damages, withdraw it's forced from region.
Supreme National Security Council
🇮🇷🇺🇸 TRUMP SURRENDERS!!! ACCEPTS IRANS DEMANDS!!!
Supreme National Security Council Statement:
In the name of God, the Most Gracious, the Most Merciful
To the honorable, great, and heroic nation of Iran:
The enemy, in its unfair, illegal, and criminal war against the Iranian nation, has suffered an undeniable, historic, and crushing defeat. Thanks to the pure and sacred blood of the martyred leader of the Islamic Revolution, Grand Ayatollah Imam Khamenei (may God bless him), the measures of the Supreme Leader of the Islamic Revolution and Commander-in-Chief, Grand Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei (may God protect him), and the efforts and bravery of the Islamic fighters on the fronts, especially the historic, lasting, and heroic presence of you dear people from the very first days of the war, Iran has achieved a great victory and forced the criminal America to accept its 10-point plan. In this plan, America fundamentally commits to non-aggression, continued control of the Strait of Hormuz by Iran, acceptance of enrichment, lifting all primary and secondary sanctions, ending all Security Council and Board of Governors resolutions, paying compensation to Iran, withdrawing American combat forces from the region, and stopping the war on all fronts, including against the heroic Islamic resistance of Lebanon. We congratulate all the people of Iran on this victory and emphasize that until the details of this victory are finalized, there is still a need for the perseverance and prudence of officials and the preservation of unity and solidarity among the Iranian people.
Islamic Iran, along with the brave resistance fighters in Lebanon, Iraq, Yemen, and occupied Palestine, has inflicted blows on the enemy over the past 40 days that the historical memory of the world will never forget. Iran and the resistance axis, as representatives of honor and humanity against the most savage enemies of mankind, after a historic battle, have given them an unforgettable lesson and have crushed their forces, facilities, infrastructure, and all their political, economic, technological, and military capital so thoroughly that the enemy is now in decline and despair and sees no way but to surrender to the will of the great Iranian nation and the honorable resistance axis. On the first day the criminal enemies of Iran started this unjust war, they thought they would quickly achieve full military dominance over Iran and, by creating political and social instability, force Iran to surrender. They believed that Iran's missile and drone fire would quickly be extinguished and did not believe that Iran could respond so powerfully beyond its borders and throughout the region. The global malicious Zionism had convinced the foolish American president that this war would finish Iran off and that they could, by eliminating this last bastion of humanity, henceforth commit any crime against anyone they wished with impunity. They dreamed of dividing dear Iran, plundering its oil and wealth, and finally leaving Iranians immersed and abandoned in chaos, instability, and insecurity for many years.
The brave Islamic fighters and their courageous allies in the resistance axis, despite their hearts being wounded and shattered by the martyrdom of their Imam, relying on Almighty God and following the leader of martyrs, decided once and for all to give these enemies a historic lesson, avenge all previous crimes, and create conditions so that the enemy would forever abandon any thought of aggression against dear Iran and fully taste humiliation and disgrace before the great Iranian nation.
With this strategy and relying on the unprecedented political and social unity created in the country, Iran and the resistance began one of the heaviest combined battles in history against America and the Zionist regime and have achieved all the goals they designed for this battle.
Iran says the U.S. agreed to:
1—Commitment to non-aggression
2—Continuation of Iran’s control over the Strait of Hormuz
3—Acceptance of uranium enrichment
4—Lifting of all primary sanctions
5—Lifting of all secondary sanctions
6—Termination of all UN Security Council resolutions
7—Termination of all Board of Governors resolutions
8—Payment of compensation to Iran
9—Withdrawal of U.S. combat forces from the region
10—Cessation of war on all fronts, including against Hezbollah in Lebanon.
Hasil #QuickCount#PilGub Jateng berikut apakah mengindikasikan bahwa pengaruh pak @jokowi masih lebih kuat dibandingkan PDIP ? Retweet jika sependapat atau Like jika berbeda pendapat !
#Pilkada2024#PilGub2024
Saya Sepakat dg Prof,https://t.co/78wk4RlwHs Ahmad Zahro,MA ini, Bahwa KH.Imaduddin AlBanthani Sebagai Ahli Nasab Terhebat di Indonesia Saat ini,
-Banyak mengarang/mentahqiq kitab
-Banyak kitab Nasab yg sdh Beliau Buat
-Penelitian Ilmiah Nasabnya Hebat
Rumel mah Lewat Jauh...🤭
Orang tua kami DISANDRA TAMU yg mengaku DZURIYAH NABI, dan kami anak2 dipaksa untuk HUSNUDZON dan SUNGKEM MENYEMBAH tamu-tamu TAK TAHU MALU, kini kami ditengah DILEMA antara mengikuti kemauan ORANG TUA yang sedang DISANDRA atau mengikuti pergerkan dan PERJUANGAN saudara yg DIUSIR
Ini HABIB lagi CERAMAH malah JUALAN dan LELANG JIMAT (Baju, jubah, daleman, iamamah, sorban) katanya baju KERAMAT, bisa ngobatin orang sakit, dan UANG HASIL NDAWIRnya bukan untuk dia tapi untuk SODAQOH
APA KALIAN MASIH PERCAYA??
BIN MUKIBBIN SADARO BIN
🇮🇷⚡ Iran just took out $millions worth of military/oil facilities in Israel without harming a single civilian.
Israel kiIIed 2,000+ civilians to take out one man in Lebanon.
Yet one is the terrorist and the other is "protecting itself" according to western media...
Mulai tahun ini, Negara Palestina duduk sejajar dengan negara-negara anggota PBB di Sidang Majelis Umum.
Sebelum pembukaan General Debate SMU ke-79 PBB, saya berkesempatan bicara dengan Presiden Mahmoud Abbas dan delegasi #Palestina (NY, 24/9)
Ini kejadian 2020 lalu, seorang KABIB cerita "kalau ada yg berani dzholim ke dzuriah nabi (KABIB) nasipnya akan seperti ini"
Jangan lansung percaya ya BIN MUKIBBIN, itu ORANG SURUHAN KABIB, untuk pura2 MAU MENUS*K lalau badanya kaku mematung, setelah itu dikasih UANG dan BAROKAH
Dengarin nich..wanita mesir yang kuliah S2 di UII Jogjakarta, sangat kaget, kok di Indonesia banyak orang ngaku2 keturunan Nabi Muhammad , padahal di negara2 arab aja tidak ada orang arab ngaku2 keturunan nabi , dan di arab tidak ada panggilan habib....apa enggak malu kita?
29 Sep 2024 - 25 Nov 2024, Bumi akan memiliki dua buah bulan: Luna dan asteroid 2024 PT5 yg disebut dengan mini-moon (bulan mini).
Selama waktu tsb, asteroid akan mengitari Bumi dan setelah dua bulan, ia akan menuju dan mengorbit Matahari. Asteroid 2024 PT5 akan terlalu redup untuk diamati tanpa peralatan khusus. Teleskop seharga 2 juta-an sudah sangat memadai.
Artikel: https://t.co/vYfkGhJvTi
Animasi: https://t.co/CqNJTm0XSZ
Undip dan RS Kariadi mengakui adanya bullying di program PPDS Anestesi FK Undip setelah sempat membantah perundungan itu.
Selain itu, terdapat temuan baru dalam kasus ini. Apa saja temuannya?
4 orang SANTRI lebih mulia dari 70 HABIB jahil
Alhamdulillah, setiap peristiwa selalu ada hikmahnya
Buat Habib yang bangor-bangor, mohon diingat:
"ولو كنت فظا غليظ القلب لانفضوا من حولك"
"Sekiranya kamu keras lagi berhati kasar, maka mereka akan pergi dari sisimu"
☕️🌹
Alhamdulillah, pernyataan Guru Gembul sangat mewakili pikiran dan perasaan saya sekeluarga tentang sikap jahiliyah nan bar-bar dari Rizieq Shihab, Bahar Smith, dan habaib lainnya.
Kini, siapa pun bisa bebas mengkritik habaib Baalawi karena mereka ternyata bukan zuriah Nabi SAW.
MENGAPA SEMINAR INTERNASIONAL MEMBAHAS NASAB BA’ALAWI DIBATALKAN?
Seminar Internasional ilmiah yang akan membahas Nasab Ba’alawi yang rencananya dilaksanakan di UIN Walisongo Semarang tgl 10 September, kenapa harus dibatalkan? Ini harus dijelaskan oleh Polri, apa benar pembatalan atas permintaan atau himbauan pada panitia itu berasal dari lembaga kepolisian RI?
Kalau hanya untuk mengamankan Seminar ilmiah di kampus saja polri tak sanggup? Lalu atas nama kepentingan keamanan minta Seminar itu dibatalkan, berarti Polri tak mampu menjalankan fungsinya menjaga hak kebebasan akademik di Kampus dan menjaga hak kemerdekaan berpendapat bagi publik.
Padahal pelaksanaan hak hak warga negara itu jelas-jelas dijamin oleh berbagai UU di negeri ini. Apakah sekarang Polri sudah tidak mampu lagi menjaga dan menegakkan peraturan perundang undangan? Apa benar Polri justru tunduk dari tekanan sosial dan tunduk pada kepentingan tokoh tokoh agama tertentu yang hanya karena mereka punya massa yang banyak?
Polri harus menjelaskan persoalan ini, dan jangan biarkan publik berspekulasi dengan interpretasi yang salah, bahwa seakan akan Polisi sekarang ini memang tunduk pada permintaan para habib, atau melakukan tindakan atas titipan kepentingan para Habib? Interpretasi semacam ini harus dihindarkan.
Saya tidak percaya jika desakkan atau permintaan pembatalan Seminar Nasab Ba’alawi di UIN Walisongo itu benar2 berasal dari kebijakan institusi Polri. Saya lebih melihat persoalan ini dikarenakan adanya pihak yg tidak ingin isu nasab diselesaikan secara ilmiah di forum akademik yang netral.
Ada yg khawatir jika persoalan nasab ini dibahas secara ilmiah di lembaga Kampus yg kredibel, hasilnya akan ada dampak luar biasa terhadap pembuktian sejarah dan pembuktian ilmiah tentang garis Nasab yg sdh terlanjur diyakini selama berabad abad.
Mereka yg punya keyakinan dan kepentingan terkait doktrin nasab tapi tidak meniliki bukti2 ilmiah dan tidak mampu berargumentasi berdasar data dan fakta, akhirnya ingin menggagalkan forum ilmiah itu karena akan merugikan mereka.
Lalu ada yg memanfaatkan kedekatannya dengan Polri untuk menggagalkan Seminar tersebut. Padahal forum ilmiah seperti itu sangat penting. Seminar ilmiah yang diskusinya dilakukan secara terbuka dalam forum akademik yg terpercaya sehingga akan diikuti publik yg luas lewat media daring tentu sangat bermanfaat.
Publik akan menperoleh pengetahuan yg bisa memperluas pemahaman dan perspektif tentang Nasab keturunan Nabi. Pihak pihak bisa memberikan akuntabilitas atau pertanggung jawaban ilmiah atas klaim mereka terhadap suatu kebenaran. Di forum ilmiah itu argumentasi dan referensi kebenaran bisa ditunjukkan pada publik.
Maka saya berharap dengan gagalnya Seminar di UIN Semarang itu tidak menyurutkan keinginan menggelar Seminar serupa di waktu mendatang. Harus segera diupayakan lagi, dijadwal kembali Seminar ilmiah lain yang netral impasial di tempat yg lbh terjamin dari sebelumnya.
Polri sebagai penegak UU wajib menjaga mengamankan, dan menjamin Seminar semacam itu tidak akan terganggu oleh pihak pihak yg suka provokasi dan tidak menyukai cara2 ilmiah yang damai.
Kedepan Polri tidak boleh datang lagi lalu malah menakut nakuti panitia untuk menyarankan pembatalan. Polri justru harus menjamin forum ilmiah seperti itu bisa terlaksana.
Yuk kita simak perbincangan tentang pembatalan Seminar itu bersama Dr. KH Ubaidillah dosen UIN Walisongo, Semarang, Prof.Dr. Henri Subiakto, Guru Besar UNAIR dan Dr. Kiai Imaduddin Al Bantani. Kenapa dibatalkan? Ada kekuatan besar apa sebuah Seminar ilmiah di Kampus kok sampai dibatalkan?
https://t.co/D6Lxq1LhxJ
King Indo lg mau kick off malah uda dpt good news, ada tambahan 2 pemain naturalisasi, Mees Hilgers & Eliano Reijnders, adik gelandang AC Milan Tijani Reijnders, ga dpt kakaknya, adiknya juga boleh dech 🤭
Source: IG https://t.co/WXMvARHxlh
#TimnasIndonesia#TimnasDay